Membangun Attitude, Menyiapkan Kompetensi: Langkah Aero Astra Akademia Mencetak SDM Vokasi
4 mins read

Membangun Attitude, Menyiapkan Kompetensi: Langkah Aero Astra Akademia Mencetak SDM Vokasi

0 Kali Dibaca

Lanskap, Lampung – Ada langkah yang dimulai dari ruang kelas, tetapi tujuannya jauh lebih luas: dunia kerja.

Pada Rabu (2/9/2026), langkah itu kembali dimulai di Aero Astra Akademia. Para siswa Angkatan XII datang ke kampus di Tulang Bawang, Lampung, sebagian besar bersama orang tua mereka.

Mereka adalah lulusan SMA dan SMK yang memilih jalur berbeda untuk mempersiapkan diri sebelum masuk ke dunia profesional. Di tempat ini, pelatihan vokasi bidang perhotelan dan kapal pesiar tidak hanya berbicara tentang keterampilan kerja, tetapi juga tentang bagaimana seseorang membentuk dirinya.

Sekitar pukul 13.00 WIB, kegiatan pembukaan dimulai.

Lagu kebangsaan dinyanyikan bersama. Setelah itu, terdengar “Langkah Menuju Bintang”, lagu yang menjadi bagian dari tradisi civitas Aero Astra Akademia atau Aero Nation.

Nama lagu itu seperti menjadi penanda perjalanan para siswa yang baru saja dimulai.

Mereka kemudian diajak melihat kembali perjalanan Aero Astra Akademia: sejarah berdirinya lembaga, visi dan misi, tujuan pendidikan vokasi, hingga pengalaman para lulusan yang kini bekerja di berbagai hotel berbintang dan jaringan internasional.

Di balik semua itu ada satu pertanyaan penting: bagaimana pendidikan mempersiapkan seseorang untuk benar-benar bekerja?

Belajar dari Dunia Nyata

Jawabannya tidak berhenti di ruang kelas.

Aero Astra Akademia memiliki Aero Hotel sebagai teaching factory hotel dan Aero Cafe (Ngombe) sebagai teaching factory cafe.

Di dua ruang praktik tersebut, proses belajar dibuat lebih dekat dengan situasi industri. Siswa berhadapan dengan pekerjaan, pelayanan dan situasi yang membutuhkan ketelitian serta tanggung jawab.

Pengalaman itu kemudian diperluas melalui kesempatan magang di hotel-hotel mitra, termasuk jaringan hotel internasional.

Aero Astra Akademia juga telah dipercaya sebagai Tempat Uji Kompetensi Perhotelan (TUK Perhotelan).

Jejak para alumninya menjadi bagian dari cerita tersebut.

Lulusan Aero dari angkatan sebelumnya telah bekerja di sejumlah hotel, antara lain Swiss-Bel Cilegon, Mercure Karawang, Swiss-Bel Cikande, ibis Bandung Trans Studio dan SwissĂ´tel PIK Avenue Jakarta.

Ada Akbar yang mendapat predikat “Magang Terbaik” di ibis Bandung Trans Studio.

Ada Ridwan Fauzan yang memperoleh penghargaan dari General Manager Mercure Karawang setelah menunjukkan kesigapan ketika menyelamatkan anak tamu hotel di kolam renang.

Ada pula Gugus yang pada bulan pertama bekerja di Swissôtel PIK Avenue Jakarta langsung mendapatkan predikat “Employee of the Month”.

Prestasi tersebut menjadi gambaran bahwa perjalanan menuju dunia kerja bukan sekadar tentang mendapatkan sertifikat atau menyelesaikan pelatihan.

Ketika Attitude Menjadi Dasar

Denny Primawan Lo., S.E., M.M., CHM., C.Me., melihat proses tersebut dari sisi yang lebih mendasar.

Baginya, kemampuan bekerja dimulai dari cara seseorang memandang dirinya sendiri dan lingkungannya.

“Kami menitikberatkan merubah mindset, disiplin adalah keharusan, pendidikan mental, perilaku atau attitude adalah yang utama,” kata Denny.

Attitude, dalam pandangannya, merupakan sikap dan kesiapan mental seseorang ketika berhadapan dengan orang lain, situasi maupun pekerjaan.

Ia mencakup cara membawa diri, memperlakukan orang lain, mengambil keputusan dan bertindak sesuai keadaan.

Di industri perhotelan, aspek tersebut menjadi semakin penting. Seorang pekerja tidak hanya dituntut mampu melakukan pekerjaan secara teknis, tetapi juga harus mampu menjaga integritas, bekerja sama, bersikap jujur dan terus memiliki kemauan belajar.

Karena itu, attitude bukan sesuatu yang berhenti pada teori. Ia dapat dipilih, dilatih dan dibentuk melalui kebiasaan.

Ketika sikap telah terbentuk, pengetahuan dan keterampilan menjadi lebih mudah dikembangkan.

“Dengan attitude yang baik, tentunya pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) yang merupakan kemampuan (ability) masing-masing siswa yang mumpuni, sangat mudah untuk dilatih,” ujar Denny.

Menjembatani Pendidikan dan Industri

Pada pembukaan Angkatan XII, Muhammad Ichsan Kurniawan, S.S., Wakil Ketua Generasi Produktif Tulang Bawang (Genpro Tuba), juga menyampaikan motivasi kepada para siswa.

Ia mengingatkan bahwa kesempatan mengikuti pelatihan vokasi, terlebih bagi siswa yang memperoleh beasiswa dari Aero Astra Akademia, merupakan kesempatan yang patut dimanfaatkan.

Pertumbuhan dunia pariwisata dan perhotelan membutuhkan tenaga kerja baru yang memiliki kompetensi. Di titik inilah pendidikan vokasi memainkan perannya: mempertemukan generasi muda dengan kebutuhan nyata dunia kerja.

Kiprah Aero Astra Akademia juga pernah mendapat perhatian dari pemerintah.

Wakil Menteri Tenaga Kerja RI Afriansyah Noer pernah berkunjung ke kampus Aero Astra Akademia di Tulang Bawang. Dalam kunjungan tersebut, ia meresmikan Gedung Kampus Aero Astra Akademia sekaligus membuka Pelatihan Barista dan Kontes Mekanik SMK.

Kehadiran lembaga vokasi di daerah menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Di Lampung, Aero Astra Akademia berupaya mengambil bagian dalam proses tersebut melalui pelatihan kompetensi perhotelan, pengalaman industri dan pengantaran lulusan menuju dunia kerja.

Pada akhirnya, perjalanan Angkatan XII bukan hanya tentang belajar bagaimana bekerja di hotel atau kapal pesiar.

Lebih jauh dari itu, para siswa sedang belajar bagaimana menjadi pribadi yang siap bekerja: memiliki disiplin, mampu membawa diri, memahami tanggung jawab dan memiliki keberanian untuk terus berkembang.

Sebuah langkah kecil dari Tulang Bawang menuju dunia industri yang lebih luas. (Hnd)