Edukasi Mitigasi Bencana di Cijeruk, Anak-anak Pasir Angin Belajar Mengenali Risiko Lingkungan
2 mins read

Edukasi Mitigasi Bencana di Cijeruk, Anak-anak Pasir Angin Belajar Mengenali Risiko Lingkungan

18 Kali Dibaca

Lanskap.id, Bogor – Pengenalan risiko bencana sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi keadaan darurat. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sawala Dasa Wacana #18 di Kompleks Edukasi Putra Bangsa, Kampung Pasir Angin, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Minggu (11/10/2026).

Kegiatan bertajuk “Mitigasi Bencana Berbasis Lingkungan” ini membekali anak-anak dengan pengetahuan dasar tentang potensi bahaya di sekitar tempat tinggal, langkah keselamatan, serta prosedur evakuasi. Rangkaian edukasi ditutup dengan simulasi gempa bumi yang melibatkan peserta secara langsung.

Pemateri Jejen Jaenal dari Komunitas Seniman Budayawan Siaga Bencana (SB-TB) Bogor menjelaskan bahwa kondisi geografis Kampung Pasir Angin yang berada di kawasan perbukitan dan pegunungan membuat masyarakat perlu memahami potensi risiko bencana, termasuk longsor, gempa bumi, angin kencang, dan banjir bandang.

Menurut Jejen, pendidikan mitigasi bagi anak-anak dapat menjadi fondasi pembentukan budaya sadar bencana yang dimulai dari lingkup terkecil.

“Pendidikan mitigasi sejak usia SD dan SMP diharapkan dapat membangun budaya sadar bencana yang dimulai dari anak, keluarga, sekolah, hingga masyarakat kampung,” ujarnya.

Materi yang diberikan meliputi tindakan sebelum, saat, dan setelah bencana, pengenalan jalur evakuasi, titik kumpul, serta lokasi yang relatif aman. Anak-anak juga diajak memahami pentingnya koordinasi dan gotong royong saat menghadapi keadaan darurat.

Edukasi Mitigasi Bencana di Cijeruk, Anak-anak Pasir Angin Belajar Mengenali Risiko Lingkungan

Pembelajaran Praktis untuk Membangun Kesiapsiagaan

Peserta kegiatan berasal dari kelompok usia TK, SD, dan SMP yang tergabung dalam Taman Baca Nyala Aksara Kampung Pasir Angin. Melalui simulasi, mereka mempraktikkan arahan untuk menuju titik evakuasi ketika skenario gempa diperagakan.

Ketua Yayasan Daya Putra Bangsa, Willy Kamawijaya, menilai edukasi kebencanaan relevan bagi anak-anak yang tinggal di kawasan pegunungan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran mereka untuk menghadapi potensi bencana, terutama pada musim hujan.

Kegiatan dipandu Heri Cokro bersama relawan Daya Putra Bangsa. Selain memperkenalkan prosedur keselamatan, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar langsung agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengetahui tindakan yang perlu dilakukan dalam situasi darurat.

Edukasi mitigasi berbasis lingkungan juga menempatkan kondisi geografis setempat sebagai bagian dari proses pembelajaran. Dengan mengenali risiko yang ada di sekitar, anak-anak diharapkan dapat membangun kebiasaan waspada dan menyebarkan pengetahuan dasar kebencanaan kepada keluarga serta lingkungan mereka.

Pembentukan kesiapsiagaan sejak usia dini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat budaya sadar bencana di tingkat komunitas. Pengetahuan tersebut perlu terus diperkuat melalui pembelajaran, latihan, dan kerja sama antara keluarga, sekolah, relawan, serta masyarakat. (Ckr03/red)