Pegadaian Area Cirendeu Perkuat Literasi Keuangan Komunitas Ojek Pangkalan
5 mins read

Pegadaian Area Cirendeu Perkuat Literasi Keuangan Komunitas Ojek Pangkalan

2 Kali Dibaca

Lanskap, Tangerang – Bagi pengemudi ojek pangkalan, penghasilan yang diperoleh setiap hari tidak selalu datang dengan jumlah yang sama. Di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan, kemampuan mengatur pendapatan menjadi bagian penting dari ketahanan ekonomi keluarga.

Persoalan tersebut menjadi salah satu konteks yang diangkat PT Pegadaian (Persero) Area Cirendeu melalui kegiatan edukasi literasi keuangan bersama puluhan anggota Komunitas Ojek Pangkalan (Opang) kawasan Pondok Aren dan sekitarnya.

Berlangsung di The Gade Creative Lounge PKN STAN, kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan produk dan layanan keuangan. Pegadaian juga mendorong peserta memahami cara mengelola pendapatan harian, menyisihkan tabungan, menyiapkan dana darurat, serta mengenal instrumen investasi yang dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan dengan mendekatkan edukasi kepada kelompok masyarakat yang sehari-hari menjadi bagian dari penggerak ekonomi lokal.

Dari Pendapatan Harian Menuju Perencanaan Keuangan

Pengemudi ojek pangkalan merupakan salah satu kelompok pekerja yang memiliki peran langsung dalam mobilitas masyarakat. Aktivitas mereka juga beririsan dengan kehidupan ekonomi di tingkat komunitas.

Namun, pola pendapatan yang bersifat harian membuat perencanaan keuangan menjadi tantangan tersendiri. Pendapatan yang diperoleh dapat dengan cepat terserap untuk kebutuhan sehari-hari apabila tidak diikuti kebiasaan mengatur keuangan.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2, Maryono, mengatakan edukasi keuangan perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang bekerja di sektor informal.

“Kami ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk para mitra pengemudi ojek pangkalan, memiliki perencanaan keuangan yang kuat dan tidak rentan terhadap risiko finansial harian. Melalui kegiatan literasi keuangan ini, Pegadaian berkomitmen menghadirkan solusi pengelolaan uang yang praktis, aman, dan dapat dimanfaatkan secara langsung untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga mereka,” ujar Maryono.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami pengelolaan pemasukan dan pengeluaran, membangun kebiasaan menabung, serta mempersiapkan dana untuk kebutuhan yang sifatnya tidak terduga.

Pendekatan ini menempatkan literasi keuangan bukan sekadar pengetahuan mengenai produk finansial, melainkan sebagai keterampilan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengenalkan Pilihan Investasi yang Lebih Terjangkau

Selain pengelolaan keuangan dasar, Pegadaian Area Cirendeu memperkenalkan tabungan emas sebagai salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan masyarakat untuk mulai membangun aset.

Bagi masyarakat dengan penghasilan harian, pilihan investasi yang dapat dimulai sesuai kemampuan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kebiasaan finansial jangka panjang.

Deputi Bisnis PT Pegadaian (Persero) Area Cirendeu, Puji Widodo, mengatakan komunitas ojek pangkalan memiliki posisi strategis dalam menggerakkan ekonomi lokal.

“Komunitas ojek pangkalan memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda ekonomi lokal. Melalui kegiatan edukasi dan pendampingan ini, Pegadaian Area Cirendeu hadir untuk mempermudah akses mereka terhadap ekosistem pembiayaan dan investasi emas,” jelas Puji Widodo.

Pegadaian juga mengenalkan pemanfaatan aplikasi Pegadaian Digital serta layanan Tring! kepada peserta.

Kehadiran layanan digital tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan transaksi secara lebih praktis, aman, dan terencana tanpa harus selalu bergantung pada proses transaksi secara konvensional.

Dengan demikian, akses terhadap layanan keuangan tidak hanya diperluas melalui keberadaan produk, tetapi juga melalui pemahaman mengenai bagaimana layanan tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Bantuan Sosial Berjalan Bersama Pemberdayaan

Di luar edukasi finansial, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian bantuan sosial.

PT Pegadaian (Persero) Area Cirendeu menyerahkan paket sembako kepada peserta untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Para pengemudi juga mendapatkan perlengkapan kerja berupa rompi operasional Tring! untuk menunjang aktivitas mereka saat menjalankan pekerjaan.

Pemberian bantuan tersebut menjadi bagian dari pendekatan yang menggabungkan kepedulian sosial dengan pemberdayaan.

Bantuan langsung dapat menjawab kebutuhan dalam jangka pendek. Sementara edukasi keuangan diharapkan memberikan bekal yang dapat digunakan peserta dalam mengambil keputusan finansial setelah kegiatan berakhir.

Di titik inilah literasi keuangan memiliki peran yang lebih luas. Masyarakat tidak hanya dibantu untuk menghadapi kebutuhan saat ini, tetapi juga didorong agar memiliki kemampuan mengelola sumber daya yang mereka miliki secara lebih mandiri.

Inklusi Keuangan Berawal dari Komunitas

Perluasan inklusi keuangan tidak selalu harus dimulai dari ruang-ruang formal. Komunitas juga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan pengetahuan dan layanan finansial yang relevan dengan kehidupan masyarakat.

Kegiatan Pegadaian Area Cirendeu bersama komunitas ojek pangkalan memperlihatkan pendekatan tersebut. Edukasi diberikan dengan mengambil contoh yang dekat dengan keseharian peserta, mulai dari pendapatan harian, kebutuhan rumah tangga, tabungan, dana darurat, hingga pilihan investasi.

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan berkembang menjadi kebiasaan.

Bagi keluarga dengan pendapatan yang diperoleh secara harian, kemampuan membagi pemasukan untuk kebutuhan rutin, tabungan, kebutuhan darurat, maupun tujuan jangka panjang dapat menjadi fondasi penting untuk menjaga ketahanan ekonomi.

Karena itu, literasi keuangan tidak berhenti pada kemampuan mengenal produk. Lebih jauh, literasi menjadi bagian dari kemampuan masyarakat untuk memahami risiko, menentukan prioritas, dan mengambil keputusan sesuai kondisi masing-masing.

Membangun Ketahanan Ekonomi Secara Berkelanjutan

Melalui kegiatan ini, Pegadaian Area Cirendeu berupaya mempertemukan dua kebutuhan sekaligus: membantu masyarakat menghadapi kebutuhan saat ini dan membekali mereka agar lebih siap menghadapi kebutuhan di masa mendatang.

Sinergi antara bantuan sosial, edukasi, pengenalan layanan digital, serta akses terhadap produk keuangan menjadi pendekatan yang diharapkan dapat memberikan manfaat lebih panjang bagi komunitas.

Pada akhirnya, penguatan inklusi keuangan bukan hanya mengenai semakin banyak masyarakat yang menggunakan layanan finansial. Yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat memahami manfaat, risiko, serta penggunaan layanan tersebut sesuai kebutuhan.

Bagi komunitas ojek pangkalan, pengetahuan tentang mengatur pendapatan, menabung, mempersiapkan dana darurat, dan mengenal investasi dapat menjadi langkah sederhana menuju pengelolaan keuangan yang lebih terencana.

Dari komunitas lokal seperti inilah ketahanan ekonomi keluarga dapat dibangun sedikit demi sedikit—bukan hanya melalui bantuan yang diterima hari ini, tetapi melalui pengetahuan dan kebiasaan yang dapat terus digunakan pada masa mendatang. (Hnd)