SMK Triwijaya Bogor Cetak Kelulusan 100 Persen untuk Siswa Kelas XII

SMK Triwijaya Bogor Cetak Kelulusan 100 Persen untuk Siswa Kelas XII

Lanskap, Bogor – SMK Triwijaya Bogor menggelar pertemuan bersama orang tua siswa kelas XII dalam rangka penyampaian pengumuman kelulusan siswa tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan berlangsung di ruang aula sekolah pada Rabu, 6 Mei 2026 mulai pukul 13.00 WIB.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Padat Karya, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tersebut menyampaikan bahwa seluruh siswa kelas XII dinyatakan lulus 100 persen. Jumlah lulusan mencapai 92 siswa yang terdiri dari tiga jurusan, yakni Teknik Sepeda Motor (TSM) sebanyak 32 siswa, Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) sebanyak 28 siswa, serta Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) sebanyak 29 siswa.

Suasana haru dan bahagia tampak menyelimuti aula sekolah saat para orang tua menerima tanda kelulusan dari pihak sekolah. Kegiatan ini juga dihadiri kepala sekolah, dewan guru, karyawan sekolah, personel Bhabinkamtibmas Polsek Cijeruk/Cigombong, Aipda Bambang Eko Saputra serta Babinsa Koramil Cijeruk/Cigombong Serka Yanto sebagai bentuk dukungan terhadap proses pendidikan para siswa.

Kepala sekolah, Saepudin Suherman, S.Pd, SH, MM menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan seluruh siswa menyelesaikan pendidikan di SMK Triwijaya.

“Setelah membersamai siswa selama tiga tahun lengkap dengan segala dinamika dan persoalan pembelajaran lainnya, alhamdulillah mulai saat ini secara resmi saya bersama para guru di SMK Triwijaya Bogor menyerahkan kembali pendampingan anak kepada bapak dan ibu sekalian. Mulai saat ini tanggung jawab sepenuhnya ada pada orang tua, apakah anak akan melanjutkan kuliah, bekerja, atau berwirausaha. Yang terpenting mereka mampu memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh di sekolah ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakasek Kurikulum, Maman Sulaeman menjelaskan bahwa pengumuman kelulusan sengaja dilaksanakan tanpa menghadirkan siswa guna menghindari euforia berlebihan seperti konvoi dan aksi corat-coret yang tidak selaras dengan tujuan pendidikan.

“Selepas pengumuman ini, orang tua diharapkan tetap melanjutkan pendampingan kepada anak-anaknya dengan memikirkan rencana terbaik bagi masa depan mereka. Selain itu, karakter baik yang telah diajarkan sekolah juga harus tetap dijaga demi menjaga nama baik sekolah saat mereka terjun di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan diawali dengan doa bersama dan ditutup dengan doa serta harapan terbaik bagi seluruh lulusan agar mampu melanjutkan perjalanan hidup dengan baik, baik di dunia kerja, pendidikan tinggi, maupun wirausaha. (Ckr03)