Levi’s® Hadirkan “Keep it Loose”, Saat ROSÉ dan Shai Gilgeous-Alexander Mengajak Dunia Berani Tampil Apa Adanya
4 mins read

Levi’s® Hadirkan “Keep it Loose”, Saat ROSÉ dan Shai Gilgeous-Alexander Mengajak Dunia Berani Tampil Apa Adanya

5 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – Dunia fashion selalu mengalami perubahan. Setiap musim menghadirkan tren baru, warna baru, hingga siluet baru. Namun, di balik derasnya arus tren tersebut, ada satu pertanyaan yang mulai muncul di kalangan generasi muda: apakah kita benar-benar berpakaian untuk diri sendiri, atau hanya mengikuti apa yang sedang ramai di media sosial?

Pertanyaan inilah yang menjadi titik awal kampanye global terbaru Levi’s® bertajuk Keep it Loose, yang resmi diluncurkan secara serentak pada 3 Agustus 2026. Menggandeng dua ikon lintas industri, yaitu penyanyi internasional ROSÉ dan bintang NBA Shai Gilgeous-Alexander, Levi’s® tidak sekadar memperkenalkan koleksi terbaru Fall/Winter 2026, tetapi juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya keberanian menjadi diri sendiri melalui cara berpakaian.

Bagi Levi’s®, fashion bukan hanya soal mengikuti tren, melainkan bagaimana pakaian mampu mencerminkan karakter seseorang.

Ketika Gaya Preppy Tak Lagi Terikat Aturan

Selama puluhan tahun, gaya preppy identik dengan penampilan rapi, formal, dan memiliki aturan yang cukup jelas. Kemeja, sweater rajut, chino, hingga sepatu klasik menjadi elemen yang hampir selalu melekat pada gaya tersebut.

Namun melalui koleksi Loose Prep, Levi’s® mencoba menghadirkan interpretasi yang jauh lebih segar.

Alih-alih mempertahankan siluet yang kaku, Levi’s® memperkenalkan potongan yang lebih longgar, permainan proporsi yang tidak biasa, serta styling yang terasa lebih santai tanpa kehilangan karakter elegannya.

Pendekatan ini menjadi jawaban atas perubahan gaya hidup masyarakat modern yang menginginkan pakaian nyaman, fleksibel, tetapi tetap memiliki identitas.

Loose Prep pun menjadi representasi bagaimana gaya klasik bisa berevolusi mengikuti kebutuhan generasi sekarang.

Fashion Bukan Lagi Tentang Dress Code

Levi’s® membawa satu pesan utama dalam kampanye ini, yaitu Loose Codes, Not Dress Codes.

Maknanya sederhana namun cukup kuat.

Di era ketika algoritma media sosial begitu mudah menentukan apa yang sedang tren, Levi’s® justru mengajak masyarakat untuk tidak kehilangan identitas personal.

Originalitas menjadi sesuatu yang semakin berharga.

Seseorang tidak perlu tampil sama dengan orang lain hanya demi terlihat mengikuti tren. Justru karakter personal akan lebih menonjol ketika seseorang berani mengenakan pakaian sesuai kenyamanan dan kepribadiannya sendiri.

ROSÉ dan Shai, Dua Karakter Berbeda dalam Satu Semangat

Yang menarik, Levi’s® tidak meminta ROSÉ maupun Shai Gilgeous-Alexander tampil dengan konsep yang sama.

Keduanya justru diberi kebebasan penuh untuk menginterpretasikan koleksi Loose Prep berdasarkan gaya pribadi masing-masing.

ROSÉ menghadirkan penampilan yang sederhana namun sophisticated.

Permainan layering, detail yang minimalis, serta siluet longgar membuat tampilannya tetap feminin tanpa terlihat berlebihan.

Di sisi lain, Shai tampil dengan ciri khas streetwear yang selama ini melekat pada dirinya.

Busana longgar dipadukan bomber jacket serta hoodie menghasilkan gaya kasual yang terasa effortless namun tetap berkarakter.

Dua pendekatan tersebut menunjukkan bahwa satu koleksi dapat berbicara dalam bahasa yang berbeda sesuai siapa yang mengenakannya.

Koleksi yang Mengutamakan Kenyamanan

Dalam kampanye ini, Levi’s® juga memperkenalkan sejumlah item unggulan Fall/Winter 2026.

Shai mengenakan:

  • 501® Loose
  • Baggy Barrel
  • MA-1 Bomber
  • Authentic PO Hoodie

Sedangkan ROSÉ tampil menggunakan:

  • Loose Taper
  • Loose Boot
  • Berbagai atasan Loose Prep yang dipadukan melalui teknik layering dan styling yang khas.

Seluruh koleksi dirancang dengan siluet yang lebih longgar sehingga memberikan kenyamanan lebih tanpa mengurangi estetika khas Levi’s®.

Musik Hip-Hop Klasik Perkuat Identitas Kampanye

Visual kampanye Keep it Loose semakin hidup berkat penggunaan lagu legendaris You Gots to Chill dari grup hip-hop EPMD.

Lagu yang populer pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an tersebut menghadirkan nuansa klasik sekaligus memperkuat semangat autentik yang ingin dibangun Levi’s®.

Produksi kampanye juga melibatkan fotografer sekaligus sutradara asal Inggris Mel Bles, sinematografer João de Botelho, dan set designer Spencer Vrooman, menghasilkan visual yang sederhana namun penuh karakter.

Fashion Sebagai Ruang Ekspresi

Lebih dari sekadar mempromosikan koleksi terbaru, Keep it Loose menjadi refleksi bagaimana dunia fashion mulai bergerak ke arah yang lebih personal.

Tidak lagi sekadar mengejar apa yang sedang populer, tetapi memberikan ruang bagi setiap orang untuk membangun identitas melalui pakaian yang mereka pilih.

Dengan menggandeng dua figur yang memiliki karakter sangat berbeda namun sama-sama kuat secara personal, Levi’s® ingin menunjukkan bahwa tidak ada satu definisi tunggal tentang gaya.

Yang terpenting adalah merasa nyaman, percaya diri, dan tetap menjadi diri sendiri.

Kampanye Keep it Loose kini telah hadir secara global melalui media sosial @levis, situs resmi levi.co.id, serta berbagai Levi’s® Store di seluruh dunia, sekaligus menjadi awal perjalanan koleksi Fall/Winter 2026 yang membawa semangat kebebasan berekspresi dalam setiap langkah. (Firda)