
Gerakan Literasi Putra Bangsa Memasuki Tahun Kedua, Perkuat Pendidikan Berbasis Masyarakat
Lanskap, Bogor – Gerakan Literasi Putra Bangsa (GLPB) memasuki tahun kedua pelaksanaan program pendidikan berbasis masyarakat di Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.
Program yang digagas Daya Putra Bangsa tersebut berlangsung pada periode Agustus 2026 hingga Agustus 2027 dengan kegiatan yang dilaksanakan setiap Sabtu sore dan Minggu di Kompleks Edukasi Putra Bangsa, Kampung Pasirangin.
GLPB secara resmi diresmikan pada 2 Agustus 2026. Program yang dijalankan mencakup kursus membaca, matematika, bahasa Inggris, komputer dasar, penyuluhan, pelatihan kesenian, diskusi, bedah buku, serta pemutaran film edukatif.
Kegiatan tersebut didukung sejumlah pihak, termasuk Maha Padma Parartha Foundation (MaPa Foundation) yang berkontribusi melalui penyediaan buku bacaan, perlengkapan belajar, dan pendampingan kegiatan.

Pendidikan Dimulai dari Lingkungan Lokal
Ketua GLPB, Isti Wuryanti, mengatakan penguatan pendidikan dapat dimulai dari lingkungan masyarakat dengan membangun kegiatan yang konsisten dan berkelanjutan.
Ia menilai keberadaan ruang belajar di tingkat desa dapat menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung proses pendidikan anak.
“Bagi kami, kegiatan yang menampung antusiasme belajar anak-anak di Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, ini menjadi titik awal untuk bisa berkontribusi. Asal konsisten dan kreatif, insyaallah akan memberikan dampak positif yang pada gilirannya menjadi inspirasi bagi setiap desa untuk menyelenggarakan kegiatan serupa,” kata Isti.
Menurutnya, semakin banyak ruang belajar yang dibangun secara mandiri oleh masyarakat, semakin besar pula peluang anak-anak mendapatkan akses terhadap kegiatan pendidikan tambahan di luar sekolah formal.
Ia berharap gerakan tersebut dapat berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang memiliki kemampuan akademik, kreativitas, produktivitas, serta karakter.
Dua Taman Baca Jadi Bagian Program
Pembina Daya Putra Bangsa, Heri Cokro, menekankan pentingnya kontinuitas dalam pelaksanaan program literasi.
Menurut Heri, program yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membantu memperkuat pembelajaran anak sekaligus memberikan pengalaman belajar tambahan di luar pendidikan formal.
GLPB saat ini memiliki dua taman baca, yakni Taman Baca Putra Bangsa di Kampung Pancasan, Rancamaya, Kota Bogor, dan Taman Baca Nyala Aksara di Kampung Pasirangin, Kabupaten Bogor.
“Apa yang dilakukan Gerakan Literasi Putra Bangsa dengan dua taman baca yang mengagendakan beragam bentuk program literasi, selain membantu anak menguatkan pembelajaran di sekolah formal juga memberikan tambahan nutrisi bagi terciptanya generasi yang cerdas, tangguh, dan mandiri,” ujar Heri.
Kedua taman baca tersebut menjadi bagian dari ruang pelaksanaan berbagai program literasi dan pembelajaran yang ditujukan bagi masyarakat sekitar.
MaPa Foundation Dukung Program Pendidikan
Dukungan terhadap GLPB juga datang dari MaPa Foundation. Ketua MaPa Foundation, Juliani Luthan, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Daya Putra Bangsa telah berlangsung selama hampir tiga tahun.
Dukungan diberikan dalam bentuk penyediaan buku bacaan, perlengkapan belajar, serta pendampingan, khususnya untuk kegiatan kursus dan penyuluhan.
Juliani mengatakan program tersebut sejalan dengan tiga pilar misi MaPa Foundation, yakni menumbuhkan minat literasi anak, mengembangkan keterampilan aplikatif seperti bahasa asing dan komputer dasar, serta membangun kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan.
“Kami dari MaPa Foundation mendukung setiap aktivitas pendidikan yang dilaksanakan dalam kerja sama bergandengan dengan Yayasan Daya Putra Bangsa. Kegiatan ini sangat selaras dengan tiga pilar misi dari MaPa Foundation,” ungkapnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan generasi muda dari sisi mental, intelektual, spiritual, maupun keterampilan.
Libatkan Mahasiswa dan Relawan
Sepanjang Agustus 2026, GLPB telah menjalankan sejumlah kegiatan kursus yang dilaksanakan setiap Minggu.
Materi yang diberikan antara lain komputer dasar, matematika, bahasa Inggris, dan membaca. Pelaksanaannya melibatkan relawan serta pamong belajar dari sejumlah kalangan.
Di antaranya mahasiswa UIK, HMI Kota Bogor, Unida, dan relawan Daya Putra Bangsa.
Sejumlah relawan yang tercatat terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Anin Nurbawiyah, Siti Fitriani, Siti Aulia Septiani, Mulyadi, Jalu Raksaka, Suryani, dan Abdul Gani.
Dengan periode program yang berlangsung hingga Agustus 2027, GLPB diarahkan untuk terus menjadi ruang belajar sekaligus ruang interaksi masyarakat.
Kehadiran anak-anak, relawan, mahasiswa, pendidik, dan masyarakat dalam satu ruang pembelajaran menjadi bagian dari upaya membangun budaya belajar berbasis komunitas.
Gerakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Daya Putra Bangsa memperkuat pendidikan berbasis masyarakat dan menumbuhkan budaya literasi dari tingkat lokal. (Ckr03/red)



