TOP Coffee Bawa Budaya Berbagi Kopi ke 4 Kota pada Hari Kopi Sedunia
2 mins read

TOP Coffee Bawa Budaya Berbagi Kopi ke 4 Kota pada Hari Kopi Sedunia

0 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – Kopi semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia, bukan hanya sebagai minuman, tetapi juga sebagai bagian dari interaksi sosial dan ruang untuk menikmati waktu bersama.

Momentum tersebut dimanfaatkan TOP Coffee melalui kampanye “Rasa TOP Coffee, #SerasaDiCafe” dalam rangka memperingati Hari Kopi Sedunia.

TOP Coffee menyiapkan 10.000 gelas Kopi Kreasi Cafe gratis yang akan dibagikan kepada masyarakat di empat kota di Indonesia.

Berdasarkan survei Jakpat terhadap 1.238 responden pada April 2026, kopi menjadi salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi. Sebanyak 72 persen responden mengaku mengonsumsi kopi dalam enam bulan terakhir, sementara 58 persen mengonsumsi kopi setidaknya sekali setiap hari.

Data tersebut menunjukkan bahwa kopi telah menjadi bagian dari rutinitas masyarakat. Namun, pengalaman menikmati kopi ala kafe belum tentu dapat dirasakan semua orang secara rutin.

Melalui #SerasaDiCafe, TOP Coffee berupaya membawa pengalaman tersebut ke ruang-ruang yang lebih dekat dengan masyarakat.

Partisipasi Masyarakat Jadi Bagian dari Kampanye

Kampanye juga melibatkan masyarakat melalui media sosial. Melalui akun Instagram @topcoffeeid, TOP Coffee mengajak masyarakat memberikan ide kreasi kopi favorit mereka.

Mekanismenya menggunakan konsep “1 Comment TOP People = 1 Kopi Kreasi Cafe GRATIS”.

Masyarakat cukup mengikuti akun @topcoffeeid, menyukai tiga postingan terakhir, kemudian menuliskan ide kreasi kopi ala kafe yang mereka sukai.

Dari aktivitas tersebut, TOP Coffee menyiapkan pembagian 10.000 gelas kopi gratis di empat kota, dengan alokasi 2.500 gelas per kota.

Empat varian yang disiapkan adalah TOP White Blossom, TOP Cappuccino Tiramisu, TOP Aren Marie, dan TOP Tropical Black.

Kopi Hadir di Tengah Aktivitas Warga

Jakarta menjadi titik awal rangkaian aktivasi nasional.

Pada 1 Oktober, Kak Kev hadir di SMA 30 Jakarta. Dua hari kemudian, Haruka Nakagawa menyapa masyarakat di kawasan Plaza 2 Blok M. Aktivasi berikutnya berlangsung di Stasiun KRL Bogor pada 6 Oktober.

Kehadiran di ruang publik tersebut menunjukkan bagaimana aktivitas minum kopi dapat beriringan dengan berbagai rutinitas masyarakat, mulai dari kegiatan sekolah hingga perjalanan menggunakan transportasi publik.

“Semoga secangkir kopi ini bisa membuat momen yang sederhana terasa sedikit lebih spesial dan tentunya #SerasaDiCafe,” ujar Kev.

Haruka juga melihat kopi sebagai bagian dari momen kebersamaan masyarakat di ruang publik.

“Berbagi TOP Coffee di sini cocok banget karena kopi memang sering jadi teman untuk menikmati momen bersama,” tuturnya.

Setelah Jakarta, kampanye berlanjut ke Bandung dengan menghadirkan Ari Ilham dan kemudian diteruskan ke kota-kota lainnya.

Bagi TOP Coffee, rangkaian tersebut bukan semata-mata pembagian produk gratis, tetapi juga upaya menciptakan ruang interaksi dengan masyarakat melalui kebiasaan yang telah melekat dalam keseharian: menikmati kopi.

Dengan 10.000 gelas kopi yang dibagikan di empat kota, kampanye #SerasaDiCafe menjadi bagian dari perayaan Hari Kopi Sedunia sekaligus ajakan untuk menikmati momen sederhana bersama orang-orang di sekitar. (Rnie)