Dari Lapangan Desa ke Liga Elite, Begini Kiprah Program Sepak Bola Sports for Development AMMAN
6 mins read

Dari Lapangan Desa ke Liga Elite, Begini Kiprah Program Sepak Bola Sports for Development AMMAN

0 Kali Dibaca

Lanskap – Sepak bola bukan sekadar olahraga bagi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN). Melalui program Sports for Development (S4D), perusahaan menjadikan sepak bola sebagai sarana membangun karakter, kepemimpinan, disiplin, dan gaya hidup sehat bagi generasi muda di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Sejak mulai dikembangkan pada 2022, program ini terus berkembang menjadi ekosistem pembinaan yang melibatkan pemain, pelatih, wasit, sekolah sepak bola (SSB), asosiasi sepak bola, hingga klub profesional nasional dan internasional. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan olahraga yang dilakukan secara berkelanjutan mampu membuka jalan lahirnya talenta-talenta baru dari daerah.

Dimulai dari Penguatan Fondasi Pembinaan

Program sepak bola menjadi bagian dari portofolio Social Impact AMMAN melalui Sports for Development pada 2022. Fokus awalnya adalah memperkuat fondasi pembinaan olahraga di KSB melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penyelenggaraan kompetisi.

Pada tahap awal, AMMAN memberikan pelatihan kepada lebih dari 30 pelatih, 26 wasit, dan 16 anggota asosiasi sepak bola. Selain itu, sebanyak 33 tim yang melibatkan sekitar 726 pemain muda turut menjadi bagian dari proses pembinaan.

Pendekatan tersebut menjadi landasan untuk membangun ekosistem sepak bola yang tidak hanya menghasilkan atlet, tetapi juga memperkuat tata kelola olahraga di tingkat daerah.

Bersama PSS Sleman Menemukan Talenta Muda

Memasuki 2023, AMMAN menggandeng PSS Sleman untuk memperluas pembinaan melalui coaching clinic bagi pemain U-15 Kabupaten Sumbawa Barat.

Kegiatan pertama berlangsung pada Januari 2023 dengan melibatkan 50 pemain hasil seleksi Askab PSSI KSB. Selama dua hari, para peserta mendapatkan pelatihan langsung dari pemain profesional dan pelatih PSS Development Center.

Program ini menjadi awal dari proses pencarian bakat menuju AMMAN Football Fellowship, sebuah program beasiswa sepak bola yang memberikan kesempatan kepada pemain terbaik untuk menjalani pembinaan selama satu tahun di PSS Development Center Sleman sambil tetap melanjutkan pendidikan formal.

Pada Mei 2023, coaching clinic kembali digelar dengan peserta yang lebih banyak. Sekitar 80 pemain muda mengikuti seleksi yang akhirnya melahirkan 12 penerima AMMAN Football Fellowship.

Dua belas atlet tersebut adalah Muftin Al Mufti Anam, Nabil Nanda Wijaya, Hendra, Ramdani Saputra, M. Ridho Hamdani, M. Nabil Fitrah, Gibran Zaky, Irgi Ahmad, Duta Pahluwa Duana, Panji Dwinata, Ariel Agus Sopyan Britama, dan Michael Gabriel Lele.

Liga KSB Menjadi Ruang Tumbuh Sepak Bola Inklusif

Selain pembinaan individu, AMMAN juga membangun kompetisi yang berkelanjutan melalui Liga Sepak Bola KSB.

Bersama ASA Foundation, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, dan Askab PSSI KSB, liga dikembangkan tidak hanya untuk kategori dewasa, tetapi juga mencakup kelompok usia muda, perempuan, hingga penyandang disabilitas.

Liga Disabilitas yang digelar menjadi salah satu kompetisi sepak bola inklusif pertama di wilayah Indonesia Tengah, sekaligus memperlihatkan komitmen AMMAN dalam membuka kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat untuk berkembang melalui olahraga.

Borussia Dortmund Perkuat Pembinaan Bertaraf Internasional

Langkah besar berikutnya hadir pada November 2023 ketika AMMAN menjalin kemitraan strategis selama dua tahun dengan klub Bundesliga Jerman, Borussia Dortmund (BVB).

Kerja sama ini menjadikan AMMAN sebagai perusahaan tambang pertama di Indonesia yang memiliki kemitraan jangka panjang dengan klub sepak bola profesional Eropa dalam pengembangan talenta muda.

