Kemenekraf Dorong Pemanfaatan AI untuk Perkuat Ekosistem Bisnis Kreatif di Bogor
3 mins read

Kemenekraf Dorong Pemanfaatan AI untuk Perkuat Ekosistem Bisnis Kreatif di Bogor

10 Kali Dibaca

Lanskap.id, Bogor – Pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dalam ekonomi kreatif membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Pemahaman terhadap kebutuhan pasar, keterampilan berpikir kritis, dan penerapan etika menjadi faktor penting agar AI dapat menghasilkan nilai nyata bagi pengembangan usaha.

Perspektif tersebut menjadi salah satu fokus Creative Technology Future Talents Workshop bertema “AI for Business Development” yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif di Auditorium Perpustakaan dan Galeri Bumi Parawira, Kota Bogor, Minggu (11/10/2026).

Kegiatan ini ditujukan bagi talenta muda dan pelaku ekonomi kreatif yang ingin mengembangkan kemampuan pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas, memahami konsumen, dan merancang strategi bisnis.

Direktur Kreativitas Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Dandy Yudha Feryawan, menilai teknologi dapat mendukung efisiensi kerja, analisis pasar, perluasan jangkauan konsumen, serta pengembangan model bisnis baru.

Namun, ia menekankan bahwa hasil penggunaan AI tetap perlu diperiksa dan divalidasi. Penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan kemampuan memahami masalah, menilai informasi secara kritis, dan mempertimbangkan etika pemanfaatannya.

Materi workshop mencakup tren AI, teknik menyusun prompt, eksplorasi ide bisnis, riset target pasar, analisis Business Model Canvas (BMC), serta etika dan keamanan data.

AI untuk Pembelajaran dan Riset Pasar

Penerapan AI dalam kegiatan ini diperkenalkan melalui pengalaman dua startup, Terang AI dan Kayu Rambat Labs.

Co-Founder sekaligus CEO Terang AI, Muhamad Fahriza Novriansyah, membahas pemanfaatan AI untuk mendukung pembelajaran personal, termasuk persiapan ujian dan wawancara.

Terang AI tercatat meraih Excellence Award dalam BRICS Industrial Innovation Contest 2025 dan menjalankan inisiatif pembelajaran bagi pelajar serta pencari beasiswa di wilayah 3T.

Fahriza juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam pengembangan ekonomi kreatif daerah. Menurutnya, kegiatan seperti Hari Jadi Bogor dan Festival Merah Putih dapat menjadi ruang yang membuka peluang ekonomi bagi UMKM, termasuk pedagang kecil.

Sementara itu, Rifyal Rachmat dari Kayu Rambat Labs memperkenalkan NusaPersona, platform riset pasar berbasis Agentic AI. Platform ini dirancang untuk membantu pelaku usaha menyimulasikan respons konsumen, menguji asumsi bisnis, menganalisis lokasi dan harga, serta memvalidasi produk sebelum investasi dilakukan.

Kayu Rambat Labs merupakan peraih juara II kategori Profesional dalam Bank Indonesia PIDI 2026 Hackathon.

Kedua contoh tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dapat diterapkan pada berbagai kebutuhan bisnis. Namun, manfaatnya tetap bergantung pada ketepatan penggunaan, kualitas informasi, dan kemampuan pengguna dalam menilai hasil analisis.

Creative Hub sebagai Infrastruktur Pembelajaran

Creative Technology Future Talents Workshop merupakan bagian dari Aktivasi Creative Hub Kementerian Ekonomi Kreatif. Program ini bertujuan mengembangkan ruang kreatif sebagai pusat pembelajaran, kolaborasi, dan inovasi di daerah.

Dandy berharap kegiatan tersebut mendorong peserta untuk menghasilkan gagasan konkret yang dapat dikembangkan menjadi karya maupun peluang usaha, bukan hanya menambah pengetahuan teknis.

Ia juga mengajak generasi muda untuk menggunakan teknologi dengan tujuan yang jelas dan berani menerjemahkan peluang menjadi karya nyata.

Melalui penguatan keterampilan AI dan jejaring kolaborasi, Kementerian Ekonomi Kreatif berharap talenta muda mampu mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar serta potensi lokal.

Pada akhirnya, pemanfaatan teknologi dalam ekonomi kreatif tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat, tetapi juga oleh kemampuan manusia dalam merumuskan persoalan, mengambil keputusan, dan menciptakan nilai dari solusi yang dikembangkan. (Hnd)