Kolaborasi Poltekkes Surakarta dan LPK Bahana Buka Peluang Karier ke Jepang
2 mins read

Kolaborasi Poltekkes Surakarta dan LPK Bahana Buka Peluang Karier ke Jepang

4 Kali Dibaca

Lanskap, Surakarta – Persiapan menuju dunia kerja internasional membutuhkan lebih dari sekadar kompetensi akademik. Kemampuan bahasa dan pemahaman budaya kerja juga menjadi bekal penting bagi lulusan yang ingin membangun karier di negara lain.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus kolaborasi Poltekkes Kemenkes Surakarta dan LPK Bahana Inspirasi Muda melalui Program Beasiswa Pelatihan Kerja ke Jepang yang memasuki tahun kedua.

Program ini memberikan bantuan biaya pelatihan sebesar Rp3 juta kepada 23 mahasiswa tingkat akhir dari seluruh jurusan. Dana tersebut digunakan untuk mengikuti pelatihan bahasa Jepang di LPK Bahana Inspirasi Muda cabang Solo.

Peresmian program berlangsung di Gedung Internasional Poltekkes Kemenkes Surakarta dan dihadiri pimpinan kampus, LPK Bahana Inspirasi Muda, dosen, serta para penerima beasiswa.

Direktur Pendayagunaan SDMK Kemenkes RI, Dr. Jeffri Ardiyanto, M.App.Sc., turut hadir secara daring.

Menurut Jeffri, program tersebut sejalan dengan target peningkatan serapan SDM kesehatan Indonesia yang memiliki pengalaman bekerja di luar negeri.

Direktur Poltekkes Kemenkes Surakarta Sudiro mengatakan kolaborasi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mempersiapkan kemampuan yang dibutuhkan sebelum memasuki dunia kerja global.

“Kami berharap beasiswa ini dapat memotivasi mahasiswa untuk mengasah kemampuan bahasa dan budaya Jepang, sehingga siap berkarier secara global,” ujar Sudiro.

Sementara itu, Direktur LPK Bahana Inspirasi Muda Sony Dwi Ariyandi mengatakan pelaksanaan program tahun kedua tidak terlepas dari pengalaman program perdana pada 2025.

Dari program pertama, sebanyak 16 alumni telah diterima bekerja dan berangkat ke Jepang pada 2026. Untuk angkatan kedua, peserta diharapkan dapat mengikuti proses hingga memperoleh kesempatan bekerja di Jepang pada 2027.

Pelatihan yang diberikan tidak hanya berfokus pada kemampuan bahasa. Peserta juga diperkenalkan dengan budaya kerja Jepang sebagai bagian dari proses adaptasi sebelum memasuki lingkungan profesional.

Pembekalan tersebut diharapkan membantu calon lulusan memahami konteks kerja yang akan mereka hadapi sekaligus meningkatkan kesiapan ketika berhadapan dengan dunia kerja internasional.

Dengan melibatkan 23 penerima beasiswa pada tahun kedua, Poltekkes Kemenkes Surakarta dan LPK Bahana Inspirasi Muda melanjutkan upaya membuka akses persiapan karier bagi lulusan yang ingin bekerja di Jepang.

Program ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga pelatihan dapat menjadi bagian dari persiapan lulusan menghadapi kebutuhan tenaga profesional di tingkat internasional. (Hnd)