
Rumah Belajar Digital “Hamonangan Kita Semua” Hadir di Jaksel, Usung Konsep Hybrid & Literasi Digital
Lanskap, Jakarta – Di tengah tantangan kesenjangan akses pendidikan dan rendahnya literasi digital di kalangan pelajar, Rumah Belajar Digital & Kebudayaan “Hamonangan Kita Semua” hadir sebagai solusi baru di Jakarta Selatan.
Mengusung konsep hybrid learning, lembaga ini memadukan pembelajaran digital dengan pendampingan langsung dari tenaga pengajar Yayasan Hati Kita Serupa. Kehadirannya juga mendapat dukungan dari August Hamonangan sebagai pembina.
Menurut pendirinya, Hudson Sinaga, nama “Hamonangan Kita Semua” mencerminkan semangat kemenangan dalam belajar yang bisa dimiliki semua siswa. “Kami ingin siswa belajar fleksibel, tapi tetap terpantau dan terukur hasilnya,” ujarnya.
Program ini ditujukan bagi siswa SD kelas 4 hingga SMA dengan sistem belajar kombinasi tatap muka dan digital. Setiap minggu, siswa mengikuti satu sesi pertemuan langsung selama 120 menit, serta mendapatkan akses ke Learning Management System (LMS) yang berisi video pembelajaran, kuis interaktif melalui Quizizz, tugas digital, dan rekaman kelas.
Tidak hanya itu, siswa juga akan mendapatkan sertifikat bulanan dan dapat mengikuti try out berbasis CBT untuk persiapan ujian. Orang tua pun bisa memantau perkembangan anak secara real-time tanpa harus menunggu rapor semester.
Fokus utama pada tahap awal adalah literasi digital dan kebudayaan. Siswa dibekali kemampuan penting seperti mengenali hoaks, menjaga keamanan data, hingga membuat presentasi menggunakan Canva.
Beroperasi di wilayah Pasar Minggu dan Tebet, program ini menargetkan 150 siswa dalam tiga bulan pertama. Menariknya, untuk periode pendaftaran April 2026, seluruh program dibuka secara gratis, termasuk akses LMS dan try out.
Kelas perdana dijadwalkan mulai Mei 2026, sekaligus menjadi momentum peluncuran resmi bagi masyarakat yang ingin mencoba sistem belajar modern yang lebih fleksibel dan relevan dengan era digital. (Hnd)



