
502 Atlet dari 439 Sekolah Ikuti Kejuaraan Renang Antar Pelajar Jabodetabek Series II
Lanskap, Jakarta โ Sebanyak 502 atlet dari 439 sekolah mengikuti Kejuaraan Renang Antar Pelajar Jabodetabek Series II di Stadion Renang Bulungan, Jakarta, Sabtu (22/8/2026).
Kejuaraan tersebut merupakan kolaborasi Klub Olahraga Prestasi Renang Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan Pengprov Akuatik DKI Jakarta. Penyelenggara menargetkan kompetisi dapat berlangsung secara konsisten sebagai bagian dari pembinaan atlet renang pelajar.
Ketua Klub Olahraga Prestasi Renang UNJ, Ericho To’an Salastino, mengatakan tingginya partisipasi peserta menunjukkan antusiasme terhadap pembinaan olahraga renang di kalangan pelajar.
“Besarnya animo para atlet yang tampil memberikan nuansa cukup membanggakan bagi pembibitan dan pembinaan atlet renang di Jakarta,” kata Ericho.
Ia mengatakan peserta berasal dari berbagai wilayah di Jabodetabek. Jakarta Selatan menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 124 atlet dari 106 sekolah.
Jakarta Timur menyusul dengan 111 atlet dari 101 sekolah. Kemudian Depok sebanyak 52 atlet dari 44 sekolah, Bekasi 40 atlet dari 33 sekolah, Jakarta Utara 35 atlet dari 28 sekolah, dan Jakarta Pusat 32 atlet dari 30 sekolah.
Adapun Jakarta Barat mengirimkan 31 atlet dari 28 sekolah, Kabupaten Bogor 28 atlet dari 27 sekolah, Kota Tangerang Selatan 15 atlet dari 10 sekolah, Kota Bogor 14 atlet dari 13 sekolah, Bekasi 11 atlet dari 11 sekolah, serta Tangerang 9 atlet dari 9 sekolah.
Ericho menilai kompetisi renang pelajar diperlukan untuk mengisi keterbatasan wadah pertandingan yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
Menurut dia, pembinaan atlet membutuhkan ekosistem kompetisi yang mampu menjadi jembatan dari level pelajar menuju jenjang profesional.
“Menyadari bahwa prestasi olahraga dunia tidak lahir dari proses instan, kami memandang perlu adanya ekosistem kompetisi yang mampu menjembatani transisi atlet dari tingkat pelajar menuju jenjang profesional secara terukur,” ujarnya.
Ia menyebut kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk mengukur kemampuan atlet, tetapi juga bagian dari proses regenerasi atlet renang.
“Kami percaya bahwa kompetisi yang berkualitas adalah fondasi utama dalam menciptakan regenerasi atlet yang kompetitif, tangguh, dan berdaya saing global,” katanya.
Kejuaraan ini turut melibatkan Badan Pembina Olahraga Pelajar Provinsi DKI Jakarta dan Yayasan Penggerak Olahraga Indonesia.
Sejumlah nomor yang dipertandingkan meliputi gaya bebas, gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu.
Penyelenggara berharap kejuaraan tersebut dapat menjadi wadah untuk menghasilkan catatan waktu yang valid serta membangun kompetisi renang pelajar yang profesional dan berkelanjutan.
“Semoga ke depannya kejuaraan renang yang berkolaborasi antara Klub Olahraga Prestasi Renang Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan Pengprov Akuatik DKI Jakarta berjalan konsisten,” kata Ericho. (Hnd)



