Aksi Konservasi Pesisir di Pulau Tidung, 5.000 Mangrove dan 500 Terumbu Karang Jadi Target
2 mins read

Aksi Konservasi Pesisir di Pulau Tidung, 5.000 Mangrove dan 500 Terumbu Karang Jadi Target

1 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – Upaya menjaga ekosistem pesisir kembali dilakukan di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Mangrove Jakarta Impact bersama Digital Edge Indonesia menjalankan aksi konservasi keempat yang memadukan penanaman mangrove, restorasi terumbu karang, pelepasan ikan dan pembersihan pantai.

Kegiatan yang berlangsung Senin (21/9/2026) tersebut menargetkan 5.000 bibit mangrove dan 500 terumbu karang. Peserta juga melakukan Beach Cleanup Day dan mengumpulkan sekitar 300 kilogram sampah dari kawasan pesisir.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa konservasi pesisir tidak hanya berbicara mengenai penanaman, tetapi juga bagaimana menjaga hubungan antara ekosistem darat, laut, dan kehidupan masyarakat.

Melihat Pesisir sebagai Satu Ekosistem

Mangrove berperan dalam menjaga kawasan pesisir, sementara terumbu karang menjadi habitat berbagai biota laut. Keduanya berada dalam ekosistem yang saling berhubungan dengan kondisi perairan dan lingkungan sekitar.

Karena itu, kegiatan di Pulau Tidung tidak hanya diisi dengan penanaman. Pelepasan ikan dan pembersihan pantai menjadi bagian dari pendekatan yang lebih menyeluruh terhadap pelestarian lingkungan.

Founder Mangrove Jakarta Impact, Paundra Hanutama, mengatakan kegiatan konservasi membutuhkan kesinambungan.

Menurutnya, keberhasilan program lingkungan tidak hanya diukur dari jumlah mangrove atau terumbu karang yang ditanam, tetapi juga dari nilai edukasi dan kepedulian yang tumbuh di tengah masyarakat.

Peran Perusahaan dalam Keberlanjutan

Digital Edge Indonesia turut mendorong keterlibatan perusahaan dalam kegiatan konservasi secara langsung.

Chief Sustainability Officer Digital Edge Indonesia, Andrew Rigoli, mengatakan prinsip keberlanjutan perlu diwujudkan melalui aksi nyata dan kemitraan jangka panjang.

Kolaborasi dengan Mangrove Jakarta Impact, menurut Andrew, menjadi salah satu cara untuk mendukung perlindungan ekosistem pesisir sekaligus membuka ruang bagi karyawan dan mitra perusahaan untuk ikut terlibat dalam kegiatan lingkungan.

300 Kilogram Sampah Dikumpulkan

Persoalan sampah menjadi bagian lain yang disoroti melalui Beach Cleanup Day. Sekitar 300 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dari kawasan pantai Pulau Tidung.

Aksi tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi ekosistem pesisir juga dipengaruhi oleh kebiasaan manusia dalam mengelola sampah.

Pembersihan pantai memang tidak menyelesaikan persoalan sampah secara keseluruhan. Namun, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mendorong kepedulian peserta terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.

Menjaga Hasil Konservasi

Kegiatan yang telah memasuki pelaksanaan keempat ini menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi jangka panjang antara perusahaan, komunitas, dan masyarakat.

Target 5.000 mangrove dan 500 terumbu karang menjadi bagian dari pemulihan ekosistem, sementara pembersihan pantai membantu mengurangi sampah yang berada di kawasan pesisir.

Setelah kegiatan berlangsung, pemeliharaan dan pemantauan tetap menjadi bagian penting. Keberlanjutan program diperlukan agar aksi konservasi tidak berhenti pada satu hari kegiatan, tetapi dapat memberikan manfaat bagi ekosistem dan masyarakat Pulau Tidung dalam jangka panjang. (Hnd)