
Ketika Penjaga Berubah Menjadi Ancaman: Aghniny Haque dalam Khadam
Lanskap, Jakarta โ Ada ketakutan yang lahir bukan dari sesuatu yang asing, tetapi dari sosok yang semula dipercaya untuk menjaga.
Premis itulah yang dibawa film horor Khadam, yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 September 2026. Film kolaborasi Malaysia dan Indonesia ini menempatkan seorang ibu di tengah ancaman supranatural yang perlahan mengusik batas antara perlindungan dan pengambilalihan.
Aghniny Haque memainkan karakter Melor, seorang ibu yang tidak bisa berbicara dan hidup bersama kedua anaknya.
Melor menjalani kehidupannya dengan tenang hingga sebuah entitas mistis yang seharusnya menjadi penjaga justru hadir sebagai ancaman. Entitas tersebut tidak sekadar meneror, tetapi berusaha mengambil identitas Melor dan menempati posisinya dalam keluarga.
Dari sinilah ketegangan Khadam dibangun.
Ketakutan tidak hanya datang dari kehadiran makhluk gaib, tetapi juga dari kemungkinan kehilangan tempat sebagai seorang ibu. Rumah yang semestinya menjadi ruang perlindungan berubah menjadi ruang yang menyimpan ancaman.
Ekspresi Menjadi Bahasa Melor
Karakter Melor menghadirkan tantangan tersendiri bagi Aghniny Haque. Tidak adanya dialog membuat ekspresi dan bahasa tubuh menjadi perangkat utama untuk menyampaikan perasaan karakter.
Aghniny harus memainkan perubahan emosi sekaligus menghadirkan dua sisi karakter dalam satu film.
โAku sangat bersyukur bisa dapat kesempatan untuk memerankan Melor, karena ini adalah sebuah peran yang sangat-sangat menantang. Sepanjang film aku harus bisa menjalani 2 karakter dengan ekspresi emosi yang berubah setiap saat,โ ujar Aghniny.
Tantangan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Khadam di luar Indonesia. Film ini sebelumnya telah tayang di Malaysia pada 11 Juni 2026, Kamboja pada 27 Juli 2026, dan Singapura pada 27 Agustus 2026.
Di Malaysia, Khadam mencatat penjualan tiket lebih dari USD1,3 juta. Penampilan Aghniny pun mendapat perhatian dari media lokal.
The Star memuji penampilannya sebagai karakter yang sebagian besar filmnya tidak berbicara. Pujian tersebut memperlihatkan bagaimana karakter Melor menjadi salah satu kekuatan utama dalam narasi film.
Khadam diproduksi Red Communications dan Komet Productions dengan menggandeng MAGMA Entertainment dan VMS Studios dari Indonesia. Proyek ini juga mendapatkan dukungan dari sejumlah pemain industri perfilman Asia.
Setelah Indonesia, film tersebut dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Hong Kong dan Makau pada Oktober 2026.
Di tengah banyaknya film horor yang mengandalkan teror supranatural, Khadam membawa pertanyaan yang lebih dekat dengan relasi keluarga: bagaimana jika sosok yang dipercaya menjaga justru datang untuk mengambil tempatmu?
Jawabannya dapat disaksikan di bioskop Indonesia mulai 16 September 2026. (Rnie)



