Film People Pleaser Angkat Pentingnya Batasan Diri dalam Hubungan Sosial
3 mins read

Film People Pleaser Angkat Pentingnya Batasan Diri dalam Hubungan Sosial

4 Kali Dibaca

Lanskap.id, Jakarta –  Keinginan untuk menyenangkan orang lain dapat membuat seseorang sulit menolak permintaan, bahkan ketika dirinya sedang lelah atau membutuhkan waktu untuk kepentingan pribadi. Persoalan tersebut diangkat dalam film drama komedi People Pleaser produksi LYTO Pictures, yang merilis trailer dan poster di Senayan City XXI, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Dibintangi Mawar de Jongh, film arahan Bobby Prasetyo dengan skenario Evelyn Afnilia ini mengangkat kebiasaan mengutamakan kebutuhan orang lain hingga mengesampingkan kebahagiaan diri sendiri.

Melalui pendekatan komedi, People Pleaser mengajak penonton melihat bahwa menjaga hubungan sosial dan menghargai kebutuhan pribadi tidak harus menjadi dua hal yang bertentangan.

Produser LYTO Pictures, Andi Suryanto, mengatakan film ini berangkat dari pengalaman yang dekat dengan kehidupan banyak orang.

“Banyak dari kita yang merasa sungkan hingga lupa merawat kebahagiaan sendiri. Kami ingin menghadirkan tontonan yang menyenangkan dan dekat dengan penonton, sekaligus mengajak mereka lebih menyayangi diri sendiri,” ujarnya.

Sutradara Bobby Prasetyo menekankan bahwa keberanian menolak tidak selalu berarti mementingkan diri sendiri.

“Berani mengatakan ‘tidak’ bukan berarti egois, melainkan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri,” kata Bobby.

Ketika Keinginan Membantu Berujung Kelelahan

Tokoh utama film ini, Karina, digambarkan sebagai perempuan muda yang terbiasa mengiyakan permintaan orang-orang di sekitarnya. Kebiasaan tersebut membuatnya kewalahan menghadapi tuntutan dalam kehidupan keluarga maupun pekerjaan.

Di rumah, Karina berhadapan dengan ibunya, Ibu Nani, yang juga memiliki sifat sungkan, serta Tante Tanti dan sepupunya, Gina. Di lingkungan kerja, ia menghadapi permintaan bantuan dari Renata, rekan kerja sekaligus ibu tunggal. Kehadiran Pak Rahmat, satpam kantor, dan Kalem, pengemudi ojek daring langganan Karina, turut menghadirkan dinamika komedi.

Di tengah kesibukannya, Karina mendapat dukungan dari adiknya, Dino, serta sahabatnya, Dilla dan Raka. Ia juga berusaha mewujudkan janji kepada mendiang ayahnya untuk menikmati festival lampion di Bali.

Perjalanan tersebut menjadi bagian dari kisah Karina dalam mengenali keinginannya sendiri, di tengah kebiasaan mendahulukan kebutuhan orang lain.

Mawar de Jongh menilai karakter Karina dekat dengan pengalaman orang-orang yang kerap lupa menyediakan ruang bagi diri sendiri.

“Film ini mengajak penonton mengingat bahwa menyayangi diri sendiri merupakan langkah awal untuk menyayangi orang lain dengan tulus,” ungkapnya.

Menghargai Diri Sendiri Tanpa Mengabaikan Orang Lain

Melalui cerita Karina, People Pleaser mengangkat tema tentang batasan diri, relasi sosial, dan keseimbangan antara membantu orang lain dengan memenuhi kebutuhan pribadi.

Pesan tersebut dibalut melalui situasi komedi, dinamika keluarga, dan persahabatan agar dapat dinikmati tanpa kesan menggurui. Penulis skenario Evelyn Afnilia juga menyoroti pengalaman serba salah yang sering muncul ketika seseorang harus memilih antara memenuhi permintaan orang lain dan mendahulukan dirinya sendiri.

Film ini turut dibintangi Ardit Erwandha, Ummi Quary, Fatih Unru, Vonny Cornellya, Surya Saputra, Cut Mini, Amel Carla, Taskya Namya, Sadana Agung, Arif Alfiansyah, dan Aci Resti.

People Pleaser dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 19 November 2026. Informasi lebih lanjut dapat diikuti melalui akun Instagram @peoplepleaserfilm dan @lytopictures. (Cmy)