
ESB Hadir di ALLFood Indonesia 2026: Solusi Teknologi F&B untuk Hadapi Tekanan Ekonomi Global
Lanskap, Tangerang – Tekanan ekonomi global yang dipicu eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada industri makanan dan minuman di Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia hingga mendekati USD 99,57 per barel akibat gangguan jalur distribusi energi global mendorong meningkatnya biaya operasional, mulai dari logistik, energi, hingga bahan baku.
Kondisi tersebut semakin menekan margin profit pelaku usaha kuliner, di tengah tingginya porsi biaya bahan baku yang berdasarkan data BPS dapat mencapai 63,81% dari total pengeluaran usaha. Di sisi lain, sebagian besar operasional restoran masih bergantung pada proses manual yang tidak efisien, sehingga meningkatkan risiko kebocoran biaya dan inefisiensi.
Menanggapi tantangan tersebut, PT Esensi Solusi Buana (ESB) menghadirkan solusi ekosistem digital terintegrasi dalam ajang ALLFood Indonesia 2026 yang berlangsung pada 15–18 April 2026 di ICE BSD, Tangerang. Dalam pameran ini, ESB memperkenalkan konsep “The Lean-Service Era”, sebuah pendekatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga keberlanjutan profitabilitas bisnis F&B.
Gunawan, Co-Founder & CEO ESB, menegaskan bahwa tekanan ekonomi saat ini justru mempercepat kebutuhan transformasi digital di sektor kuliner. Menurutnya, pelaku usaha perlu beralih dari sistem operasional konvensional menuju ekosistem berbasis data yang terintegrasi.
ESB menawarkan empat solusi utama dalam ekosistemnya. ESB POS berfungsi sebagai sistem kasir berbasis cloud untuk monitoring transaksi real-time dan pencegahan kebocoran pendapatan. ESB Core (ERP) menghadirkan pengelolaan inventori, akuntansi, dan pengadaan bahan baku secara terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi hingga 35%.
Sementara itu, ESB Order mengintegrasikan seluruh kanal penjualan seperti dine-in, delivery, dan online order dalam satu sistem untuk meningkatkan konversi transaksi hingga 63%. Adapun OLIN AI menyediakan analisis bisnis berbasis kecerdasan buatan dengan akurasi prediksi hingga 98%, termasuk perencanaan stok, performa menu, dan tren penjualan.
Selain pengembangan software, ESB juga menggandeng IWARE sebagai mitra strategis di bidang hardware untuk menghadirkan solusi end-to-end bagi industri F&B. Kolaborasi ini memperkuat ekosistem digital yang memungkinkan pelaku usaha mengoptimalkan investasi teknologi secara lebih efisien di tengah tekanan arus kas.
“Transformasi digital bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga daya saing bisnis F&B di tengah ketidakpastian ekonomi global,” ujar Gunawan.
Selama pameran ALLFood Indonesia 2026, ESB membuka akses demonstrasi langsung ekosistem teknologi mereka di Booth G 07–08 Hall 8 ICE BSD, mulai dari sistem kasir, manajemen operasional, hingga analitik berbasis AI.
Dengan pendekatan terintegrasi ini, ESB menegaskan posisinya sebagai penyedia solusi teknologi F&B yang berfokus pada efisiensi, profitabilitas, dan keberlanjutan bisnis di era ekonomi penuh tantangan. (Hnd)



