
Ketika Membeli Mobil Bukan Lagi Sekadar Soal Kendaraan
Lanskap, Tangerang – Di sebuah pameran otomotif, keputusan membeli kendaraan biasanya dimulai dari melihat model, membandingkan fitur, kemudian menghitung kemampuan finansial.
Namun perjalanan tersebut tidak berhenti ketika Surat Pemesanan Kendaraan ditandatangani.
Ada pembiayaan, perlindungan, transaksi, hingga bagaimana seseorang memastikan keputusan finansialnya tetap sesuai dengan kemampuan.
Rangkaian kebutuhan itulah yang coba dijawab Astra Financial melalui sinergi tujuh unit bisnisnya selama GIIAS 2026.
Hasilnya cukup kuat.
ACC dan TAF membukukan 5.602 SPK dengan nilai pembiayaan Rp2,4 triliun, melampaui target 4.781 SPK dan mencapai 129,3 persen dari target pembiayaan.
GIIAS 2026 berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang.
Dari Pembiayaan hingga Perlindungan
ACC dan TAF memang menjadi pintu masuk utama untuk kebutuhan pembiayaan kendaraan roda empat.
Namun di belakangnya terdapat ekosistem yang lebih luas.
Astra Financial menghadirkan tujuh unit bisnis, yakni ACC, TAF, FIFGROUP, Asuransi Astra, Astra Life, AstraPay, dan Bank Saqu.
Masing-masing membawa fungsi berbeda.
Ada pembiayaan kendaraan, perlindungan kendaraan dan jiwa, transaksi digital, hingga layanan perbankan.
Bagi konsumen, sinergi tersebut membuat proses kepemilikan kendaraan tidak berdiri sebagai satu transaksi yang terpisah-pisah.
“Capaian yang melampaui target ini kami maknai sebagai bentuk kepercayaan masyarakat terhadap ACC, TAF, dan berbagai solusi keuangan yang dihadirkan Astra Financial,” ujar Tan Chian Hok, Project Director ACC-TAF GIIAS 2026 sekaligus Chief Marketing and Sales Officer ACC.
Menurutnya, konsumen saat ini tidak hanya membutuhkan akses pembiayaan. Mereka juga membutuhkan skema yang sesuai kemampuan, proses transparan, perlindungan, dan kemudahan transaksi.
Angka yang Bicara
Di sisi pembiayaan kendaraan roda empat, angka Rp2,4 triliun bukan satu-satunya capaian.
Jumlah SPK yang mencapai 5.602 juga menunjukkan respons positif pengunjung GIIAS terhadap layanan ACC dan TAF.
Sementara di sektor perlindungan, Asuransi Astra mencatat transaksi Rp2,7 miliar, mencapai 128,9 persen dari target.
Astra Life mencatat Rp2,5 miliar atau 109,7 persen dari target.
Kemudian ada transaksi digital.
AstraPay mencatat Rp9,12 miliar melalui 134.310 transaksi, mencapai 172,8 persen dari target.
Sedangkan Bank Saqu mencatat transaksi Rp9,6 miliar dari 17.204 transaksi.
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa pengalaman di pameran otomotif semakin melebar dari sekadar melihat kendaraan.
Ada kebutuhan untuk membayar, membiayai, melindungi, dan mengelola keuangan dalam satu perjalanan.
Di Balik Angka Ada Pengalaman
Angka pencapaian bisnis memang mudah dibaca.
Namun bagi konsumen, pengalaman sering kali menjadi alasan yang lebih sederhana untuk kembali menggunakan sebuah layanan.
Sherly Margaretha S, pelanggan TAF, misalnya, merasa terbantu karena pilihan pembiayaan terintegrasi dengan kendaraan yang dibelinya.
Sementara Inge Sifa, yang telah hampir tujuh tahun menggunakan ACC, mengapresiasi tenaga penjualan yang dinilainya informatif dan mampu memberikan solusi sesuai kebutuhannya.
Pengalaman lain datang dari Sigit Setiawan, pelanggan Garda Oto.
Ketika kendaraan mengalami kendala teknis di perjalanan, ia menghubungi Garda Siaga melalui aplikasi.
Yang paling membekas bukan hanya kecepatan petugas datang, tetapi perhatian yang diberikan sebelum kendaraan ditangani.
“Petugas tidak langsung menangani kendaraan, tapi memastikan kondisi saya terlebih dahulu. Saya merasa ada sisi humanis dan empati,” ujar Sigit.
Di titik ini, teknologi dan layanan bertemu dengan sesuatu yang lebih sederhana: rasa diperhatikan.
Literasi Keuangan Tidak Kalah Penting
Di tengah ramainya transaksi GIIAS, Astra Financial juga membawa agenda edukasi.
Melalui Fieldtrip GIIAS Tour with Astra Group, keluarga jurnalis diajak mengenal pengelolaan keuangan dengan cara yang lebih interaktif.
Anak-anak, remaja, dan orang tua mendapatkan materi mengenai pengelolaan keuangan, perlindungan diri dan aset, serta kebiasaan finansial yang lebih bijak.
Pesan yang dibawa cukup relevan dengan keputusan membeli kendaraan.
Bahwa membeli kendaraan bukan hanya soal mampu membayar cicilan bulan pertama.
Ada kewajiban, risiko, biaya perlindungan, dan kebutuhan finansial lain yang perlu diperhitungkan.
“Literasi keuangan perlu hadir dekat dengan keputusan sehari-hari masyarakat, termasuk ketika memilih kendaraan, menentukan pembiayaan, dan mempersiapkan perlindungan,” kata Tan Chian Hok.
Setelah Jakarta, perjalanan GIIAS The Series 2026 akan berlanjut ke Surabaya, Bandung, dan Semarang.
Dan seperti kendaraan yang bergerak dari satu kota ke kota lain, ekosistem keuangan yang menyertainya pun dituntut untuk ikut bergerak—lebih mudah, lebih terintegrasi, sekaligus semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. (Hnd)



