Start P8, Finis Kedua! Veda Ega Pratama Bikin Sepang Panas, Podium Ditutup Belalang Goreng
3 mins read

Start P8, Finis Kedua! Veda Ega Pratama Bikin Sepang Panas, Podium Ditutup Belalang Goreng

1 Kali Dibaca

Lanskap.id, Sepang – Veda Ega Pratama menyuguhkan pertunjukan menarik di Moto3 Grand Prix Malaysia 2026. Memulai balapan dari posisi kedelapan, pembalap Honda Team Asia itu sukses merebut podium kedua setelah melewati pertarungan sengit selama 15 lap di Sirkuit Internasional Sepang, Minggu (1/11/2026).

Hasil ini menjadi podium kedua Veda sepanjang musim debutnya di Moto3, setelah sebelumnya finis ketiga di Grand Prix Brasil.

Veda datang ke Malaysia dengan misi bangkit setelah gagal berlomba di Phillip Island, Australia, meski sebelumnya merebut pole position. Di Sepang, ia harus memulai balapan dari baris ketiga dan menghadapi sederet pembalap yang siap bertarung memperebutkan podium.

Begitu lampu start padam, persaingan langsung memanas. Maximo Quiles yang memulai dari pole position berusaha mengamankan posisi terdepan, tetapi David Almansa berhasil mengambil alih pimpinan lomba di Tikungan 2.

Sementara itu, Veda harus berjuang memperbaiki posisinya setelah sempat turun ke urutan kesembilan. Namun, pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut segera bangkit. Pada akhir lap pertama, ia sudah merangsek ke posisi kelima.

Veda mulai masuk dalam persaingan kelompok depan. Di hadapannya ada Almansa, Quiles, Alvaro Carpe, dan pembalap tuan rumah Hakim Danish. Kelima pembalap ini kemudian terlibat pertarungan ketat, dengan posisi yang terus berubah seiring berlangsungnya balapan.

Pada lap kelima, Quiles mengambil alih pimpinan lomba setelah menyalip Almansa di Tikungan 15. Pembalap Spanyol itu kemudian meningkatkan kecepatannya dan mulai menjauh dari rombongan pengejar.

Persaingan justru semakin panas di belakangnya. Veda perlahan merangsek ke barisan depan, menyalip para rivalnya, dan mulai mengincar posisi podium.

Memasuki lap kedelapan, Veda sudah berada di posisi ketiga. Tak lama kemudian, ia berhasil merebut posisi kedua. Namun, tempat tersebut belum aman. Carpe, Almansa, dan Danish terus memberikan tekanan, memaksa Veda berulang kali bertarung untuk mempertahankan posisinya.

Drama berlanjut ketika balapan memasuki empat lap terakhir. Veda sempat melorot ke posisi keempat setelah disalip Carpe dan Danish. Peluang podium yang sebelumnya berada dalam genggaman kembali terancam.

Namun, Veda belum selesai.

Dengan balapan memasuki fase penentuan, ia kembali menyerang dan merebut posisi kedua ketika lomba menyisakan tiga lap. Kali ini, tantangannya bukan sekadar menyalip, melainkan bertahan dari serangan para rival yang terus membayangi.

Lap terakhir menjadi ujian sesungguhnya bagi Veda.

Carpe dan Danish berusaha mencari celah untuk merebut posisi kedua. Ketegangan memuncak menjelang tikungan terakhir, ketika Danish melancarkan serangan tetapi melebar. Carpe memanfaatkan situasi tersebut untuk mengamankan posisi ketiga.

Di tengah persaingan itu, Veda berhasil menjaga motornya tetap berada di jalur yang tepat dan mempertahankan posisi kedua hingga garis finis.

Quiles keluar sebagai pemenang dengan keunggulan hampir empat detik. Veda menyusul di posisi kedua, sedangkan Carpe melengkapi podium. Danish harus puas finis keempat.

Bagi Veda, hasil ini bukan sekadar tambahan 20 poin. Ia berhasil mengubah posisi start kedelapan menjadi finis kedua, melewati pertarungan yang berlangsung sejak lap pertama hingga tikungan terakhir.

Dari Duel Panas ke Belalang Goreng di Podium

Setelah ketegangan di lintasan berakhir, suasana berubah menjadi lebih santai saat para pembalap merayakan hasil balapan di podium.

Veda menghadirkan momen unik ketika menawarkan belalang goreng kepada sang pemenang, Maximo Quiles.

Pemandangan tersebut menjadi kontras dengan pertarungan sengit yang baru saja mereka lewati. Beberapa saat sebelumnya, keduanya beradu kecepatan di lintasan dengan tekanan tinggi. Kini, Veda justru membawa camilan tak biasa untuk ditawarkan kepada rival yang berdiri di podium tertinggi.

Momen itu memperlihatkan sisi jenaka pembalap muda Indonesia tersebut. Di lintasan, ia tampil agresif dan berani meladeni serangan lawan. Di podium, ia mencairkan suasana dengan cara yang jauh dari kesan tegangnya balapan.

Sepang pun menjadi akhir pekan yang manis bagi Veda. Dari posisi kedelapan di garis start, ia berhasil mengamankan podium kedua melalui perjuangan sepanjang 15 lap.

Dan setelah duel sengit melawan para pembalap terbaik Moto3, Veda punya satu kejutan lain untuk sang juara: belalang goreng! (Haaq)