PT Vale Indonesia Perkuat Edukasi Pertambangan Berkelanjutan di UPN Veteran Yogyakarta
3 mins read

PT Vale Indonesia Perkuat Edukasi Pertambangan Berkelanjutan di UPN Veteran Yogyakarta

0 Kali Dibaca

Lanskap.id, Yoogyakarta –  Pengembangan industri pertambangan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, inovasi, dan tanggung jawab sosial. Pemahaman tersebut menjadi salah satu fokus PT Vale Indonesia Tbk melalui program Vale Goes to Campus – Sustainability Mining for The Future.

Program yang mempertemukan industri dan dunia akademik ini memasuki penyelenggaraan keempat di UPN “Veteran” Yogyakarta, Kamis (29/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 170 mahasiswa dari berbagai program studi untuk membahas praktik pertambangan yang bertanggung jawab serta tantangan keberlanjutan industri mineral di Indonesia.

Sebelumnya, program Vale Goes to Campus telah diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kehadiran di UPN “Veteran” Yogyakarta menjadi bagian dari upaya memperluas dialog antara pemerintah, perusahaan, akademisi, dan mahasiswa.

Mengusung tema “From Project Development to Sustainable Operations: Engineering Responsible Mining for the Future”, kegiatan ini diselenggarakan bersama UPN “Veteran” Yogyakarta dengan dukungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia.

Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. RM. Basuki Rahmad, M.T., IPU. Selanjutnya, R. Yudi Pratama, Koordinator Perencanaan Produksi dan Pemasaran Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, menyampaikan materi mengenai pentingnya perencanaan dan penerapan kaidah pertambangan yang baik atau Good Mining Practices dalam pengelolaan sumber daya mineral nasional.

Diskusi menghadirkan Head of Permit Management PT Vale Indonesia Tbk, Muharam Zamzam; Dosen Teknik Pertambangan UPN “Veteran” Yogyakarta, Shofa Rijalul Haq, S.T., M.Eng., Ph.D.; serta Duta Minerba Goes to Vale Indonesia Site 2025, Kaayla Sophia Sidharta.

Para pembicara membahas penerapan prinsip keberlanjutan sejak tahap pengembangan proyek hingga operasional pertambangan. Pembahasan mencakup pemanfaatan teknologi, pengelolaan risiko, serta upaya pemulihan dan perlindungan lingkungan.

Muharam Zamzam menekankan bahwa keberlanjutan perlu menjadi bagian dari perencanaan dan pengambilan keputusan sejak awal kegiatan pertambangan, bukan hanya dilakukan setelah operasi berakhir.

“Tantangannya bukan memilih salah satu, melainkan mendesain agar keduanya berjalan bersama,” ujar Muharam.

Pendekatan tersebut, antara lain, diterapkan PT Vale Indonesia melalui pemanfaatan tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) untuk mendukung operasi pengolahan nikel di Sorowako. Perusahaan juga menjalankan reklamasi progresif, pembibitan tanaman lokal dan endemik, serta pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Dari perspektif akademik, diskusi turut menyoroti peran riset dan inovasi dalam memastikan penerapan praktik pertambangan yang baik dapat diukur dan dievaluasi. Sementara itu, pengalaman kunjungan lapangan melalui program Duta Minerba Goes to Site memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal langsung kegiatan industri dan tantangan keberlanjutan di lapangan.

Perspektif mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam diskusi. Bagas Fajar Ardianzah, mahasiswa Teknik Geologi UPN “Veteran” Yogyakarta, mengangkat isu keseimbangan antara percepatan hilirisasi mineral, perlindungan lingkungan, dan pemenuhan hak masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.

“Melalui diskusi ini, saya semakin memahami bahwa pertambangan berkelanjutan tidak hanya berbicara tentang reklamasi, tetapi juga bagaimana perusahaan merencanakan kegiatan sejak awal, mengelola dampak lingkungan, dan memastikan masyarakat mendapatkan manfaat. Hal yang penting adalah bagaimana komitmen tersebut benar-benar dapat dibuktikan melalui praktik di lapangan,” ujar Bagas.

Selain diskusi mengenai praktik pertambangan, kegiatan ini juga menghadirkan Vale Future Talent Session: Career Development Program. Sesi yang dibawakan Yunita Rosalyn, Senior Talent Development PT Vale Indonesia Tbk, memperkenalkan kompetensi yang dibutuhkan industri, pengembangan karier, serta peluang kontribusi bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan.

Melalui rangkaian Vale Goes to Campus di empat perguruan tinggi, PT Vale Indonesia berupaya memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri. Kolaborasi ini sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa masa depan pertambangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh komitmen terhadap keselamatan, lingkungan, inovasi, dan kesejahteraan masyarakat. (Hnd)