
Sawala Dasa Wacana #15 Dorong Refleksi Kemerdekaan Lewat Kearifan Lokal Sunda
Lanskap, Bogor – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Sawala Dasa Wacana #15 akan mengangkat kearifan lokal Sunda sebagai pintu masuk untuk membicarakan kembali makna kemerdekaan dan pembentukan karakter masyarakat.
Kegiatan tersebut akan berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 13.30 WIB di Kompleks Edukasi Putra Bangsa, Kampung Pasirangin, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.
Edisi ke-15 Sawala Dasa Wacana mengusung tema “Menggali Nilai Kemerdekaan dalam Khazanah Kearifan Lokal/Sunda, Menuju Terbangunnya Kesadaran dan Karakter Masyarakat Merdeka”.
Tema ini menempatkan budaya lokal bukan sekadar sebagai warisan masa lalu, tetapi sebagai sumber nilai yang masih relevan untuk membentuk karakter masyarakat di tengah perubahan zaman.
Kearifan Sunda dan Pembentukan Karakter
Dalam diskusi tersebut, peserta akan diajak menggali sejumlah filosofi yang hidup dalam masyarakat Sunda, di antaranya Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh.
Konsep Cageur-Bageur-Bener-Pinter-Singer juga menjadi bagian dari nilai yang akan dibicarakan. Filosofi tersebut mencerminkan berbagai aspek karakter manusia, mulai dari kesehatan, kebaikan, kebenaran, kecerdasan hingga kecakapan dalam menjalani kehidupan.
Selain itu, sejumlah paribasa dan ungkapan tradisional Sunda akan dibahas untuk melihat pesan-pesan mengenai kemandirian, harga diri, tanggung jawab, serta kehidupan bersama.
Pembahasan tersebut menjadi relevan karena nilai-nilai budaya tidak hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga dapat menjadi pedoman dalam membangun hubungan sosial dan karakter masyarakat.
Kemerdekaan Bukan Sekadar Peristiwa Sejarah
Sawala Dasa Wacana #15 juga mengajak peserta melihat kemerdekaan dari perspektif yang lebih luas.
Kemerdekaan Indonesia pada 1945 merupakan tonggak penting dalam perjalanan bangsa. Namun, kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari juga membutuhkan kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri, menjaga integritas, memiliki kesadaran terhadap tanggung jawab, serta membangun relasi sosial yang sehat dan harmonis.
Dalam konteks tersebut, kearifan lokal Sunda memiliki sejumlah nilai yang dapat menjadi pijakan dalam membangun masyarakat yang merdeka secara mental, sosial, dan budaya.
Sawala Dasa Wacana #15 diharapkan menjadi ruang refleksi yang mempertemukan semangat kemerdekaan dengan akar budaya Nusantara, khususnya Tatar Sunda.
Upaya menggali kembali nilai-nilai tersebut juga menjadi bagian dari menjaga relevansi budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Pada akhirnya, masyarakat yang merdeka tidak hanya ditandai oleh kebebasan secara formal, tetapi juga oleh kesadaran, integritas, kemandirian, dan karakter dalam menjalani kehidupan bersama. (Ckr03/red)


