Konektivitas Wisata Kepulauan Jadi Fokus Kolaborasi Santai Seaplane dan Kemenpar
2 mins read

Konektivitas Wisata Kepulauan Jadi Fokus Kolaborasi Santai Seaplane dan Kemenpar

0 Kali Dibaca

Lanskap.id, Jakarta โ€“ย  Penguatan konektivitas menuju destinasi pesisir dan kepulauan menjadi fokus kolaborasi Santai Seaplane dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Perusahaan yang merupakan bagian dari Seaplane Asia tersebut merencanakan operasi awal dari Bali pada 2026 sebagai langkah pengembangan jaringan penerbangan pesawat amfibi di Indonesia.

Kolaborasi ini diarahkan untuk menyediakan alternatif transportasi menuju destinasi yang memiliki keterbatasan akses darat maupun penerbangan konvensional. Pengembangan jaringan juga diharapkan memperluas pilihan perjalanan wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di daerah tujuan.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan CEO Seaplane Asia Group Dennis Keller dan CEO Santai Seaplane Wirmandi Sugriat dengan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana serta Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini.

Widiyanti menilai solusi transportasi yang fleksibel berpotensi membantu menghubungkan destinasi pesisir terpencil dengan pusat transportasi utama. Konektivitas yang lebih baik diharapkan mendukung pengembangan pariwisata bernilai tinggi dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat kepulauan.

Dalam tahap pengembangan awal, Santai Seaplane menjajaki titik pendaratan di Benoa, Bali; Pantai Sira dan Mandalika di Lombok; Labuan Bajo; Kepulauan Kangean; Maluku Utara; serta Danau Toba. Kementerian Pariwisata juga mendorong penjajakan rute menuju Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat.

Perusahaan merencanakan penggunaan pesawat amfibi bersertifikasi yang dapat beroperasi di darat dan air. Penerbangan demonstrasi, termasuk rencana penerbangan VIP di Labuan Bajo bersama Kementerian Pariwisata, disiapkan untuk memperkenalkan kemampuan layanan kepada mitra destinasi dan pelaku industri.

Kolaborasi ini juga mencakup dukungan promosi pariwisata nasional melalui rencana penggunaan branding Wonderful Indonesia pada armada Santai Seaplane.

Dari sisi pengembangan wilayah, konektivitas baru diharapkan membantu destinasi yang belum banyak terhubung menjangkau pasar wisatawan lebih luas. Perjalanan yang lebih terintegrasi juga berpotensi mendorong kunjungan ke beberapa destinasi sekaligus dan memperpanjang masa tinggal wisatawan.

Meski demikian, pengembangan rute, titik pendaratan, dan penerbangan demonstrasi tersebut masih berupa rencana atau penjajakan. Implementasinya akan menjadi bagian dari persiapan operasional awal Santai Seaplane dari Bali pada 2026.

Inisiatif ini menempatkan konektivitas sebagai salah satu unsur penting dalam pengembangan pariwisata berkualitas, dengan harapan manfaat perjalanan wisata dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan komunitas lokal. (Firda)