Meutya Hafid Dukung Gerakan #BiarkanMerekaBerlari untuk Anak Indonesia
1 min read

Meutya Hafid Dukung Gerakan #BiarkanMerekaBerlari untuk Anak Indonesia

0 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – Dalam Festival Generasi Berani Exploring yang digelar dalam rangka Hari Anak Nasional 2026 di Cibis Park, Jakarta, Sabtu (25/7/2026), Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid menegaskan bahwa perlindungan anak di era digital tidak cukup hanya mengandalkan regulasi dan teknologi, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi anak menggunakan internet secara bijak.

Menurut Meutya, keluarga merupakan benteng pertama dalam melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital, mulai dari paparan konten berbahaya, kecanduan media sosial, hingga potensi eksploitasi secara daring. Karena itu, pemerintah menghadirkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) sebagai upaya menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak.

“Ruang digital itu seperti kolam renang. Anak tidak boleh dibiarkan menjelajah sendiri tanpa pendampingan. Peran orang tua tetap menjadi kunci dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak,” ujar Meutya.

Ia menjelaskan bahwa penerapan PP TUNAS harus dibarengi dengan meningkatnya literasi digital di lingkungan keluarga. Menurutnya, teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak.

Selain menciptakan ruang digital yang aman, Meutya juga mengajak keluarga memperbanyak aktivitas bersama anak di luar dunia digital. Bermain, berinteraksi, berolahraga, dan mengeksplorasi lingkungan sekitar dinilai menjadi pengalaman penting dalam membangun karakter, kemampuan sosial, serta kesehatan emosional anak.

“Anak perlu memiliki lebih banyak kesempatan untuk bermain, bergerak, berinteraksi, dan belajar melalui pengalaman nyata bersama keluarga. Kolaborasi seperti Gerakan #BiarkanMerekaBerlari menjadi langkah penting untuk membangun generasi yang cakap digital sekaligus sehat secara sosial dan emosional,” katanya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan keluarga dalam Festival Generasi Berani Exploring, Meutya berharap tercipta ekosistem yang mampu mendukung lahirnya generasi Indonesia yang tidak hanya aman di ruang digital, tetapi juga aktif bergerak, sehat, serta siap menghadapi tantangan masa depan. (Rnie)