Physiorehab Perluas Akses Rehabilitasi, Buka Klinik Terbesar di Muara Karang
3 mins read

Physiorehab Perluas Akses Rehabilitasi, Buka Klinik Terbesar di Muara Karang

2 Kali Dibaca

Lanskap.id, Jakarta –  Pertumbuhan jumlah penduduk lanjut usia membawa perhatian lebih besar terhadap kebutuhan menjaga mobilitas dan kemandirian. Di tengah kebutuhan tersebut, Physiorehab membuka klinik ke-14 di Muara Karang, Jakarta Utara, sebagai bagian dari pengembangan akses layanan fisioterapi bagi berbagai kelompok usia.

Klinik seluas sekitar 555 meter persegi ini menjadi fasilitas terbesar dalam jaringan Physiorehab. Layanannya mencakup fisioterapi geriatri, pemulihan pascaoperasi, rehabilitasi cedera olahraga, serta fisioterapi umum bagi pasien dengan kebutuhan yang beragam.

Data SUPAS 2025 menunjukkan proporsi penduduk lanjut usia di Indonesia mencapai 11,97%. Pada kelompok usia ini, perubahan fungsi tubuh dapat berdampak pada kekuatan otot, keseimbangan, fleksibilitas, dan kemampuan bergerak.

Riskesdas 2018 juga mencatat penyakit sendi yang didiagnosis dokter dialami oleh 18,6% penduduk berusia 65–74 tahun dan 18,9% penduduk berusia 75 tahun ke atas. Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya upaya menjaga fungsi gerak, termasuk melalui program rehabilitasi yang sesuai dengan kebutuhan individu.

CEO and Founder Physiorehab, Adam Salim, mengatakan pembukaan cabang Muara Karang ditujukan untuk memperluas jangkauan layanan, terutama bagi masyarakat Jakarta Utara dan sekitarnya.

“Kami menghadirkan Physiorehab terbesar di Muara Karang agar layanan fisioterapi semakin mudah dijangkau masyarakat Jakarta Utara dan sekitarnya, baik generasi muda yang aktif berolahraga maupun lansia yang ingin tetap mandiri. Sebagai cabang ke-14, Muara Karang menjadi bagian dari komitmen kami untuk semakin memperluas akses layanan dengan standar yang konsisten di setiap lokasi,” ujarnya.

Pendekatan rehabilitasi berbasis kebutuhan pasien

Physiorehab Muara Karang dilengkapi 18 bed perawatan, rehabilitation gym, serta Super Inductive System (SIS). Teknologi terapi berbasis medan elektromagnetik berintensitas tinggi tersebut menjadi fasilitas baru dalam jaringan Physiorehab Jakarta untuk mendukung proses rehabilitasi, termasuk membantu mengelola nyeri dan menstimulasi otot.

Dalam praktiknya, fisioterapi tidak hanya berfokus pada keluhan yang dirasakan pasien, tetapi juga pada kemampuan fungsional yang ingin dipulihkan atau dipertahankan. Program dapat mencakup terapi manual, latihan terapeutik, dan penggunaan teknologi pendukung sesuai hasil penilaian fisioterapis.

Founder and Chief Physiotherapist Physiorehab, Simon Tri Prasetyo, menekankan pentingnya penanganan yang disesuaikan dengan kondisi setiap pasien.

“Setiap orang memiliki kondisi dan kebutuhan gerak yang berbeda. Karena itu, fisioterapi dimulai dari memahami kondisi pasien, dilanjutkan dengan latihan yang sesuai dan pemantauan perkembangan secara berkala. Bagi lansia, latihan kekuatan dan keseimbangan yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kemandirian dalam aktivitas sehari-hari,” kata Simon.

Pendekatan tersebut juga relevan bagi pasien yang menjalani pemulihan setelah operasi, mengalami cedera olahraga, atau membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan gerak dalam aktivitas sehari-hari.

Perluas jaringan layanan

Grand opening Physiorehab Muara Karang berlangsung pada 31 Oktober 2026 dengan melibatkan komunitas lansia. Selain senam bersama di area rehabilitation gym, kegiatan juga menghadirkan sesi diskusi mengenai longevity dan peregangan untuk menjaga kelenturan sendi bersama Simon Tri Prasetyo.

Physiorehab menyatakan telah melayani lebih dari 20.000 pasien melalui 100.000 sesi terapi. Perusahaan menargetkan pengembangan jaringan hingga 16 klinik pada akhir 2026, seiring upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan fisioterapi.

Informasi lebih lanjut mengenai layanan dan fasilitas dapat diperoleh melalui www.physiorehab.id serta akun Instagram @physiorehab.id. (Rnie)