
Lewat Program #SayangBumi, Acer Gandeng 50 SMA Kumpulkan 5 Ton Limbah Elektronik
Lanskap, Jakarta – Acer Indonesia kembali memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui program #SayangBumi. Memasuki tahun keenam pelaksanaannya, Acer mengajak ribuan pelajar untuk berpartisipasi dalam pengelolaan limbah elektronik (e-waste) dengan menargetkan pengumpulan hingga 5 ton e-waste sepanjang 2026.
Program yang berlangsung mulai Juni hingga November 2026 ini menggandeng 50 SMA di wilayah Jabodetabek. Selain mengumpulkan limbah elektronik, Acer juga memberikan edukasi melalui workshop khusus yang akan menjangkau ribuan siswa guna meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan e-waste yang bertanggung jawab.
Berdasarkan laporan Global E-waste Monitor 2022, dunia menghasilkan sekitar 62 juta ton limbah elektronik setiap tahun dan sebanyak 77,7 persen di antaranya belum didaur ulang dengan benar. Sementara itu, Global E-waste Monitor 2024 mencatat Indonesia sebagai salah satu penyumbang limbah elektronik terbesar di Asia Tenggara dengan total timbunan mencapai 1,9 juta ton pada 2022.
President Director Acer Indonesia, Leny Ng, mengatakan bahwa pendidikan menjadi fokus utama program tahun ini karena generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan lingkungan.
“Selama enam tahun, #SayangBumi telah membuktikan bahwa perubahan nyata dimulai dari langkah kolektif yang konsisten. Tahun ini kami memilih hadir di sekolah karena kami percaya bahwa generasi yang tumbuh dengan kesadaran lingkungan adalah generasi yang akan menentukan seperti apa bumi ini dua puluh hingga tiga puluh tahun ke depan,” ujar Leny Ng.
Menurutnya, #SayangBumi bukan sekadar program lingkungan, tetapi juga ajakan bagi generasi muda Indonesia untuk menjadi pelopor perubahan dan mengambil peran aktif dalam menjaga bumi.
Sebagai bagian dari program tersebut, Acer meluncurkan inisiatif #SayangBumi Changemaker. Setiap sekolah peserta akan mengirimkan tiga siswa terpilih untuk menjadi duta lingkungan. Dengan demikian, akan ada total 150 siswa Changemaker yang bertugas menggerakkan teman-temannya dalam kegiatan pengumpulan e-waste dan kampanye kesadaran lingkungan di sekolah masing-masing.
Acer juga bekerja sama dengan EwasteRJ sebagai mitra edukasi sekaligus pengelola daur ulang bersertifikasi. Kolaborasi ini memastikan seluruh limbah elektronik yang terkumpul diproses secara aman, sesuai standar, dan ramah lingkungan.
Founder EwasteRJ, Rafa Jafar, mengapresiasi langkah Acer yang melibatkan berbagai pihak dalam pengelolaan limbah elektronik.
“Upaya menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan harus secara kolektif. Kami berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya pengelolaan limbah elektronik dan terinspirasi untuk ikut peduli terhadap lingkungan,” katanya.
Sejak diluncurkan pada 2021, program #SayangBumi telah mencakup berbagai kegiatan keberlanjutan seperti edukasi lingkungan, aksi bersih pantai, pelatihan pelestarian lingkungan bagi pelajar, penanaman mangrove, pengumpulan e-waste, hingga penanaman ribuan pohon.
Pada tahun sebelumnya, program ini berhasil mengumpulkan lebih dari 3 ton limbah elektronik dan menanam sekitar 2.000 bibit pohon sebagai bagian dari upaya mengurangi jejak karbon dan mendukung pemulihan ekosistem.
Melalui target pengumpulan 5 ton e-waste tahun ini, Acer berharap dapat mendorong semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan limbah elektronik dan menjaga keberlanjutan lingkungan bagi masa depan. (Hnd)



