Lewat Puisi, Jendela Puspita Rawat Semangat Persatuan Lintas Generasi
2 mins read

Lewat Puisi, Jendela Puspita Rawat Semangat Persatuan Lintas Generasi

5 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – Sastra menjadi ruang untuk merawat semangat kebangsaan dalam Parade Penyair yang digelar Jendela Puspita secara daring pada 21 Oktober 2026. Mengusung rangkaian Gelora Sumpah Pemuda: Dengan Cinta Membangun Bangsa, kegiatan ini mempertemukan 11 penyair dari berbagai daerah di Indonesia.

Dipandu Erni Wardhani, parade tersebut menghadirkan pembacaan puisi dari penyair lintas generasi, mulai dari Gen Alpha, Gen Z, milenial, hingga Gen X. Perbedaan usia dan pengalaman menjadi bagian dari keberagaman perspektif yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Peserta mengikuti acara melalui Zoom dari berbagai wilayah, dari Sabang hingga Merauke. Ruang virtual itu menjadi tempat berbagi karya dan gagasan, sekaligus memperlihatkan potensi sastra dalam menghubungkan orang-orang yang terpisah jarak.

Sebelas penyair, beragam suara tentang Indonesia

Para penyair yang tampil berasal dari sejumlah daerah, yakni Siska Puspita Dewi dari Kota Bekasi, Aleeya Salma Anggraenila dari Jakarta, Ai Lundeng dari Purwakarta, Nurul Qodriyah dari Mojokerto, dan Hj. Lili Priyani dari Kabupaten Bekasi.

Turut tampil Muhammad Iqbal dari Aceh, Eva Ngelis dari Kendari, Titin Supriatin dari Majalengka, Muhammad Syafi’i dari Malang, Tia Agustina dari Subang, serta Erin Paramyta Mei A dari Banggai.

Masing-masing penyair membawa latar dan sudut pandang yang berbeda. Dalam kegiatan ini, puisi menjadi medium untuk mengekspresikan pengalaman sekaligus menyampaikan gagasan tentang persatuan, perjuangan, dan masa depan Indonesia.

Semangat tersebut sejalan dengan upaya menjadikan sastra bukan hanya sebagai karya untuk dinikmati, melainkan juga ruang partisipasi yang terbuka bagi masyarakat.

Antologi puisi menjadi ruang berkarya bersama

Jendela Puspita selanjutnya menyiapkan kegiatan menulis bersama untuk menghasilkan antologi Gelora Sumpah Pemuda: Denyut Cinta Membangun Bangsa.

Program ini membuka kesempatan bagi penulis dan penyair untuk menghimpun karya bertema Indonesia, persatuan, perjuangan, serta harapan bagi generasi mendatang. Melalui antologi tersebut, gagasan dan pengalaman para penulis diharapkan dapat terdokumentasi dalam sebuah karya bersama.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat menghubungi WhatsApp 0857-7014-4365 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai program penulisan antologi.

Jendela Puspita juga membagikan informasi kegiatan melalui situs jendelapuspita.com dan Instagram @jendelapuspita.

Melalui parade dan antologi puisi, semangat Sumpah Pemuda dihadirkan dalam bentuk ekspresi kreatif. Sastra menjadi salah satu cara untuk mempertemukan perbedaan, membuka ruang dialog, dan menjaga kecintaan terhadap Indonesia. (Rnie)