Kolaborasi tersebut mencakup coaching clinic, pelatihan pelatih dan pemain, penguatan kapasitas ASKAB, penyediaan perlengkapan olahraga, hingga kesempatan mengikuti pelatihan di BVB Evonik Football Academy.

BVB juga memberikan pendampingan teknis melalui workshop dan pelatihan yang melibatkan pelatih lokal serta pengurus sepak bola Kabupaten Sumbawa Barat.

Pembinaan Semakin Luas pada 2024

Memasuki 2024, program Sports for Development berkembang semakin komprehensif.

Kolaborasi antara AMMAN, Borussia Dortmund, dan PSS Sleman menghadirkan rangkaian kegiatan seperti Talent Scouting, Coaching Clinic, Goes to Sekolah Sepak Bola, Sharing Session, Workshop, dan Seminar.

Lebih dari 500 talenta muda, termasuk pemain perempuan, atlet penyandang disabilitas, serta pelatih lokal mendapatkan pelatihan mengenai teknik sepak bola, taktik permainan, penguatan fisik, mental, nutrisi, hingga psikologi olahraga.

Pada Agustus 2024, sebanyak 32 pemain muda terbaik diberangkatkan ke Yogyakarta untuk mengikuti Trial Football Training dalam program AMMAN Football Fellowship 2024/2025.

Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Mencetak Atlet

Selain fokus pada pemain, AMMAN juga memperkuat kapasitas pelatih dan organisasi sepak bola daerah.

Bersama Persija Jakarta dan PSSI, perusahaan mendukung penyelenggaraan Sertifikasi Lisensi D bagi pelatih sepak bola Kabupaten Sumbawa Barat.

Sementara itu, Liga KSB musim 2024–2025 berkembang menjadi kompetisi yang melibatkan 20 tim U-15 putra, 16 tim U-19 putri, serta lima tim penyandang disabilitas.

Program ini juga mendorong penerapan tata kelola kompetisi yang lebih profesional melalui penyusunan SOP, modul pelatihan, serta penguatan kapasitas Askab PSSI KSB.

Dampak Nyata Mulai Terlihat

Hingga 2025, Sports for Development telah memberikan manfaat langsung kepada 41 tim sepak bola usia muda, 674 pemain muda, 50 atlet penyandang disabilitas, serta 151 pelatih, wasit, dan manajer klub.

Program ini tidak hanya melahirkan atlet, tetapi juga membuka peluang kerja baru dalam penyelenggaraan kompetisi, mulai dari petugas lapangan, keamanan, hingga manajemen pertandingan.

Keberhasilan pembinaan juga terlihat dari kiprah alumni AMMAN Football Fellowship.

Gibran Zaky dan Muhammad Nabil Fitrah berhasil menembus Elite Pro Academy (EPA) PSS Sleman U-16 setelah menjalani pembinaan selama satu tahun di Sleman. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa jalur pembinaan yang dibangun AMMAN mampu menghasilkan pemain yang bersaing di level nasional.

Memasuki Tahun Ketiga, Hasilnya Mulai Terlihat

Pada 2026, Talent Scouting PSS Sleman x AMMAN Football Fellowship memasuki tahun ketiga dengan melibatkan 42 Sekolah Sepak Bola di Kabupaten Sumbawa Barat. Dampak program mulai terlihat pada skuad Askab PSSI Kabupaten Sumbawa Barat yang dipersiapkan menghadapi Porprov NTB XII 2026. Dari 24 pemain yang terpilih, sebanyak 16 pemain merupakan alumni AMMAN Football Fellowship.

Melihat tingginya minat dan kualitas peserta, kuota Fellowship juga ditingkatkan menjadi 12 peserta.

Perjalanan Sports for Development menunjukkan bahwa investasi dalam pembinaan olahraga tidak hanya menghasilkan prestasi di lapangan, tetapi juga membangun karakter, kepemimpinan, kepercayaan diri, dan masa depan generasi muda. Melalui kolaborasi bersama PSS Sleman, Borussia Dortmund, Persija Jakarta, ASA Foundation, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, AMMAN terus memperkuat ekosistem sepak bola di Kabupaten Sumbawa Barat sebagai bagian dari komitmennya menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. (Hnd)