usmile Gandeng Raditya Dika, Dorong Kebiasaan Perawatan Gigi yang Lebih Menyeluruh
3 mins read

usmile Gandeng Raditya Dika, Dorong Kebiasaan Perawatan Gigi yang Lebih Menyeluruh

5 Kali Dibaca

Lanskap.com, Jakarta – Kebiasaan merawat gigi dan mulut perlu mencakup lebih dari sekadar menyikat gigi. Kebersihan garis gusi dan sela gigi, pemilihan produk yang tepat, serta pemeriksaan ketika muncul keluhan juga menjadi bagian penting dari perawatan sehari-hari.

Pesan tersebut mengemuka dalam konferensi pers usmile di Jakarta, Jumat (23/10/2026). Dalam kesempatan itu, brand perawatan gigi dan mulut tersebut mengumumkan Raditya Dika sebagai Brand Ambassador di Indonesia.

Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkenalkan inovasi perawatan gigi melalui komunikasi yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Raditya, yang dikenal sebagai penulis, komedian, dan kreator konten, diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi mengenai fungsi produk dan kebiasaan perawatan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Country Director usmile Indonesia dan Malaysia, Michelle, mengatakan perusahaan ingin mendorong konsumen memahami manfaat inovasi sekaligus memilih produk berdasarkan kebutuhan masing-masing.

Raditya mengatakan perkenalannya dengan usmile bermula dari podcast bersama Prof. Liu, Chief R&D Scientist usmile. Percakapan tersebut memberinya kesempatan untuk bertanya mengenai riset dan pengembangan produk perawatan gigi.

Edukasi tentang plak dan kesehatan gusi

Dalam acara yang sama, dokter gigi Zahrah Almira atau drg. Rara menjelaskan bahwa plak merupakan lapisan biofilm yang mengandung bakteri. Penumpukan plak dapat berkontribusi terhadap masalah gigi dan gusi apabila kebersihan mulut tidak dijaga dengan baik.

Menurut drg. Rara, perhatian terhadap tampilan gigi dan kesegaran napas dapat menjadi awal yang baik untuk membangun kebiasaan perawatan. Namun, kebersihan di sepanjang garis gusi dan sela gigi juga perlu diperhatikan.

Ia menyarankan menyikat gigi dua kali sehari selama dua menit menggunakan pasta gigi berfluorida, serta membersihkan sela gigi setiap hari. Seluruh permukaan gigi perlu dibersihkan dengan tekanan lembut.

Keluhan seperti gusi yang kerap berdarah atau membengkak dan bau mulut yang terus berulang sebaiknya diperiksakan ke dokter gigi. Pemeriksaan membantu mengidentifikasi penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.

Materi publikasi usmile turut mengutip publikasi Kementerian Kesehatan RI pada Juni 2025 yang menyebut 12,4 persen peserta Program Cek Kesehatan Gratis mengalami masalah gusi. Data tersebut menyoroti pentingnya memasukkan kesehatan gusi dalam perhatian terhadap kesehatan mulut.

Memahami fungsi produk sebelum memilih

usmile menawarkan rangkaian pasta gigi, sikat gigi elektrik, dan perangkat pembersih sela gigi untuk menunjang kebutuhan perawatan sehari-hari. Produk-produk tersebut memiliki fungsi dan fitur yang berbeda.

Fresh White berfokus pada kesegaran mulut dan perawatan noda sehari-hari. Repair White menggabungkan perawatan tampilan gigi dengan pendekatan perawatan enamel melalui kandungan F-CaP dan hydroxyapatite (HAP).

Optical White menggunakan Natural Purple Corrector untuk membantu mengoreksi tampilan warna gigi secara optik, berbeda dari pemutihan melalui bleaching. Adapun Strength White ditujukan untuk perawatan noda permukaan yang berkaitan dengan kebiasaan mengonsumsi kopi dan teh.

Pada kategori perangkat, Y1S merupakan sikat gigi elektrik dengan teknologi sonik, tiga mode penggunaan, dan pengingat dua menit. C10 menggunakan aliran air terarah untuk membantu membersihkan sela gigi. Untuk anak-anak, Q10 memiliki panduan empat zona penyikatan, pengingat setiap 30 detik, dan timer dua menit.

Fitur dan klaim manfaat produk tersebut merupakan informasi yang disampaikan perusahaan. Konsumen tetap perlu mengikuti petunjuk penggunaan dan menyesuaikan pilihan dengan kondisi gigi serta gusi masing-masing.

Melalui kolaborasi dengan Raditya Dika dan edukasi dari drg. Rara, usmile berharap masyarakat lebih memahami perawatan gigi dan mulut, sekaligus membangun kebiasaan yang dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. (Rnie)