Menikmati Indonesia dari Sepiring Hidangan di Hotel Ciputra Jakarta
3 mins read

Menikmati Indonesia dari Sepiring Hidangan di Hotel Ciputra Jakarta

11 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – Ada banyak cara untuk mengingat Indonesia.

Lewat bendera yang berkibar. Lewat lagu-lagu perjuangan. Lewat cerita tentang perjalanan panjang menuju kemerdekaan.

Namun Indonesia juga bisa dikenang lewat sesuatu yang lebih dekat dengan keseharian: makanan.

Di setiap hidangan Nusantara, tersimpan cerita tentang tempat, kebiasaan, tradisi, dan perjalanan masyarakat yang melahirkannya.

Semangat itulah yang dibawa Hotel Ciputra Jakarta melalui program kuliner “Cita Rasa Nusantara” dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Program ini berlangsung sepanjang 1–31 Agustus 2026 di The Gallery Restaurant Lantai 1 dan Marble Court Alfresco Lantai Lobi.

Ketika Makanan Menjadi Cerita

Makanan sering kali memiliki cara sendiri untuk menghubungkan seseorang dengan sebuah tempat.

Coto Makassar, misalnya, tidak hanya berbicara tentang kuah dan rempah. Ada identitas daerah di dalamnya.

Begitu pula pecak udang, ikan acar kuning, maupun tahu isi. Masing-masing hadir dengan karakter rasa yang berbeda.

Hotel Ciputra Jakarta mencoba membawa keberagaman tersebut ke meja makan melalui Cita Rasa Nusantara.

Executive Chef Hotel Ciputra Jakarta, Chef Bambang, menyebut program ini sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan kuliner Indonesia.

“Cita Rasa Nusantara menjadi bentuk apresiasi Hotel Ciputra Jakarta terhadap keberagaman kuliner Indonesia yang kaya akan rasa, tradisi, dan cerita,” ujarnya.

Bagi hotel, kuliner menjadi salah satu cara untuk mengajak tamu merasakan kembali kekayaan Indonesia, bukan sekadar sebagai menu, tetapi sebagai bagian dari warisan budaya.

Dari Coto Makassar hingga Pecak Udang

Beberapa hidangan yang menjadi bagian dari program ini antara lain Pecak Udang seharga IDR 190.000, Coto Makassar dan Ikan Acar Kuning masing-masing IDR 150.000, serta Tahu Isi Sayuran seharga IDR 80.000.

Pilihan tersebut menjadi semacam perjalanan kecil melintasi rasa-rasa Indonesia.

Tidak perlu pergi jauh untuk mengenal kekayaan kuliner Nusantara. Cukup duduk di meja makan, memilih hidangan, lalu membiarkan rasa membawa ingatan pada berbagai sudut negeri.

General Manager Hotel Ciputra Jakarta, Michael Perdikaris, mengatakan setiap daerah di Indonesia memiliki karakter rasa sekaligus cerita yang berbeda.

“Melalui Cita Rasa Nusantara, kami ingin mengajak para tamu untuk merayakan kemerdekaan dengan menikmati kembali hidangan khas Indonesia yang kaya akan cita rasa dan tradisi,” katanya.

Merayakan Kemerdekaan dengan Cara Sederhana

Perayaan kemerdekaan terkadang tidak harus selalu besar.

Makan bersama keluarga bisa menjadi bentuk perayaan.

Bertemu teman lama sambil menikmati hidangan khas daerah juga bisa menjadi cara untuk merayakan.

Begitu pula mengajak kolega makan malam sambil berbincang tentang berbagai hal.

Cita Rasa Nusantara hadir dalam ruang-ruang sederhana semacam itu.

Program ini berlangsung hingga 31 Agustus 2026, memberikan kesempatan bagi masyarakat Jakarta untuk menikmati berbagai sajian khas Indonesia di Hotel Ciputra Jakarta.

The Gallery Restaurant sendiri menawarkan berbagai hidangan prasmanan dan menu à la carte internasional untuk sarapan, makan siang, dan makan malam, serta pilihan pastry dan kue sepanjang hari.

Hotel Ciputra Jakarta juga memiliki akses langsung menuju Mal Ciputra, salah satu pusat bisnis dan perbelanjaan di Jakarta yang dilengkapi berbagai pilihan toko, tempat makan, bank, ATM, dan bioskop.

Hotel ini merupakan bagian dari Grup Ciputra dan telah memiliki sertifikasi EarthCheck serta HACCP.

Informasi mengenai Cita Rasa Nusantara dapat diperoleh melalui WhatsApp 081113008000.

Untuk promo lainnya, masyarakat juga dapat mengikuti Instagram @hotelciputrajkt.

Pada akhirnya, mungkin itulah cara paling sederhana untuk merayakan Indonesia: duduk bersama, berbagi makanan, dan menyadari bahwa di balik setiap rasa yang kita nikmati, ada cerita panjang tentang negeri yang kita tinggali.

Indonesia bukan hanya tempat kita berpijak. Indonesia juga hadir dalam rasa yang kita warisi. (Rnie)