Festival Dari Hati PSA Indonesia Perkuat Pendidikan dan UMKM di Jakarta Utara

Festival Dari Hati PSA Indonesia Perkuat Pendidikan dan UMKM di Jakarta Utara

Lanskap, Jakarta – Suasana hangat dan penuh semangat terasa di kawasan Kalibaru pada Sabtu pagi, ketika ratusan warga berkumpul dalam kegiatan Festival Dari Hati yang digelar oleh PSA Indonesia.

Bukan sekadar acara seremonial, festival ini menjadi ruang kebersamaan antara perusahaan, masyarakat, pemerintah, hingga generasi muda untuk tumbuh bersama melalui pendidikan, olahraga, dan pemberdayaan komunitas.

Melalui program tanggung jawab sosial bertajuk Project Hearts, PSA Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Salah satu agenda utama dalam festival ini adalah penyerahan bantuan dana pendidikan kepada 90 pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA dari keluarga kurang mampu.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu para siswa tetap melanjutkan pendidikan dan lebih fokus mengejar cita-cita mereka.

Pendidikan dan Karakter Jadi Fokus Utama

Bagi PSA Indonesia, pendidikan merupakan fondasi penting untuk menciptakan perubahan sosial dan masa depan yang lebih baik.

Karena itu, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan finansial, tetapi juga pengembangan karakter generasi muda.

Sebagai bagian dari kegiatan, para peserta Football Coaching Clinic bersama Indra Sjafri turut menerima sepatu dan perlengkapan latihan sepak bola.

Program ini diharapkan dapat menanamkan nilai disiplin, kerja sama tim, dan ketangguhan kepada anak-anak muda di Kalibaru.

Regional CEO Southeast Asia PSA International, Nelson Quek, mengatakan setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan membangun masa depan.

“Melalui Project Hearts, PSA ingin mendukung generasi muda secara menyeluruh, baik melalui pendidikan maupun penguatan karakter,” ujarnya.

Kolaborasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Festival Dari Hati juga dihadiri berbagai tokoh pemerintah dan industri, termasuk Jodi Mahardi, Hendra Hidayat, dan Hendri Ginting.

Kehadiran mereka menjadi simbol pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun masyarakat yang lebih kuat dan berdaya saing.

Selain fokus pada pendidikan dan pengembangan pemuda, festival ini juga melibatkan pelaku UMKM lokal yang turut meramaikan acara dengan berbagai produk mereka.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya mendorong pertumbuhan ekonomi komunitas di tingkat lokal.

Menurut Hendri Ginting, pengembangan pelabuhan perlu berjalan beriringan dengan kemajuan sosial masyarakat di sekitarnya.

Melalui Festival Dari Hati, PSA Indonesia menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari pertumbuhan perusahaan, tetapi juga dari dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Karena dari hal-hal sederhana seperti pendidikan, olahraga, dan kepedulian sosial, masa depan yang lebih baik perlahan bisa dibangun bersama. (Hnd)