Satu Filosofi Engineering Honda untuk Beragam Kebutuhan Mobilitas
3 mins read

Satu Filosofi Engineering Honda untuk Beragam Kebutuhan Mobilitas

9 Kali Dibaca

Lanskap.id, Tangsel –  Perkembangan teknologi otomotif tidak hanya mendorong peningkatan performa kendaraan, tetapi juga menghadirkan tuntutan terhadap kenyamanan, efisiensi ruang, dan pengalaman berkendara. Hal tersebut menjadi salah satu fokus PT Honda Prospect Motor dalam mengembangkan berbagai model kendaraan melalui filosofi Joy and Freedom of Mobility.

Pendekatan tersebut diperkenalkan melalui Honda Auto Technology Workshop Indonesia pada 29–30 Oktober 2026 di Indonesia Safety Driving Centre (ISDC), Tangerang Selatan. Melalui test drive dan eksplorasi kendaraan, media diajak melihat penerapan filosofi engineering Honda pada mobil konvensional, hybrid, dan listrik.

Honda menggunakan dua prinsip utama dalam pengembangan kendaraannya, yakni Joy of Driving dan Man Maximum, Machine Minimum (M/M Principle).

Prinsip pertama menitikberatkan pada pengalaman berkendara melalui respons, presisi, dan keseimbangan kendaraan. Sementara M/M Principle berfokus pada optimalisasi ruang bagi manusia dengan meminimalkan ruang yang dibutuhkan komponen mekanis.

President Director PT Honda Prospect Motor, Masanao Kataoka, mengatakan bahwa filosofi tersebut tetap menjadi dasar pengembangan kendaraan meskipun teknologi sistem penggerak terus berkembang.

Menurutnya, teknologi ICE maupun elektrifikasi perlu diterjemahkan menjadi manfaat yang dapat dirasakan konsumen, baik dari sisi pengalaman berkendara maupun kenyamanan penggunaan sehari-hari.

Pengalaman berkendara mengikuti karakter kendaraan

Penerapan Joy of Driving terlihat dari perbedaan karakter masing-masing model. Honda Prelude memadukan pengalaman sporty dengan kenyamanan grand tourer melalui teknologi hybrid dan Honda S+ Shift.

Sementara itu, Honda SUPER-ONE menawarkan karakter kendaraan listrik kompak dengan BOOST Mode yang meningkatkan tenaga motor dari 47 kW menjadi 70 kW. Simulated 7-Speed Gear Shift dan Active Sound Control turut memberikan pengalaman berkendara yang lebih interaktif.

Pada Honda Brio RS CVT, kelincahan dan kemudahan pengendalian didukung mesin 1.2 liter i-VTEC bertenaga 90 PS. Honda WR-V RS menggabungkan mesin 1.5 liter DOHC i-VTEC dengan tenaga 121 PS dan torsi 145 Nm.

Adapun Honda HR-V RS Hybrid mengandalkan motor listrik bertenaga 131 PS dan torsi 253 Nm. Teknologi Variable Gear Ratio dan Agile Handling Assist menjadi bagian dari pendekatan pengendalian yang ditawarkan model tersebut.

Sales and Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, menyampaikan bahwa manfaat engineering tidak hanya dapat dilihat dari spesifikasi, tetapi juga dari pengalaman pengguna saat berkendara dan memanfaatkan kendaraan dalam aktivitas sehari-hari.

Optimalisasi ruang sebagai bagian dari engineering

M/M Principle menunjukkan bagaimana pengaturan komponen kendaraan dapat memberikan ruang yang lebih fungsional bagi manusia. Pendekatan ini telah menjadi bagian dari pengembangan mobil Honda sejak era kendaraan kompak.

Honda N360 pada 1967 dirancang untuk menampung empat orang dewasa meskipun memiliki dimensi kecil. Penggunaan mesin ringkas dan penggerak roda depan membantu mengoptimalkan ruang bagi penumpang.

Pada 1981, Honda City memperkenalkan konsep Tall Boy dengan bodi lebih tinggi dan posisi duduk lebih tegak. Sementara Honda Fit pada 2001, yang dikenal sebagai Honda Jazz di Indonesia, menggunakan center tank layout untuk membuka kemungkinan pengaturan ruang kabin dan kursi yang lebih fleksibel.

Prinsip tersebut terus diterapkan pada kendaraan generasi berikutnya, termasuk model hybrid dan listrik. Dalam workshop, Honda memperlihatkan penerapannya melalui static display Honda STEP WGN Hybrid, CR-V Hybrid, Civic Hybrid, BR-V, dan SUPER-ONE.

Pada STEP WGN Hybrid, fleksibilitas ditunjukkan melalui pengaturan kursi baris kedua dan ketiga. CR-V Hybrid mengoptimalkan penempatan komponen baterai agar ruang kabin dan bagasi tetap tersedia. Civic Hybrid menawarkan konfigurasi kursi belakang 60:40 Split-Folding, sementara BR-V mengakomodasi tujuh penumpang beserta barang bawaan.

Pada kendaraan listrik SUPER-ONE, pengemasan baterai yang efisien dipadukan dengan fitur ULTRA Seats. Kursi belakang dapat dilipat atau diangkat untuk menyesuaikan kebutuhan penyimpanan barang.

Melalui pendekatan tersebut, Honda menempatkan pengembangan teknologi dan desain sebagai bagian dari upaya menciptakan kendaraan yang tidak hanya memiliki performa, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan pengguna. Filosofi yang sama diterapkan pada beragam model dengan karakter dan fungsi yang berbeda. (Rnie)