Sabang Merauke 2026 Perlihatkan Kolaborasi Budaya, UMKM dan Digitalisasi Transaksi
1 min read

Sabang Merauke 2026 Perlihatkan Kolaborasi Budaya, UMKM dan Digitalisasi Transaksi

2 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – Pagelaran Sabang Merauke 2026 menjadi ruang pertemuan antara budaya, pelaku usaha lokal, dan teknologi digital.

Kegiatan yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, menghadirkan pertunjukan budaya Nusantara sekaligus mendukung aktivitas ekonomi kreatif melalui kehadiran merchant UMKM.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, PT Hitachi Channel Solutions Indonesia hadir sebagai Official POS Partner yang mendukung operasional transaksi merchant.

Melalui kolaborasi dengan BCA, Hitachi menghadirkan Hitachi POS Terminal Riding yang berjalan pada perangkat EDC Android BCA.

Teknologi tersebut memungkinkan merchant menjalankan fungsi kasir dan pembayaran melalui satu perangkat.

Regional Merchant Acquisition Lead Jabodetabek Hitachi Channel Solutions Indonesia, Adityo Mulki Barraufu, mengatakan solusi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha yang membutuhkan mobilitas tinggi.

Menurutnya, penggunaan satu perangkat dapat membantu merchant menjalankan transaksi secara lebih praktis selama mengikuti berbagai kegiatan seperti bazar maupun pameran.

Ekosistem Digital untuk Merchant

Kolaborasi antara iForte, BCA, dan Hitachi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang mendukung pelaku usaha.

Marketing Lead Hitachi Channel Solutions Indonesia, Tiffany Desire, menilai teknologi perlu hadir sebagai solusi yang mudah digunakan dan memberikan manfaat langsung bagi pengguna.

Ia mengatakan digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan inovasi teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat membantu aktivitas bisnis sehari-hari.

Berlangsung Bersamaan dengan BCA UMKM Fest

Pagelaran Sabang Merauke 2026 juga berlangsung beriringan dengan BCA UMKM Fest 2026 yang menghadirkan 65 merchant Bangga Lokal BCA.

Kehadiran merchant tersebut memperkuat keterlibatan pelaku usaha lokal dalam kegiatan yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia.

Pengunjung dapat menikmati pertunjukan seni dari berbagai daerah sekaligus mengenal produk-produk UMKM yang dipamerkan selama acara berlangsung.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bagaimana budaya, ekonomi kreatif, dan transformasi digital dapat berjalan bersama dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Melalui dukungan teknologi transaksi digital, pelaku usaha memperoleh kemudahan operasional, sementara pengunjung mendapatkan pengalaman bertransaksi yang lebih praktis selama menikmati rangkaian acara. (Hnd)