Lomba Agustusan TK Plus Putra Bangsa Jadi Ruang Mengenalkan Nasionalisme Sejak Dini
2 mins read

Lomba Agustusan TK Plus Putra Bangsa Jadi Ruang Mengenalkan Nasionalisme Sejak Dini

11 Kali Dibaca

Lanskap, Bogor – Menanamkan rasa cinta tanah air tidak selalu harus dilakukan melalui pembelajaran formal. Bagi anak usia dini, nilai kebangsaan dapat diperkenalkan melalui pengalaman sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka.

Pendekatan tersebut dilakukan TK Plus Putra Bangsa dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sekolah menggelar berbagai perlombaan Agustusan pada Rabu, 19 Agustus 2026, di Kompleks Edukasi Putra Bangsa, Kampung Pasirangin, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Anak-anak mengikuti sejumlah permainan seperti lomba kelereng, makan kerupuk, joged balon, serta permainan lain yang disesuaikan dengan usia mereka.

Tawa dan sorakan terdengar sepanjang perlombaan. Para orang tua ikut memberikan dukungan, sementara lagu-lagu kebangsaan mengiringi suasana perayaan.

Namun, di balik kesederhanaan lomba tersebut terdapat tujuan pendidikan karakter. Anak-anak diperkenalkan pada nilai kebersamaan, sportivitas, keberanian, serta semangat untuk berusaha mencapai tujuan.

Lomba Agustusan TK Plus Putra Bangsa Jadi Ruang Mengenalkan Nasionalisme Sejak Dini

Kemerdekaan Diperkenalkan Lewat Cara yang Menyenangkan

Kepala TK Plus Putra Bangsa, Isti Wuryanti, mengatakan momentum kemerdekaan dimanfaatkan untuk mengenalkan sejarah dan simbol kebangsaan kepada peserta didik dengan cara yang mudah dipahami.

“Pada HUT RI yang ke-81 ini, anak-anak kami diedukasi tentang proklamasi kemerdekaan, bendera kebangsaan hingga cerita kepahlawanan sebelum mereka melakukan lomba,” ujarnya.

Menurut Isti, pendidikan mengenai nilai-nilai keindonesiaan merupakan proses yang perlu dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, kegiatan peringatan hari nasional menjadi salah satu ruang untuk memperkuat pembelajaran yang telah diberikan di sekolah.

Anak-anak tidak hanya mengetahui bahwa Agustus merupakan bulan kemerdekaan, tetapi juga diajak memahami bahwa perjuangan, persatuan, dan kebersamaan merupakan nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika Orang Tua Menjadi Bagian dari Perayaan

Kegiatan tersebut juga memperlihatkan kuatnya keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak.

Para orang tua turut menentukan waktu dan konsep perlombaan, menyiapkan hadiah, serta memberikan dukungan langsung selama kegiatan.

“Orang tua mereka yang menentukan hari perlombaan, mengupayakan hadiahnya dan berkumpul bersama menyemangati anak-anak seraya menyatukan hati,” tutur Isti.

Kebersamaan tidak berhenti setelah perlombaan selesai. Para orang tua, siswa, dan pendidik kemudian mengikuti acara makan serta doa bersama.

Seluruh peserta juga memperoleh sertifikat dan hadiah. Apresiasi tersebut menjadi cara untuk menghargai keberanian anak-anak yang telah berpartisipasi, tanpa menjadikan hasil perlombaan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

Bagi TK Plus Putra Bangsa, perayaan HUT RI menjadi bagian dari proses pendidikan yang lebih luas. Sekolah ingin menghadirkan ruang bagi anak untuk belajar tentang Indonesia sekaligus mengalami langsung nilai-nilai yang terkandung dalam kebersamaan.

Lomba Agustusan akhirnya bukan sekadar permainan tahunan. Di dalamnya terdapat upaya sederhana untuk menumbuhkan karakter anak yang mampu bekerja sama, menghargai orang lain, berani mencoba, serta memiliki rasa bangga terhadap tanah air. (Ckr03/red)