
Zumba Party Bekasi 2026 Tembus 300 Peserta, Jendela Puspita Dorong Gaya Hidup Sehat dan Literasi
Lanskap, Bekasi – Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat terus meningkat, terlihat dari antusiasme 300 peserta dalam acara Zumba Party Bekasi 2026: “Move, Dance, Recharge” di HARRIS Convention Hall Bekasi, Sabtu (11/4/2026). Jumlah ini melampaui target awal, sekaligus menunjukkan bahwa konsep olahraga yang menyenangkan semakin diminati.
Namun, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kebugaran fisik. Jendela Puspita sebagai media di bidang literasi memanfaatkan momentum ini untuk menghadirkan pendekatan edukasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Bagi kami, kesehatan tubuh dan kecerdasan intelektual merupakan dua hal yang saling melengkapi dalam membangun kualitas individu.
Direktur Utama Jendela Puspita, Siska Puspita Dewi, menegaskan bahwa literasi perlu dikemas secara lebih menarik agar mudah diterima. “Literasi tidak harus selalu hadir dalam ruang yang formal. Seperti halnya Zumba yang menyenangkan, literasi juga perlu dihadirkan dengan cara yang ringan. Ketika tubuh bergerak dan pikiran rileks, di situlah ruang terbaik untuk menumbuhkan minat membaca dan berkarya,” ujarnya.
Sebagai bentuk nyata, Jendela Puspita membuka booth bazaar buku di lokasi acara. Kehadiran booth ini mendapat sambutan positif dari peserta, terlihat dari tingginya minat pengunjung yang membeli buku. Selain itu, pembagian voucher bernilai tinggi dan goodiebag turut menjadi strategi untuk menarik perhatian masyarakat terhadap literasi secara lebih interaktif.
Penyelenggara acara, Dery Leorna, menjelaskan bahwa Zumba dipilih karena mampu menghadirkan olahraga yang inklusif dan menyenangkan. “Zumba itu menghadirkan gerakan lincah dengan musik hits, jadi peserta bisa olahraga sekaligus mengekspresikan diri dan melepas kepenatan,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik juga berperan dalam menjaga kesehatan mental.
Zumba yang efektif membakar kalori dan mengurangi stres turut mendukung kesiapan mental seseorang untuk berpikir lebih jernih. Dalam kondisi tersebut, seseorang akan lebih terbuka terhadap ide baru, termasuk dalam membangun kebiasaan membaca dan menulis. Dengan demikian, gerakan tubuh dapat menjadi pintu masuk menuju gerakan literasi.
Didukung kolaborasi berbagai pihak dan puluhan instruktur, acara ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin ke depan. Jendela Puspita menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan yang menggabungkan gaya hidup sehat dan edukasi, dengan harapan mampu mendorong masyarakat untuk terus belajar dan berkarya. (Hnd)



