Galedi Corps dan Strategi Membangun Ekosistem Gaya Hidup Anak Muda
4 mins read

Galedi Corps dan Strategi Membangun Ekosistem Gaya Hidup Anak Muda

5 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – Perubahan perilaku konsumen muda turut menggeser cara brand membangun hubungan dengan pasar. Produk tidak lagi berdiri sendiri, tetapi semakin terkait dengan identitas, pengalaman, komunitas, dan nilai yang ingin direpresentasikan konsumennya.

Fenomena tersebut menjadi ruang yang ingin diisi Galedi Corps, grup usaha yang menaungi berbagai lini bisnis dari fragrance, self-care, travel, hospitality hingga media.

Digagas oleh tiga bersaudara, Gracia Vega Setiawan, Gracia Christie Setiawan, dan Gracia Audy Setiawan, Galedi Corps membangun pendekatan bisnis melalui sejumlah brand yang memiliki segmen dan karakter spesifik.

“Kami ingin bangun ekosistem bisnis relevan dengan keseharian anak muda, mulai dari ‘produk’ gaya hidup, perjalanan, sampai hospitality. Semua brand kami bangun punya karakter dan cerita masing-masing, tapi tetap satu visi besar,” ujar Gracia Christie, Co-Founder Galedi Corps, di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Niche sebagai Strategi

Galedi Corps melihat konsumen muda semakin mencari produk yang memiliki relevansi dengan identitas personal mereka.

Dalam konteks tersebut, parfum dapat menjadi medium ekspresi diri. Perjalanan tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi sebagai pengalaman. Bahkan perjalanan ibadah pun memiliki kebutuhan terhadap kenyamanan dan pengalaman yang lebih personal.

Galedi Corps kemudian memilih strategi yang berbeda dari konsep mega-brand.

Alih-alih menyatukan seluruh kebutuhan ke dalam satu nama besar, mereka membangun brand dengan karakter spesifik atau niche by design.

Setiap brand berbicara kepada audiens tertentu, tetapi tetap berada dalam satu ekosistem bisnis yang sama.

Sepuluh Brand, Tiga Klaster

Saat ini Galedi Corps menaungi 10 brand yang terbagi dalam tiga klaster.

Klaster pertama adalah wewangian dan self-care, yang terdiri atas Saka Perfumery, Saka Ambient, Saka Remedy, Saka International, dan Nosefable.

Nosefable hadir sebagai lini fragrance niche dengan lebih dari 100 varian parfum dari sekitar 20 brand lokal.

Klaster kedua adalah perjalanan dan ibadah, melalui Meetcation Tour & Travel dan Safeeya Umroh.

Sementara klaster ketiga mencakup hospitality dan kreatif, melalui Arkaloka Hospitality, Nirmala Project, dan Dusantara ID.

Dusantara ID memiliki posisi tersendiri karena menerjemahkan identitas Nusantara ke dalam benda yang dapat disentuh dan digunakan, dengan pendekatan yang lebih modern.

Di luar sepuluh brand tersebut, Galedi Corps juga membangun tiga lini media, yaitu Nomadbookid, 8ounceid, dan Whiff Media.

Kehadiran media tersebut memperluas fungsi ekosistem dari sekadar transaksi menjadi ruang percakapan dan komunitas.

Premium Tidak Selalu Berarti Mahal

Bagi Galedi Corps, membangun positioning premium tidak selalu berkaitan dengan harga.

Gracia Vega menyebut bahwa rasa dipahami menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman premium.

Karena itu, pendekatan multi-brand Galedi Corps dibangun melalui sejumlah prinsip.

Pertama, personal, bukan massal. Setiap brand memiliki identitas sendiri dan berusaha membangun hubungan yang lebih dekat dengan komunitasnya.

Kedua, terkoneksi, bukan terpisah. Meski memiliki karakter berbeda, masing-masing brand memiliki peluang untuk saling melengkapi kebutuhan konsumen.

Ketiga, lokal tetapi berkelas dunia. Pendekatan tersebut salah satunya diterapkan melalui Dusantara ID yang mengemas kekayaan Nusantara dalam format yang lebih kontemporer.

Keempat, konten yang relevan. Melalui tiga lini medianya, Galedi Corps ingin menjadi bagian dari percakapan mengenai gaya hidup, bukan hanya menjadi pihak yang menawarkan produk.

Ekosistem yang Dikelola Secara Terdesentralisasi

Pertumbuhan Galedi Corps didukung oleh para Managing Partners yang memimpin unit bisnis masing-masing.

Beberapa nama yang terlibat antara lain Firta Tirta Damayanti, S.M., Co-Founder Saka; Ruth Handayani Waruwu, Co-Founder Meetcation; Daud Antonius, Managing Partner 8ounce; Ricky Julianto, Managing Partner Safeeya Umroh; Chandra Topan Suyatman, Managing Partner Arkaloka Hospitality; serta Ivhan Dizwa Pratama, Managing Partner Dusantara.

Struktur tersebut memungkinkan masing-masing unit bisnis tetap memiliki fokus dan ruang untuk berkembang, sekaligus tetap berada dalam visi besar Galedi Corps.

Model kolaborasi tiga bersaudara sebagai Co-Founder dengan para Managing Partners di berbagai lini menjadi salah satu karakter penting dalam pengembangan ekosistem tersebut.

Membaca Arah Industri Lifestyle

Kehadiran Galedi Corps menunjukkan bagaimana industri lifestyle semakin bergerak ke arah segmentasi yang lebih spesifik.

Di tengah banyaknya pilihan yang tersedia bagi konsumen, brand tidak hanya dituntut memiliki produk yang baik, tetapi juga kemampuan memahami komunitas dan gaya hidup yang menjadi targetnya.

Galedi Corps mencoba menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan sejumlah brand yang memiliki karakter masing-masing.

Bagi konsumen, pendekatan ini menawarkan kemungkinan untuk menemukan berbagai kebutuhan dalam satu ekosistem yang memiliki visi serupa.

Bagi perusahaan, model tersebut membuka ruang untuk mengembangkan berbagai kategori tanpa harus kehilangan identitas masing-masing brand.

Dengan fondasi tiga Co-Founder bersaudara dan dukungan Managing Partners di setiap lini, Galedi Corps menargetkan ekspansi lebih lanjut di sektor lifestyle, travel, hospitality, dan industri kreatif Indonesia.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem bisnis yang tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga pada pengalaman, komunitas, dan relevansi dengan kehidupan anak muda urban. (Hnd)