
PBPI Gelar Seleknas Nasional, Fokus Cetak Prestasi Padel Indonesia di Kancah Dunia
Lanskap, Yogyakarta – Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) terus menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan olahraga padel di Indonesia. Melalui konferensi pers yang digelar di Yogyakarta pada 24 Mei 2026, PBPI memaparkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan prestasi Indonesia di level internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PBPI Galih Dimuntur Kartasasmita didampingi Wakil Ketua Umum Mochtar Sarman, Direktur Teknik/Pembinaan Women & Youth Rafiati, Ketua PBPI DIY Marrel Suryokusumo, Head Coach Tim Nasional Ari Moya, serta Technical Advisor Denise Hoefer.
PBPI saat ini tengah mempersiapkan atlet-atlet terbaik Indonesia untuk menghadapi sejumlah turnamen internasional bergengsi, mulai dari Asian Games di Jepang, World Cup Qualifier, hingga FIP Junior Asia Cup Padel yang akan digelar di Indonesia.
Gandeng Ahli Internasional untuk Tingkatkan Prestasi
Sebagai bagian dari penguatan pembinaan nasional, PBPI resmi menunjuk Ari Moya sebagai Head Coach Tim Nasional dan Denise Hoefer sebagai Technical Advisor.
Langkah ini dinilai strategis mengingat keduanya memiliki pengalaman panjang dalam pembinaan dan pengembangan olahraga padel di tingkat internasional.
PBPI menyadari bahwa padel masih tergolong olahraga baru di Indonesia dan mulai berkembang sejak 2021. Karena itu, kolaborasi dengan tenaga ahli internasional dianggap penting untuk mempercepat peningkatan kualitas atlet nasional.
Dalam konferensi pers tersebut, Denise Hoefer mengaku antusias bisa terlibat dalam pengembangan padel di Indonesia.
“Kami ingin membawa pengalaman, passion, dan hati kami untuk membantu Indonesia menjadi salah satu kekuatan padel di Asia. Fokus kami bukan hanya tim nasional, tetapi juga pengembangan pemain lokal, grassroots, dan generasi muda,” ujarnya.
Seleknas Digelar di Yogyakarta dan Jakarta
PBPI juga mengumumkan pelaksanaan Seleksi Nasional (Seleknas) yang dimulai pada 25–26 Mei 2026 di Yogyakarta dan akan berlanjut di Jakarta hingga 30 Juni 2026.
Daftar atlet terpilih direncanakan diumumkan pada awal Juli 2026, sementara seluruh program pelatihan dan pembinaan akan dirancang langsung oleh Ari Moya dan Denise Hoefer.
Selain fokus pada atlet, PBPI juga berencana membuka program pelatihan nasional bagi pelatih dan wasit untuk meningkatkan standarisasi olahraga padel di Indonesia.
Ke depan, PBPI akan menerapkan regulasi yang mewajibkan pelatih, wasit, hingga klub memiliki lisensi resmi sesuai standar nasional.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, PBPI optimistis Indonesia mampu berkembang menjadi salah satu kekuatan baru olahraga padel di kawasan Asia hingga level dunia. (Hen)



