
Delegasi Uni Eropa Tinjau Konservasi Laut Minahasa Utara, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Biru Berkelanjutan
Lanskap, Minahasa Utara – Diplomasi lingkungan kembali diperkuat melalui kunjungan Delegasi Uni Eropa ke Minahasa Utara, Sulawesi Utara, dalam rangka meninjau implementasi program konservasi keanekaragaman hayati laut dan penguatan ekonomi biru.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kerja sama antara Pemerintah Indonesia, Uni Eropa, KfW German Development Bank, serta Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia Program dalam menjaga ekosistem Segitiga Terumbu Karang yang menjadi salah satu pusat biodiversitas laut terbesar di dunia.
Konservasi untuk Masa Depan Masyarakat Pesisir
Program yang telah berjalan sejak 2019 tidak hanya berorientasi pada perlindungan ekosistem laut, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perikanan berkelanjutan, pengembangan usaha lokal, hingga ekowisata berbasis masyarakat.
Delegasi mengunjungi sejumlah desa pesisir di Minahasa Utara untuk melihat secara langsung dampak program terhadap kehidupan masyarakat.
Kolaborasi Global untuk Ekonomi Biru
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, menegaskan bahwa konservasi laut merupakan investasi jangka panjang yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Sementara Pemerintah Indonesia menilai kolaborasi internasional menjadi kunci dalam memperkuat tata kelola kawasan konservasi sekaligus menjaga keberlangsungan sumber daya laut.
Hasil Nyata di Lapangan
Program ini telah memperkuat pengelolaan 21 kawasan konservasi laut, melindungi ribuan hektare terumbu karang, mangrove, serta padang lamun.
Selain itu, pendapatan nelayan meningkat melalui penerapan pengelolaan perikanan berbasis ekosistem, sementara kelompok masyarakat berhasil mengembangkan usaha pengolahan hasil laut, wisata bahari, dan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Ke depan, kolaborasi Indonesia dan Uni Eropa diharapkan semakin memperkuat implementasi ekonomi biru sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan sekaligus menjaga kekayaan laut Indonesia bagi generasi mendatang. (Heni)



