Keputusan Besar Satria Muda: Chad Brown & Jordan Ivy-Curry Dilepas Jelang Playoff IBL 2026

Keputusan Besar Satria Muda: Chad Brown & Jordan Ivy-Curry Dilepas Jelang Playoff IBL 2026

Lanskap, Bandung – Satria Muda Pertamina Bandung secara resmi mengumumkan bahwa dua pemain asing mereka, Chad Teron Brown dan Jordan Treyvon Ivy-Curry (yang akrab disapa “Juice”), tidak akan melanjutkan kerja sama bersama tim pada pertengahan musim IBL GoPay 2026. Bagi Chad Brown, laga terakhirnya bersama Satria Muda terjadi saat menghadapi RANS Simba Bogor, sementara Jordan Ivy-Curry dijadwalkan menutup perjalanannya melalui ajang IBL All Star 2026.

Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi tim dalam menghadapi fase krusial musim. Menjelang pekan ke-11, Satria Muda berencana mendatangkan pemain baru, seiring dengan batas akhir transfer pemain lokal dan pergantian pemain asing yang jatuh pada 12 April 2026. Dengan waktu yang terbatas, seluruh tim peserta liga dituntut bergerak cepat untuk menyempurnakan komposisi skuad guna menghadapi akhir musim reguler hingga babak playoff.

Selama setengah musim berjalan, Jordan Ivy-Curry dan Chad Brown berhasil menjadi idola baru bagi para pendukung Satria Muda. Ivy-Curry mencatatkan rata-rata 15,5 poin, 5,0 rebound, 3,2 assist, dan 1,8 steal per game dari 14 pertandingan. Selain kontribusi di lapangan, kepribadiannya yang ramah dan ceria membuatnya dekat dengan para penggemar. Di sisi lain, Chad Brown tampil konsisten dengan rata-rata 14,5 poin, 11,7 rebound, dan 1,2 assist per game, termasuk peran pentingnya dalam kemenangan dramatis atas Rajawali Medan di detik terakhir. Performa keduanya turut membawa Satria Muda mencatat rekor impresif 12 kemenangan dan 2 kekalahan hingga pekan ke-10.

Manajemen Satria Muda menilai bahwa kompetisi musim ini berjalan sangat dinamis, dengan setiap tim terus berkembang dan melakukan penyesuaian, termasuk melalui pergantian pemain asing. Oleh karena itu, tim merasa perlu beradaptasi agar tetap kompetitif dan berada di jalur yang tepat dalam upaya meraih gelar juara.

Pelatih Kepala Satria Muda Pertamina Bandung, Djordje Jovicic, menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi peluang terbaik tim untuk menjadi juara. Ia menjelaskan bahwa manajemen telah mempertimbangkan komposisi tim, tuntutan playoff, serta kebutuhan mendesak saat ini sebelum akhirnya mengambil langkah tersebut. Menurutnya, keputusan ini bukan didasarkan pada masa lalu, melainkan demi memaksimalkan peluang di momen paling krusial musim, meskipun harus melalui pilihan yang tidak mudah.

Lebih lanjut, Djordje menambahkan bahwa fokus tim saat ini adalah mempercepat proses adaptasi pemain baru serta membangun chemistry secepat mungkin. Setiap sesi latihan dan pertandingan menjadi sangat penting untuk menyatukan ritme permainan dan memperjelas peran masing-masing pemain. Ia menegaskan bahwa fondasi tim tetap bertumpu pada ketangguhan, disiplin, dan mentalitas kolektif, dengan penyesuaian strategi untuk mengoptimalkan potensi yang ada.

Senada dengan hal tersebut, Sport Director Satria Muda Pertamina Bandung, Youbel Sondakh, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga daya saing tim. Sejak awal, Satria Muda menargetkan gelar juara, sehingga evaluasi performa dan kebutuhan permainan menjadi dasar dalam mengambil keputusan. Ia menekankan bahwa penyesuaian pada posisi pemain asing diperlukan agar tim tetap kompetitif, terutama menjelang fase playoff yang semakin ketat.

Dalam kesempatan yang sama, Jordan Ivy-Curry menyampaikan rasa terima kasih atas pengalaman yang ia dapatkan selama bermain di Indonesia. Ia mengaku menemukan lebih dari sekadar tempat berkarier, tetapi juga rumah kedua yang penuh kehangatan dan dukungan. Ia menegaskan bahwa Indonesia akan selalu menjadi tempat yang berkesan baginya, serta mengapresiasi kepercayaan dan dukungan dari Satria Muda Pertamina Bandung selama ini.

Satria Muda Pertamina Bandung pun menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Chad Brown serta Jordan Ivy-Curry sepanjang setengah musim ini. Kehadiran keduanya menjadi bagian penting dalam perjalanan tim, baik di dalam maupun di luar lapangan. Manajemen menghargai profesionalisme yang telah ditunjukkan dan mendoakan yang terbaik untuk kelanjutan karier mereka di masa depan. (Hnd)