
Archipelago Hotels Hadirkan Promo Long Weekend 2026, Diskon Menginap hingga 40%
Lanskap, Jakarta – Memasuki pertengahan tahun 2026, Archipelago Hotels, grup manajemen hotel swasta terbesar di Asia Tenggara, resmi meluncurkan kampanye strategis bertajuk Time Out, Relax. Program ini menawarkan diskon hingga 40% untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan akomodasi selama periode long weekend pada Mei hingga Juni 2026.
Promo ini hadir menyambut sejumlah momentum libur panjang nasional, di antaranya Hari Buruh Internasional (1 Mei), Kenaikan Yesus Kristus (14 Mei), dan Idul Adha (27 Mei). Penawaran berlaku di lebih dari 140 properti Archipelago Hotels yang tersebar di berbagai kota besar dan destinasi wisata di Indonesia.
Mulai dari kota bisnis seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan hingga destinasi favorit wisatawan seperti Bali, Yogyakarta, dan Lombok, seluruh tamu dapat menikmati pengalaman menginap dengan harga spesial.
“Melalui Time Out, Relax, kami menghadirkan solusi perjalanan yang relevan dengan dinamika masyarakat yang praktis, fleksibel, dan tetap berkualitas. Kami ingin memastikan setiap tamu bisa beristirahat sejenak dengan harga yang sangat kompetitif di berbagai destinasi pilihan mereka,” ujar Chris Legaspi.
Detail Program Time Out, Relax
Program ini dirancang untuk memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi tamu dalam merencanakan perjalanan:
- Diskon hingga 40% untuk seluruh pemesanan selama periode kampanye
- Periode Pemesanan: 1–31 Mei 2026
- Periode Menginap: 1 Mei–30 Juni 2026
- Pilihan Paket: Room Only dan Room with Breakfast
- Berlaku di lebih dari 140 hotel di seluruh Indonesia
- Mencakup berbagai brand seperti Aston, The Alana, Harper, Quest Hotels, Hotel Neo, fave, dan Kamuela Villas
Promo ini tersedia secara eksklusif melalui direct booking di website resmi Archipelago Hotels maupun kanal resmi masing-masing hotel dan brand.
Selain menghadirkan penawaran menarik bagi wisatawan, kampanye ini juga menjadi bagian dari komitmen Archipelago Hotels dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional dan mendorong distribusi wisatawan ke berbagai daerah di Indonesia.
Dengan jaringan hotel yang tersebar di kota-kota sekunder seperti Makassar, Medan, hingga Lombok, program ini diharapkan mampu turut menggerakkan ekonomi lokal dan memperluas destinasi wisata pilihan masyarakat. (Hnd)



