Ringgo Agus Rahman Jalani Transplantasi Rambut Tahap Kedua, Siapkan Penampilan untuk Karakter Baru
3 mins read

Ringgo Agus Rahman Jalani Transplantasi Rambut Tahap Kedua, Siapkan Penampilan untuk Karakter Baru

5 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – Rambut bagi Ringgo Agus Rahman bukan hanya persoalan penampilan. Sebagai aktor, rambut menjadi salah satu elemen yang dapat mendukung pembentukan karakter dalam sebuah film maupun serial.

Atas pertimbangan tersebut, Ringgo kembali menjalani transplantasi rambut di Farmanina Hair & Aesthetic Clinic. Prosedur yang dilakukan pada Agustus 2026 ini merupakan tahap kedua setelah tindakan pertama sekitar tiga tahun sebelumnya.

Tindakan lanjutan tersebut bukan dilakukan karena prosedur sebelumnya tidak berhasil. Sejak awal, penanganan rambut Ringgo memang dirancang dalam beberapa tahap dengan mempertimbangkan kondisi rambut serta ketersediaan area donor.

Dr. Cintawati Farmanina, M.Biomed (AAM), yang menangani Ringgo, mengatakan prosedur pertama diprioritaskan untuk memperbaiki hairline, menutup bekas luka, serta mengisi area crown yang mengalami penipisan.

“Pada tindakan pertama, prioritas kami adalah memperbaiki area hairline, menutup bekas luka, serta mengisi area crown yang mengalami penipisan,” jelasnya.

Keterbatasan folikel donor membuat penanganan tidak dilakukan sekaligus pada seluruh area yang membutuhkan perhatian.

Menjaga Area Donor

Dalam transplantasi rambut, ketersediaan area donor menjadi salah satu pertimbangan utama. Setiap orang memiliki kapasitas donor yang berbeda sehingga penggunaannya perlu diatur berdasarkan kebutuhan dan prioritas.

Setelah menjalani prosedur pertama, Ringgo mengikuti rangkaian perawatan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas area donor.

Sekitar tiga tahun kemudian, evaluasi dilakukan untuk melihat kesiapan area tersebut. Pada tahap kedua, Ringgo menjalani transplantasi dengan teknik DHI atau Direct Hair Implantation.

“Pendekatannya memang bertahap. Kami ingin memastikan kualitas donor tetap terjaga sehingga kepadatan rambut dapat ditingkatkan secara optimal tanpa mengorbankan hasil jangka panjang,” kata dr. Cintawati.

Tak Perlu ke Luar Negeri

Ringgo memilih Indonesia untuk menjalani prosedur tersebut. Pengalaman orang-orang di sekitarnya menjadi salah satu alasan dalam menentukan pilihan klinik.

Ia melihat sejumlah rekan artis mendapatkan hasil transplantasi rambut yang menurutnya memuaskan meski menjalani prosedur di Indonesia.

“Saya melihat banyak teman-teman artis yang hasil transplantasinya bagus dan mereka mengerjakannya di Indonesia,” ujar Ringgo.

Selain itu, kemudahan melakukan kontrol dan after care menjadi pertimbangan tersendiri. Transplantasi rambut membutuhkan proses pertumbuhan sehingga hasil akhirnya tidak dapat dilihat dalam waktu singkat.

Bagian dari Investasi Karier

Bagi Ringgo, kondisi rambut memiliki hubungan langsung dengan pekerjaannya sebagai aktor. Rambut yang lebih penuh dan natural dapat memberikan fleksibilitas lebih besar dalam membangun karakter.

Ia berharap tidak selalu bergantung pada wig atau penataan khusus ketika membutuhkan tampilan tertentu untuk sebuah peran.

“Buat saya, rambut itu juga bagian dari pekerjaan. Kalau kondisinya lebih baik, saya jadi punya lebih banyak pilihan untuk membangun karakter,” tuturnya.

Farmanina Hair & Aesthetic Clinic menyebut permintaan terhadap prosedur transplantasi rambut meningkat empat kali lipat sepanjang 2023–2026 berdasarkan data internal klinik.

Dr. Cintawati menilai perkembangan teknologi dan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kondisi rambut turut membuat transplantasi rambut semakin dikenal sebagai salah satu pilihan dalam menangani kerontokan dan penipisan rambut.

Ringgo sendiri memandang prosedur tersebut sebagai investasi untuk menunjang pekerjaannya. Ia berharap pertumbuhan rambut yang semakin rapat dan natural nantinya dapat membuka lebih banyak ruang untuk mengeksplorasi karakter dalam proyek film dan serial berikutnya. (Hnd)