
Universitas Ciputra Jakarta Hubungkan Pendidikan dengan Praktik Bisnis Sejak Semester Pertama
Lanskap.id, Jakarta – Pengalaman menjalankan usaha, memahami kebutuhan konsumen, dan menyelesaikan persoalan industri menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran yang ditawarkan Universitas Ciputra Jakarta. Kampus yang berada di Ciputra International Superblock, Jakarta Barat, ini resmi diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo pada Kamis (15/10/2026).
Peresmian dilanjutkan dengan kuliah umum bertema “Peran Generasi Muda, Kewirausahaan, dan Inovasi dalam Membangun Jakarta sebagai Kota Global”.
Kehadiran kampus ini membawa pendekatan yang menempatkan kewirausahaan dan pengalaman bisnis sebagai bagian dari proses akademik sejak awal perkuliahan. Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep usaha di kelas, tetapi juga diperkenalkan pada dinamika pasar dan kebutuhan industri.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menilai pendidikan yang menumbuhkan kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan dapat berkontribusi terhadap upaya membangun Jakarta sebagai kota global.
Pengalaman Lapangan sebagai Bagian dari Pembelajaran
Pendekatan tersebut mulai diperkenalkan sejak masa orientasi mahasiswa melalui kegiatan menciptakan dan menjalankan bisnis sederhana di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa berkesempatan berinteraksi dengan masyarakat dan mengamati respons pasar terhadap produk yang ditawarkan. Pengalaman tersebut memberi gambaran awal mengenai hubungan antara gagasan bisnis, kebutuhan konsumen, dan penerimaan pasar.
Pengalaman lapangan kemudian dikembangkan melalui mata kuliah kewirausahaan pada semester pertama dengan pendekatan Real Business Experience (RBX).
Campus Director Universitas Ciputra Jakarta, Prof. Christina Eviutami Mediastika, mengatakan RBX menjadi penghubung antara mahasiswa dan dunia industri.
Melalui pendekatan ini, mahasiswa diajak mengidentifikasi persoalan bisnis, mempelajari situasi yang dihadapi pelaku usaha, serta menyusun usulan solusi berdasarkan kebutuhan nyata. Proses tersebut diharapkan membantu mahasiswa memahami bahwa keputusan bisnis tidak hanya bergantung pada teori, tetapi juga pada konteks, data, dan kondisi di lapangan.
Kolaborasi Industri Memperluas Konteks Belajar
Untuk menghadirkan konteks bisnis yang lebih beragam, Universitas Ciputra Jakarta melibatkan Kawan Lama Group dalam mata kuliah Introduction to Entrepreneurship & Innovation. Kolaborasi ini mencakup enam unit bisnis, yaitu AZKO, INFORMA, Toys Kingdom, ATARU, SELMA, dan Chatime.
Ciputra Group turut mendukung pembelajaran melalui unit mal di Jakarta, Tangerang, dan Cibubur. Operasional kawasan komersial tersebut dapat menjadi studi kasus untuk dianalisis mahasiswa dan dikembangkan menjadi usulan solusi melalui sejumlah mata kuliah hingga semester berikutnya.
Kolaborasi semacam ini mempertemukan materi akademik dengan persoalan yang dihadapi perusahaan, termasuk operasional, inovasi, dan kebutuhan konsumen. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melatih kemampuan analisis sekaligus memahami bahwa solusi bisnis perlu mempertimbangkan kebutuhan pengguna dan kondisi industri.
AI sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Tanggung Jawab
Universitas Ciputra Jakarta juga mendorong penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran dengan tetap memperhatikan etika dan tanggung jawab akademik.
Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mengeksplorasi gagasan dan membantu pengembangan solusi. Namun, ketepatan informasi, kejujuran akademik, serta perlindungan privasi tetap menjadi perhatian. Mahasiswa juga harus bertanggung jawab atas pertimbangan dan hasil karya yang mereka susun.
Pendekatan ini relevan dengan kebutuhan pendidikan yang semakin bersinggungan dengan teknologi. Penguasaan alat digital perlu disertai kemampuan menilai informasi, mengambil keputusan, dan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan.
Menyiapkan Mahasiswa Menghadapi Dunia Usaha
Peresmian Universitas Ciputra Jakarta menandai pengembangan kampus yang menempatkan praktik bisnis sebagai salah satu unsur pembelajaran. Pengalaman usaha sejak masa orientasi, kolaborasi dengan mitra industri, studi kasus dari ekosistem bisnis, dan pemanfaatan AI secara etis dirancang menjadi proses yang berkelanjutan.
Efektivitas pendekatan ini pada akhirnya akan bergantung pada pelaksanaan pembelajaran, kualitas pendampingan, serta kemampuan mahasiswa mengubah pengalaman menjadi kompetensi. Dengan menghubungkan teori dan praktik sejak semester pertama, Universitas Ciputra Jakarta berupaya menyiapkan mahasiswa agar mampu membaca kebutuhan masyarakat, merumuskan solusi, dan menciptakan nilai melalui profesi maupun usaha. (Hnd)



