
Saat Kabut Asap Menyelimuti Kota, Maxim Turun ke Jalan Bagikan 10.000 Masker
Lanskap – Di tengah kabut asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), jalan raya menjadi salah satu ruang yang tetap harus dilalui masyarakat. Pengemudi, pekerja lapangan, maupun pengguna jalan lainnya tetap menjalankan aktivitas sehari-hari meski kualitas udara menurun.
Situasi tersebut mendorong Maxim Indonesia mengambil langkah sederhana dengan turun langsung ke sejumlah wilayah terdampak. Sekitar 10.000 masker dibagikan secara gratis kepada masyarakat, mitra pengemudi, dan pengguna jalan.
Aksi tersebut berlangsung di berbagai kota, antara lain Bengkalis, Biak, Banjarmasin, Ketapang, Kumai, Muara Bungo, Palangkaraya, Pangkalan Banteng, Pekanbaru, Pontianak, Tarakan, serta sejumlah wilayah lainnya.
Bagi mereka yang sehari-hari bekerja di jalan, masker menjadi salah satu perlengkapan perlindungan diri ketika harus berhadapan dengan udara yang dipenuhi asap.
Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan kepada masyarakat yang terdampak kondisi lingkungan.
“Bencana karhutla yang menimbulkan kabut asap tebal tentu berdampak langsung pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Pembagian masker ini merupakan langkah cepat kami sekaligus dukungan nyata Maxim agar masyarakat dapat tetap beraktivitas dengan lebih aman,” ujarnya.
Di Pontianak, kondisi udara yang sempat berada pada tingkat kurang sehat turut menjadi perhatian. Head of Subdivision Maxim Pontianak, Dwi Janarko, mengatakan pihaknya ingin memastikan mitra pengemudi dan masyarakat memperoleh perlindungan tambahan saat menjalankan aktivitas.
Hal serupa dilakukan di Pekanbaru. Tim Maxim bergerak ke sejumlah titik ramai untuk membagikan masker secara langsung kepada warga yang melintas.
“Kami bergerak langsung ke lapangan di titik-titik ramai untuk membagikan masker kepada masyarakat yang melintas. Harapan kami, bantuan sederhana ini dapat bermanfaat dan memicu kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat,” kata Head of Subdivision Maxim Pekanbaru, Fadil Muhammad.
Pembagian masker tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi masyarakat yang harus tetap berada di luar ruangan ketika kabut asap menyelimuti kota, bantuan semacam ini menjadi pengingat bahwa keselamatan dan kesehatan perlu mendapat perhatian bersama.
Melalui aksi tanggap karhutla ini, Maxim menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan kepada masyarakat di wilayah operasionalnya, terutama ketika menghadapi situasi lingkungan yang berdampak pada kehidupan sehari-hari. (Hnd)



