Duta Mangrove Indonesia 2027 Dibuka, Dorong Generasi Muda Aktif dalam Konservasi
2 mins read

Duta Mangrove Indonesia 2027 Dibuka, Dorong Generasi Muda Aktif dalam Konservasi

4 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – Yayasan Mangrove Indonesia Lestari membuka pendaftaran Duta Mangrove Indonesia 2027 sebagai bagian dari upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam isu konservasi mangrove dan keberlanjutan.

Mengusung tema “Guardians of Mangroves from Empowering Indonesia’s Golden Generation”, program tersebut dirancang tidak sekadar sebagai ajang pemilihan figur representatif, tetapi juga ruang pengembangan kapasitas dan pembelajaran bagi generasi muda.

Peserta akan mendapatkan pembekalan sejumlah kompetensi, di antaranya public speaking, negotiation, research, analytical thinking, dan language mastery.

Selain meningkatkan kemampuan personal, peserta juga didorong memahami isu konservasi mangrove dan memiliki kemampuan untuk menyampaikan persoalan lingkungan tersebut kepada publik.

Rangkaian Duta Mangrove Indonesia 2027 mencakup orientation, seleksi dan wawancara, quarantine & capacity building, hingga Grand Final Award.

Karantina finalis dijadwalkan berlangsung pada 23–26 Oktober 2027. Dalam tahapan tersebut, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari capacity building, project presentation, rehearsal, media engagement, hingga aktivitas yang berkaitan dengan konservasi mangrove dan sustainability.

Rangkaian tersebut dirancang untuk melihat sekaligus mengembangkan kemampuan finalis dalam berkomunikasi, bekerja sama, menyampaikan gagasan, serta membawa pesan konservasi kepada masyarakat.

Sementara itu, Grand Final Duta Mangrove Indonesia 2027 dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober 2027 di Acacia Hotel Jakarta.

Para finalis akan melalui penilaian akhir yang mencakup kemampuan, karakter, pengetahuan, dan gagasan mengenai konservasi mangrove serta keberlanjutan.

Founder Yayasan Mangrove Indonesia Lestari, Paundra Hanutama, mengatakan generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan masa depan lingkungan.

“Kami percaya bahwa generasi muda bukan hanya penerima masa depan, tetapi mereka adalah bagian dari orang-orang yang menentukan masa depan itu sendiri,” kata Paundra.

Ia menambahkan, Duta Mangrove Indonesia tidak hanya membawa gelar, tetapi juga tanggung jawab untuk mengedukasi dan menginspirasi masyarakat.

Karena itu, proses karantina dan capacity building menjadi salah satu bagian penting sebelum para finalis menjalankan peran sebagai representasi gerakan konservasi mangrove.

Pada penyelenggaraan DMI 2026, program tersebut mencatat lebih dari 200 pendaftar yang berasal dari 20 daerah dan 120 universitas.

Angka tersebut menjadi salah satu gambaran besarnya potensi keterlibatan generasi muda dalam isu konservasi dan sustainability.

Melalui DMI 2027, Yayasan Mangrove Indonesia Lestari menargetkan terbentuknya jejaring anak muda yang tetap aktif setelah program berakhir dan mampu membawa pesan konservasi ke wilayah masing-masing.

Para Duta Mangrove juga memiliki peluang untuk terlibat dalam kegiatan edukasi, kampanye, media engagement, seminar, project presentation, serta aktivitas konservasi.

“Sekarang bukan waktunya hanya menunggu perubahan. Jika kamu memiliki kepedulian terhadap lingkungan, memiliki keberanian untuk belajar dan bergerak, maka Duta Mangrove Indonesia 2027 adalah salah satu ruang untuk memulai langkah tersebut,” ujar Paundra.

Program Duta Mangrove Indonesia 2027 terbuka bagi generasi muda Indonesia yang ingin mengembangkan kapasitas diri sekaligus mengambil peran dalam gerakan konservasi mangrove.

Lebih dari sekadar kompetisi, program ini diharapkan menjadi ruang bertemunya gagasan, edukasi, dan aksi generasi muda untuk lingkungan. (Hnd)