Kolaborasi CMA CGM Foundation dan Happy Hearts Indonesia Perkuat Akses Pendidikan Berkualitas Melalui Renovasi Sekolah di Jakarta Utara
5 mins read

Kolaborasi CMA CGM Foundation dan Happy Hearts Indonesia Perkuat Akses Pendidikan Berkualitas Melalui Renovasi Sekolah di Jakarta Utara

5 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – Peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum dan tenaga pengajar, tetapi juga pada tersedianya lingkungan belajar yang aman, sehat, dan layak. Kesadaran inilah yang mendorong CMA CGM Foundation bersama Happy Hearts Indonesia untuk terus memperluas kolaborasi dalam mendukung pendidikan anak-anak Indonesia melalui program renovasi sekolah.

Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui peresmian Yayasan Pendidikan YASPI di Jakarta Utara sebagai sekolah ketiga yang berhasil direnovasi sejak kemitraan kedua organisasi dimulai pada 2024.

Sekolah yang kini melayani hampir 700 siswa dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas tersebut mendapatkan pembaruan fasilitas secara menyeluruh guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, sekaligus mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif.

Peresmian dihadiri oleh Presiden Direktur CMA CGM Indonesia Ikram Ghazali, CEO Happy Hearts Indonesia Sylvia Beiwinkler, Endang Nugrahani, istri Gubernur DKI Jakarta, serta jajaran pejabat Dinas Pendidikan Jakarta Utara.

Infrastruktur Pendidikan Masih Menjadi Tantangan

Di berbagai wilayah Indonesia, kualitas infrastruktur pendidikan masih menjadi tantangan yang memengaruhi kenyamanan dan efektivitas proses belajar mengajar. Ruang kelas yang kurang memadai, fasilitas sanitasi yang terbatas, hingga minimnya ruang literasi masih ditemukan di sejumlah sekolah.

Melalui proyek renovasi ini, CMA CGM Foundation dan Happy Hearts Indonesia berupaya menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak.

Renovasi di kompleks Yayasan Pendidikan YASPI meliputi pembangunan enam ruang kelas, renovasi 15 toilet, pembaruan ruang guru, laboratorium komputer, pembangunan ruang belajar tambahan, hingga menghadirkan perpustakaan berbahan kontainer pengiriman bekas.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga penciptaan ruang belajar yang mendorong kreativitas dan minat belajar siswa.

Kontainer Bekas Menjadi Ruang Literasi

Salah satu inovasi yang menonjol dalam proyek ini adalah pemanfaatan kontainer pengiriman bekas menjadi perpustakaan sekolah.

Transformasi tersebut memperlihatkan bagaimana aset logistik dapat digunakan kembali untuk menciptakan ruang publik yang memiliki nilai sosial sekaligus mendukung prinsip keberlanjutan.

Perpustakaan tersebut tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang interaksi, diskusi, dan eksplorasi pengetahuan bagi para siswa.

Pendekatan ini mencerminkan implementasi konsep ekonomi sirkular (circular economy) yang memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan kembali material yang masih layak digunakan.

CSR yang Bergerak Menuju ESG

Kemitraan antara CMA CGM Foundation dan Happy Hearts Indonesia memperlihatkan perubahan pendekatan dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan.

Jika sebelumnya CSR lebih banyak berfokus pada kegiatan filantropi jangka pendek, kini pendekatan yang digunakan lebih menekankan Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui penciptaan dampak yang berkelanjutan.

CEO Happy Hearts Indonesia Sylvia Beiwinkler menegaskan bahwa tujuan utama proyek ini bukan sekadar membangun fasilitas fisik.

“Setiap anak berhak mendapatkan sekolah di mana mereka merasa aman, dihargai, dan terinspirasi untuk bermimpi besar. Kemitraan ini bukan hanya tentang membangun gedung yang lebih baik, tetapi juga menghadirkan kesempatan dan sumber daya yang memungkinkan anak-anak berkembang,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa investasi pada pendidikan merupakan investasi terhadap kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.

Membangun Ekosistem Pendidikan

Kontribusi CMA CGM Foundation tidak berhenti pada proses renovasi sekolah.

Para karyawan CMA CGM Group turut terlibat sebagai relawan melalui berbagai kegiatan sosial, mulai dari membantu proses pembangunan, mengadakan kegiatan membaca bersama, hingga aktivitas olahraga bersama siswa.

Selain itu, guru dan tenaga kependidikan mengikuti program pelatihan selama tiga tahun yang mencakup penguatan kemampuan manajemen sekolah dan literasi keuangan.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan penguatan seluruh ekosistem sekolah, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur.

Menjangkau Lebih Banyak Anak Indonesia

Kemitraan yang dimulai sejak 2024 telah memberikan dampak nyata di berbagai daerah.

Dua sekolah pertama yang direnovasi, yaitu SMP Tri Guna Bhakti dan SMP Bina Karya di Surabaya, kini telah memberikan lingkungan belajar yang lebih baik bagi hampir 800 siswa.

Selanjutnya, renovasi MTs El Nur Kasysyaf di Jakarta Utara yang saat ini sedang berlangsung akan melengkapi rangkaian program tersebut.

Sekolah keempat itu ditargetkan mulai beroperasi dalam beberapa bulan mendatang dan akan melayani sekitar 100 siswa tingkat SMP.

Dengan rampungnya proyek tersebut, jumlah penerima manfaat diproyeksikan mencapai 1.600 anak.

Secara keseluruhan, program yang dijalankan di Surabaya dan Jakarta diperkirakan memberikan dampak positif bagi lebih dari 6.000 anggota masyarakat dalam beberapa tahun mendatang.

Pendidikan sebagai Investasi Sosial

Bagi Presiden Direktur CMA CGM Indonesia Ikram Ghazali, keberhasilan renovasi sekolah ketiga menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghasilkan perubahan nyata.

“Kami bangga dapat menghadirkan tempat belajar yang aman dan inspiratif bagi hampir 700 anak. Kami berharap sekolah keempat segera selesai sehingga manfaat kemitraan ini dapat dirasakan sekitar 1.600 anak,” katanya.

Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun beroperasi di Indonesia, didukung delapan kantor dan lebih dari 500 karyawan, CMA CGM Group menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis dapat berjalan beriringan dengan kontribusi sosial yang berkelanjutan.

Melalui kemitraan bersama Happy Hearts Indonesia, pembangunan sekolah tidak hanya menghadirkan ruang kelas baru, tetapi juga membuka peluang lahirnya generasi yang lebih siap menghadapi masa depan. (Hnd)