
Alumni HMI Yogyakarta Kembali Bertemu di DPR RI, Refleksi Geopolitik dan Penguatan Beasiswa YAI
Lanskap, Jakarta – Yayasan Amal Insani (YAI), wadah silaturahmi alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta dan Bulaksumur Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar kegiatan Halal Bihalal di Aula Masjid Baiturrahman, Kompleks MPR/DPR RI, Jalan Gelora No.1, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Kegiatan yang mengangkat tema “Tantangan Ummat Islam di Tengah Perubahan Geopolitik” ini dihadiri para alumni HMI lintas generasi. Sejak pukul 16.00 WIB, peserta mulai berdatangan, dilanjutkan dengan shalat Magrib berjamaah hingga acara inti dimulai sekitar pukul 19.00 WIB usai shalat Isya dan makan malam bersama.
Suasana intelektual terasa sejak pra-acara melalui sajian musikalisasi puisi berjudul “Berkaca pada Iran” yang dibawakan Heri Cokro. Penampilan tersebut menjadi pengantar reflektif terhadap ketahanan rakyat Iran dalam menghadapi dinamika konflik geopolitik Timur Tengah.
Memasuki acara inti, kegiatan dipandu oleh MC Farisya Yuni, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Hj. Nahul Liatul Laili, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne HMI yang dipimpin dirigen Bianca Vanda. Seluruh peserta tampak khidmat mengikuti rangkaian acara tersebut.
Ketua panitia, Chamad Hojin, S.S., M.Ikom, dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para alumni serta mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah kegiatan, Zulfikar Arse Sadikin, yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR RI dan anggota Presidium Majelis Nasional KAHMI.
Ia menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi juga sarana memperkuat silaturahmi dan kolaborasi antaralumni lintas generasi. “Kegiatan ini diharapkan menjadi penguat rasa kekeluargaan serta mendorong kontribusi nyata bagi pembangunan umat dan bangsa, termasuk melalui program beasiswa YAI,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Zulfikar Arse Sadikin menekankan pentingnya keberadaan YAI sebagai jembatan penghubung antaralumni. Ia juga menyapa dan memperkenalkan peserta dari berbagai generasi, mulai dari angkatan 1960-an hingga kader aktif HMI saat ini.
Wakil Ketua Komisi II DPR ini meminta para alumni untuk terus menjaga silaturahmi dan membantu perkaderan di HMI. Kiprah alumni HMI DI Yogyakarta saat ini tersebar dan beragam dari berbagai profesi baik akademisi, profesional, birokrat, enterpreneurship, dan juga mengisi lembaga penyelenggara pemilu.
Zulfikar Arse menambahkan tradisi halal bihalal dan pemberian beasiswa YAI sudah berjalan 30 tahunan. Tradisi yang bagus untuk terus dilanjutkan dan dijaga dengan sumbangsing para alumninya.
Sementara itu, Ketua Umum YAI, Drs. Ibrahim Ambong, M.A., menyoroti pentingnya keberlanjutan proses perkaderan di tubuh HMI. Ia mengajak para alumni untuk aktif mendukung kader, khususnya dalam hal pembiayaan pendidikan. “Perkaderan tidak boleh terhenti karena kendala biaya. Ini adalah investasi penting dalam membangun sumber daya manusia unggul bagi umat dan bangsa,” tegasnya.
Pada sesi ceramah, Hajriyanto Y. Thohari, yang baru menyelesaikan tugas sebagai Duta Besar RI untuk Lebanon periode 2019–2025, memaparkan realitas geopolitik dan perkembangan intelektual dunia Islam, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Ia menjelaskan bahwa pasca Perang Dunia I, peta sosial-politik Timur Tengah mengalami perubahan signifikan yang memengaruhi dinamika umat Islam hingga saat ini. Selain Iran, menurutnya Lebanon memiliki peran penting dalam perkembangan intelektual Arab modern, terutama melalui pusat-pusat kajian di Beirut yang banyak melahirkan karya linguistik dan sejarah Arab kontemporer.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penggalangan dana beasiswa Yayasan Amal Insani serta penyerahan bantuan beasiswa dari PT Jamkrindo yang disampaikan oleh Dr. Arfian secara simbolis kepada perwakilan pengurus HMI Cabang Yogyakarta dan Bulaksumur Sleman.
Kegiatan Halal Bihalal ini ditutup sekitar pukul 21.30 WIB dengan doa bersama dan sesi foto bersama, menandai berakhirnya rangkaian acara yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkaya wawasan geopolitik umat Islam di tengah dinamika global. (Ckr03)



