
Economic Survival Exhibition 2026 Jadi Ajang Mahasiswa President University Bangun Bisnis Sejak Dini
Lanskap, Cikarang – President University kembali menghadirkan ajang tahunan 5th Economic Survival Exhibition 2026 yang sukses melahirkan 359 inovasi dan ide bisnis mahasiswa dari berbagai program studi. Mengusung tema “From Zero to Value”, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide sederhana menjadi solusi bernilai dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Pameran digelar dalam dua rangkaian, yakni pada 9–10 Mei 2026 di Living Plaza Jababeka dan dilanjutkan pada 12–13 Mei 2026 di President University Convention Center. Sebanyak hampir 2.500 mahasiswa tahun pertama dari 80 kelas berbeda turut berpartisipasi dengan mempresentasikan hasil pengembangan bisnis yang telah mereka bangun selama proses pembelajaran.
Economic Survival sendiri merupakan mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa tahun pertama di President University sebagai bagian dari implementasi portfolio building curriculum. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam membangun dan mengelola bisnis sejak awal masa perkuliahan.
Selama dua semester, mahasiswa ditantang untuk mengembangkan usaha secara langsung, mulai dari proses penyusunan ide, perencanaan anggaran, strategi pemasaran, hingga pengelolaan operasional bisnis. Memasuki semester ketiga, mahasiswa juga diarahkan untuk memberikan kontribusi sosial melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat dan komunitas.
Beragam inovasi berhasil lahir dari program ini, mulai dari pengembangan game, produk kreatif dan merchandise, platform informasi hukum, hingga solusi berbasis teknologi dan kebutuhan masyarakat lainnya.
President University menerapkan pendekatan pembelajaran “practice first, enforce with theory later”, di mana mahasiswa terlebih dahulu menghadapi pengalaman nyata sebelum memperdalam teori akademik di dalam kelas.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi President University, Dr. Adhi Setyo Santoso, S.T., MBA menjelaskan bahwa program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan ekonomi dan dunia industri di masa depan.
“Sebagai pelindung apabila terjadi tantangan ekonomi bagi mahasiswa tahun pertama. Sejak langkah pertama mereka, mereka dipersiapkan agar dapat survive dengan menggunakan keilmuan yang relevan dengan program studinya masing-masing,” ujarnya.
Melalui pengalaman membangun bisnis secara langsung, mahasiswa tidak hanya dibentuk menjadi inovatif dan adaptif, tetapi juga memiliki mentalitas entrepreneurial yang dinilai penting dalam menghadapi dinamika industri global yang terus berkembang. (Hnd)



