Tiga Jenjang Pendidikan, Satu Kompetisi: Talenta Yogyakarta Melaju ke Grand Final TGML 2026
3 mins read

Tiga Jenjang Pendidikan, Satu Kompetisi: Talenta Yogyakarta Melaju ke Grand Final TGML 2026

1 Kali Dibaca

Lanskap, Yogyakarta โ€“ Matematika kerap identik dengan angka, rumus, dan soal. Namun, dalam The Genius Math League (TGML) 2026, tantangannya berkembang menjadi persoalan tentang bagaimana seseorang berpikir, membaca situasi, menyusun strategi, dan mengambil keputusan dalam waktu terbatas.

Hal itu terlihat dalam Regional Offline Qualification TGML 2026 di Yogyakarta, Sabtu (19/9/2026).

Dari ajang yang berlangsung di Ruang Seminar Driyarkara, Auditorium Sanata Dharma, tiga peserta dari jenjang pendidikan berbeda berhasil melaju ke Grand Final. Mereka adalah Kent Marcello Cendekia, siswa kelas 7 SMP Kesatuan Bangsa; Radam Gumelar, mahasiswa Teknologi Sains Data Universitas Airlangga; dan Alvaro Allinson Kristanto, siswa kelas 6 SD Kanisius Keprabon 02 Surakarta.

Ketiganya menjadi tiga peserta terbaik Yogyakarta dan memperoleh Boarding Pass menuju Grand Final yang akan berlangsung di ICE BSD, Tangerang.

Ketika Usia Bukan Batas

Salah satu hal menarik dari kompetisi ini adalah pertemuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan.

Siswa sekolah dasar, siswa sekolah menengah, mahasiswa, hingga peserta umum dapat berada dalam rangkaian kompetisi yang sama.

Perbedaan pengalaman belajar membuat setiap peserta memiliki cara masing-masing dalam menghadapi persoalan. Namun, seluruh peserta tetap berhadapan dengan tantangan yang sama: berpikir cepat, menjaga akurasi, membaca pola, dan menentukan strategi.

Di Yogyakarta, rangkaian kompetisi berlangsung melalui Elimination Circuit, Precision Sprint, dan Gauntlet.

Tahapan tersebut memberikan tekanan waktu sekaligus menguji kemampuan peserta dalam mempertahankan konsentrasi ketika harus mengambil keputusan dengan cepat.

Matematika sebagai Cara Berpikir

Project Manager The Genius Math League, Raadhiyah Mardhiyyah, mengatakan kemampuan matematika seharusnya tidak dilihat hanya berdasarkan usia maupun jenjang pendidikan.

โ€œKami ingin memberikan kesempatan yang sama bagi setiap peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka, bukan hanya dalam menjawab soal, tetapi juga dalam berpikir cepat, mengambil keputusan, dan menemukan strategi terbaik.โ€

Pendekatan tersebut membuat matematika ditempatkan lebih luas sebagai bagian dari kemampuan berpikir.

Peserta tidak hanya dituntut mengetahui cara memperoleh jawaban, tetapi juga memahami persoalan dan menentukan langkah yang paling tepat ketika waktu menjadi bagian dari tantangan.

Belajar di Luar Soal Matematika

Pengalaman peserta di Yogyakarta juga tidak berhenti pada kompetisi.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta mengikuti Math Workshop dan sesi tanya jawab. Ada pula Financial Education Workshop yang memperkenalkan penerapan kemampuan analisis dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Kemampuan membaca pola, menganalisis informasi, memahami persoalan, dan mengambil keputusan menjadi bagian dari materi yang diperkenalkan.

People Management Division Head at TechConnect, Shaffreddie Afini Noor, mengatakan TGML menjadi salah satu ruang untuk melihat dan mengembangkan potensi talenta dari berbagai latar belakang.

Menurutnya, kemampuan berpikir kritis, logis, dan memecahkan masalah merupakan kompetensi yang semakin penting untuk menghadapi tantangan masa depan.

Tantangan Berikutnya di ICE BSD

Bagi Kent, Radam, dan Alvaro, tiket dari Yogyakarta menjadi awal menuju tantangan berikutnya.

Mereka akan bertemu dengan para finalis dari regional lain dalam Grand Final The Genius Math League 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23โ€“24 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang.

TGML 2026 menjadi bagian dari rangkaian Sinar Mas Digital Day 2026 dengan total hadiah mencapai Rp1 miliar.

Sementara itu, kesempatan bagi peserta lain masih terbuka melalui Regional Online Qualification The Genius Math League 2026.

Dari sebuah kompetisi matematika, panggung TGML mempertemukan peserta dengan usia dan pengalaman belajar yang berbeda. Di Yogyakarta, tiga di antaranya kini bersiap membawa kemampuan berpikir mereka ke babak Grand Final. (Hnd)