DFSK E5 Plus Menguatkan Momentum PHEV di Indonesia dari GIIAS 2026
4 mins read

DFSK E5 Plus Menguatkan Momentum PHEV di Indonesia dari GIIAS 2026

10 Kali Dibaca

Lanskap, Tangerang – Gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 menjadi salah satu momentum penting bagi PT Sokonindo Automobile untuk memperkenalkan lebih luas teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) melalui DFSK E5 Plus.

Menjelang berakhirnya pameran di ICE BSD City, DFSK mencatat lebih dari 10.000 pengunjung dengan total 625 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).

Dari angka tersebut, DFSK E5 Plus menyumbang 380 SPK, SERES E1 sebanyak 125 SPK, dan Gelora E sebanyak 120 SPK.

Antusiasme terhadap E5 Plus juga terlihat dari aktivitas test drive. Dari lebih dari 700 aktivitas test drive di booth DFSK selama GIIAS 2026, sebanyak 427 dilakukan menggunakan E5 Plus.

Tingginya angka tersebut memperlihatkan bahwa teknologi PHEV mulai menarik perhatian konsumen yang ingin memahami kendaraan elektrifikasi tidak hanya melalui informasi, tetapi juga melalui pengalaman berkendara secara langsung.

Pengalaman Langsung Menjadi Bagian Penting Edukasi PHEV

Director Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, mengatakan tingginya aktivitas test drive menunjukkan bahwa masyarakat ingin mengenal teknologi PHEV secara langsung.

Menurutnya, pendekatan tersebut penting karena konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap teknologi elektrifikasi sekaligus semakin kritis dalam menentukan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan.

DFSK E5 Plus hadir sebagai SUV PHEV pertama DFSK di Indonesia yang menyasar segmen premium passenger vehicle.

Model ini menggunakan teknologi Smart Power System DEi, yang mengombinasikan tenaga listrik dengan mesin pembakaran internal.

Dengan combined range hingga 1.400 kilometer, E5 Plus mencoba menawarkan keseimbangan antara pengalaman berkendara elektrifikasi dan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.

PHEV Masih Membutuhkan Edukasi Pasar

Di tengah pertumbuhan kendaraan elektrifikasi, segmen PHEV masih memiliki porsi relatif kecil dibandingkan keseluruhan pasar kendaraan elektrifikasi.

Kondisi tersebut membuat proses edukasi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun pemahaman konsumen.

Terlebih, E5 Plus berada di segmen premium dan menawarkan teknologi yang masih tergolong baru bagi sebagian masyarakat Indonesia.

DFSK melihat penerimaan pasar sebagai sebuah proses yang membutuhkan waktu. Pengalaman langsung melalui test drive menjadi salah satu cara untuk membantu konsumen memahami teknologi sekaligus manfaat PHEV.

GIIAS 2026 kemudian menjadi salah satu titik awal bagi proses tersebut. Setelah pameran berakhir, DFSK akan melanjutkan edukasi dan pengenalan E5 Plus di berbagai wilayah.

Manufaktur Lokal Jadi Fondasi

Di sisi industri, E5 Plus memiliki nilai strategis karena telah diproduksi secara massal di fasilitas manufaktur DFSK di Cikande, Banten.

Fasilitas tersebut menerapkan standar Industry 4.0 dan menjadi bagian dari upaya DFSK memperkuat kemampuan manufaktur kendaraan berteknologi elektrifikasi di Indonesia.

Produksi lokal tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan produk, tetapi juga memperlihatkan upaya membangun kemampuan industri dan ekosistem otomotif yang dapat berkembang mengikuti transformasi kendaraan elektrifikasi.

Dengan fasilitas manufaktur lokal, DFSK memiliki fondasi untuk mengembangkan portofolio kendaraan elektrifikasi sekaligus menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar domestik.

Jaringan Penjualan dan Layanan Terus Diperluas

Momentum GIIAS akan dilanjutkan DFSK melalui penguatan jaringan penjualan dan layanan purnajual.

Perusahaan menargetkan penambahan dealer sekaligus perluasan service point hingga wilayah rural.

Pengenalan E5 Plus juga akan diperluas ke berbagai regional dan kota-kota besar.

Strategi tersebut tidak hanya bertujuan memperluas distribusi kendaraan, tetapi juga memberikan akses yang lebih besar bagi konsumen untuk mengenal teknologi, fitur, dan pengalaman berkendara PHEV.

“GIIAS adalah momentum, tetapi perjalanan kami tidak berhenti di pameran,” kata Cing Hok Rifin.

Ia menegaskan bahwa penerimaan terhadap E5 Plus akan dibangun secara bertahap melalui perluasan jaringan, peningkatan akses layanan, serta semakin banyak kesempatan bagi konsumen untuk merasakan kendaraan tersebut secara langsung.

Menempatkan PHEV dalam Transformasi Otomotif Nasional

Bagi DFSK, GIIAS 2026 tidak semata menjadi ajang untuk mengejar angka penjualan. Pameran tersebut juga menjadi ruang untuk memperkenalkan teknologi PHEV kepada masyarakat dan membangun pemahaman terhadap pilihan kendaraan elektrifikasi yang tersedia.

Kehadiran E5 Plus, fasilitas manufaktur lokal berstandar Industry 4.0, serta portofolio passenger dan commercial vehicle menjadi bagian dari fondasi DFSK menghadapi perubahan industri otomotif Indonesia.

Ke depan, perusahaan akan melanjutkan strategi melalui edukasi, ekspansi jaringan, dan pengalaman langsung konsumen.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat penerimaan terhadap DFSK E5 Plus sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi perkembangan segmen PHEV di Indonesia. (Rnie)