
Di Balik Kamera, Ada Cerita: Shooting Star Studio Membuka Ruang bagi Pengalaman Kreatif
Lanskap, Jakarta – Sebuah produksi biasanya berakhir pada hasil yang terlihat.
Sebuah foto dipublikasikan. Video tayang. Campaign diluncurkan. Konten berpindah dari ruang produksi menuju layar yang lebih luas.
Namun sebelum semua itu terjadi, ada proses yang panjang. Ada kru yang mempersiapkan ruang, talent yang menunggu giliran, kreator yang mencari sudut terbaik, hingga percakapan kecil yang muncul di antara jeda shooting.
Bagi Shooting Star Studio, cerita-cerita tersebut merupakan bagian penting dari sebuah produksi.
Karena itu, pada September 2026, Shooting Star Studio menghadirkan Shooting Star Experience Challenge, sebuah campaign yang mengajak para kreator, talent, brand, agency, production house, dan komunitas untuk membagikan pengalaman mereka selama berkarya di studio.
Melihat Produksi dari Sudut yang Berbeda
Campaign yang berlangsung pada 1–30 September 2026 tersebut membawa pesan sederhana: Create • Tag • Win.
Peserta dapat membuat video mengenai pengalaman mereka di Shooting Star Studio, kemudian mengunggahnya melalui Instagram Feed, Reels, atau Story.
Peserta juga diminta melakukan tag dan collaboration dengan @shootingstar.studios, menggunakan hashtag #ShootingStarExperience, serta memastikan akun Instagram dalam kondisi publik.
Ada cash prize hingga Rp2 juta yang menanti peserta.
Namun di balik kompetisi tersebut terdapat gagasan yang lebih luas: memberikan kesempatan kepada pengguna studio untuk menceritakan pengalaman mereka dengan cara yang personal.
Studio sebagai Ruang Pengalaman
Sebuah studio tidak hanya terdiri dari luas ruangan, kamera, lampu, atau fasilitas produksi.
Bagi orang-orang yang menghabiskan waktu berjam-jam di dalamnya, pengalaman juga dibentuk oleh hal-hal lain: bagaimana mereka diterima ketika datang, bagaimana persiapan berlangsung, bagaimana kebutuhan kru dan talent diperhatikan, hingga bagaimana proses produksi berjalan sampai selesai.
Shooting Star Studio mencoba membangun pengalaman tersebut melalui pendekatan berbasis hospitality.
Fasilitas seperti client room, make-up room, dedicated internet, area parkir luas, valet service, rooftop, dan mushola menjadi bagian dari lingkungan produksi yang ditawarkan kepada klien, kru, dan talent.
“Kami ingin setiap orang yang datang tidak hanya mendapatkan ruang untuk produksi, tetapi juga merasakan bagaimana proses kreatif dapat berjalan dengan lebih nyaman, tertata, dan menyenangkan,” ujar Wulan, Marketing & Sales Leader perwakilan Shooting Star Studio.
Ketika Ruang Produksi Terus Berubah
Ruang produksi hari ini tidak lagi hanya menjadi tempat untuk membuat iklan atau mengambil gambar.
Podcast, live streaming, live shopping, product showcase, talkshow, digital content, campaign production, dan kegiatan komunitas ikut mengisi kebutuhan terhadap studio.
Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa sebuah ruang kreatif harus cukup fleksibel untuk mengikuti cara orang berkarya yang terus berkembang.
Di dalamnya, kenyamanan bukan lagi sekadar fasilitas tambahan. Ia menjadi bagian dari proses kreatif itu sendiri.
Memberi Tempat bagi Cerita
Melalui Shooting Star Experience Challenge, Shooting Star Studio ingin mendengar cerita tersebut dari mereka yang pernah berada di dalam ruang produksinya.
Setiap peserta memiliki pengalaman berbeda. Ada yang datang untuk sebuah campaign, membuat konten, melakukan photoshoot, merekam podcast, atau mengerjakan proyek bersama tim.
Cerita-cerita itu kemudian menjadi bagian dari gambaran yang lebih besar mengenai bagaimana sebuah ruang dapat memengaruhi pengalaman berkarya.
Shooting Star Experience Challenge terbuka bagi siapa saja yang pernah melakukan aktivitas di Shooting Star Studio dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Campaign berlangsung hingga 30 September 2026, dengan pengumuman pemenang pada tanggal yang sama.
Pada akhirnya, produksi bukan hanya tentang apa yang terlihat ketika kamera mulai merekam.
Ada cerita sebelum lampu menyala, ada percakapan ketika kamera berhenti, dan ada pengalaman yang tetap tinggal setelah seluruh tim meninggalkan studio.
Melalui Experience Challenge, Shooting Star Studio membuka ruang agar cerita-cerita itu tidak berhenti di balik kamera. (Hnd)



