
Dari Taman Baca ke Panggung, Anak-anak Kampung Pasir Angin Mulai Belajar Teater
Lanskap, Bogor – Pendidikan tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Di Kampung Pasir Angin, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, proses belajar anak-anak juga berlangsung melalui buku, percakapan, hingga seni pertunjukan.
Hal itu terlihat pada Minggu pagi, 13 September 2026, ketika puluhan anak mengikuti kegiatan belajar membaca sekaligus latihan perdana Teater Putra Bangsa di Kompleks Edukasi Putra Bangsa.
Kegiatan tersebut digelar oleh Taman Baca Putra Bangsa bersama Taman Baca Nyala Aksara yang rutin membuka ruang belajar bagi anak-anak setiap Minggu pagi.
Sesi membaca dipandu Siti Aulia dan Isti Wuryanti. Anak-anak mendapatkan pendampingan sesuai kemampuan mereka, mulai dari mengenal huruf hingga melatih kelancaran membaca.
Setelah sesi membaca, kegiatan berlanjut ke latihan teater. Di bawah pendampingan Heri Cokro, anak-anak mulai mengenal dasar seni peran melalui olah tubuh, olah vokal, olah rasa, dan olah napas.
Latihan tersebut menjadi langkah awal menuju pementasan perdana Teater Putra Bangsa yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026. Selain latihan dasar, anak-anak juga mengikuti audisi untuk menentukan persiapan pementasan.
Teater sebagai ruang tumbuh
Bagi Heri, seni teater memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar mempersiapkan seseorang untuk tampil di atas panggung.
Melalui latihan teater, anak-anak dapat belajar mengenali tubuh dan suara, membangun kepercayaan diri, sekaligus memahami pentingnya bekerja bersama.
“Teater bukan sekadar belajar bermain peran, tetapi juga melatih keberanian, kepekaan, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja bersama,” ujar Heri.
Pendekatan tersebut membuat kegiatan seni menjadi bagian dari proses pendidikan yang lebih luas. Anak-anak tidak hanya belajar membaca dan memahami materi akademik, tetapi juga mendapatkan ruang untuk mengembangkan kreativitas serta kemampuan berkomunikasi.
Kegiatan Taman Baca Nyala Aksara turut mendapat dukungan dari Yayasan Maha Padma Parartha.
Program edukasi Daya Putra Bangsa juga tidak berhenti pada taman baca dan teater. Tersedia kursus gratis Matematika dasar, komputer, dan Bahasa Inggris yang dapat diikuti anak-anak.
Sementara bagi masyarakat umum, tersedia Sawala Putra Bangsa dan Sawala Dasa Wacana yang digelar setiap tanggal 10. Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas berbagai isu, mulai dari pendidikan, budaya, seni, ekonomi hingga persoalan sosial.
Membangun ruang belajar bersama
Kompleks Edukasi Putra Bangsa diharapkan tidak hanya menjadi tempat anak-anak belajar, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat.
“Kami ingin Kompleks Edukasi Putra Bangsa menjadi ruang belajar bersama—anak-anak bisa membaca dan berkesenian, sementara masyarakat memiliki ruang untuk berdiskusi dan bertukar gagasan,” kata Heri.
Latihan perdana Teater Putra Bangsa menjadi salah satu bentuk bagaimana ruang pendidikan berbasis komunitas dapat dikembangkan melalui pendekatan yang kreatif.
Bagi anak-anak Kampung Pasir Angin, panggung yang sedang dipersiapkan bukan hanya tempat untuk tampil. Dari sana, mereka belajar berani berbicara, mendengarkan orang lain, bekerja dalam kelompok, dan menemukan cara untuk mengekspresikan diri.
Pementasan pada Oktober nanti menjadi tujuan awal. Namun proses menuju panggung itulah yang menjadi bagian penting dari perjalanan belajar mereka. (Ckr03/red)



