
Rumah Pendidikan Raih Juara Dunia WSIS Prizes 2026, Bukti Transformasi Digital Pendidikan Indonesia Diakui Global
Lanskap, Jakarta – Transformasi digital di sektor pendidikan Indonesia kembali memperoleh pengakuan internasional. Superaplikasi Rumah Pendidikan yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berhasil meraih predikat Winner (Juara Pertama) kategori Action Line C7: e-Government pada ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui International Telecommunication Union (ITU) di Jenewa, Swiss.
Penghargaan tersebut menjadi tonggak penting karena merupakan kemenangan pertama Indonesia pada kategori e-Government sejak WSIS Prizes mulai diselenggarakan pada 2012. Rumah Pendidikan berhasil mengungguli 1.596 inovasi digital dari 122 negara, sekaligus memperlihatkan kemampuan inovasi digital Indonesia bersaing di tingkat global.
Mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menyampaikan bahwa penghargaan tersebut dipersembahkan kepada seluruh ekosistem pendidikan Indonesia yang terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan berkualitas di berbagai wilayah.
“Penghargaan ini kami persembahkan kepada jutaan murid, guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta seluruh insan pendidikan di Indonesia yang setiap hari menjaga semangat belajar di berbagai penjuru negeri,” ujarnya.
Menurut Suharti, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau menghadapi tantangan besar dalam pemerataan layanan pendidikan. Rumah Pendidikan kemudian dikembangkan sebagai platform digital yang menghubungkan guru, peserta didik, orang tua, sekolah, dan berbagai mitra pendidikan dalam satu ekosistem terpadu.
Ia menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan memperkuat kapasitas guru dalam menghadirkan proses pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif.
Hingga kini, Rumah Pendidikan telah mengintegrasikan 66 layanan pendidikan, dimanfaatkan lebih dari 6,9 juta pengguna, menyediakan 4.843 sumber belajar gratis, serta mendukung peningkatan kompetensi lebih dari 104 ribu guru di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menilai penghargaan tersebut menjadi pencapaian strategis bagi Indonesia dalam bidang transformasi digital. Sementara itu, Deputi Wakil Tetap RI merangkap Duta Besar PTRI Jenewa, Achsanul Habib, menyebut pengakuan tersebut membuktikan inovasi digital Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat mengenai pendidikan berkualitas untuk semua. (Asm)



