
Dari Manchester United hingga Dortmund, Solidaritas untuk Indonesia Soroti Ancaman Karhutla
Lanskap.id – Sejumlah klub sepak bola Eropa menyampaikan dukungan kepada masyarakat Indonesia di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada Kalimantan dan Sumatra. Pesan tersebut dibagikan melalui media sosial pada Oktober 2026.
Manchester United, Juventus, Liverpool, Leeds United, Borussia Dortmund, Sassuolo, dan LOSC Lille termasuk klub yang menyampaikan pesan solidaritas. Unggahan mereka berisi doa bagi masyarakat terdampak dan harapan agar situasi segera pulih.
Borussia Dortmund secara khusus mengaitkan semangat sepak bola dengan perlindungan alam. Pesannya mengingatkan bahwa api semestinya menyala di tribun stadion, bukan membakar hutan.
Perhatian dari klub-klub tersebut membawa isu karhutla ke ruang percakapan yang lebih luas. Di sisi lain, penanganan kebakaran tetap membutuhkan pencegahan yang konsisten, pengelolaan lahan yang tepat, dan pemulihan ekosistem.
Lahan Gambut dan Risiko Kebakaran
Gambut menyimpan karbon dalam jumlah besar dan membutuhkan kondisi air yang memadai untuk mempertahankan kelembapannya. Ketika lahan dikeringkan, risiko kebakaran meningkat, terutama saat musim kemarau berlangsung panjang.
Kebakaran gambut memiliki tantangan tersendiri karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah. Kobaran api mungkin tidak lagi terlihat, tetapi bara yang tersisa berpotensi memicu kebakaran kembali.
Oleh sebab itu, pemadaman perlu diikuti pemeriksaan titik panas, pendinginan, dan pemantauan lanjutan. Penanganan yang hanya berfokus pada api di permukaan berisiko tidak menyelesaikan kebakaran secara menyeluruh.
Pengelolaan Air sebagai Langkah Pencegahan
Menjaga kelembapan gambut menjadi bagian penting dari pencegahan. Upaya yang dapat dilakukan mencakup pembasahan kembali lahan yang mengering, pengelolaan tata air, pembangunan sekat kanal, serta pemantauan tinggi muka air tanah.
Pemerintah juga mendorong penguatan patroli, pengawasan wilayah rawan, kesiapan sarana pemadaman, dan pencegahan pembukaan lahan dengan cara membakar. Langkah tersebut perlu disertai penegakan hukum terhadap pelanggaran.
Selain tindakan pemerintah dan pelaku usaha, masyarakat dapat berkontribusi dengan tidak membakar lahan, menghindari aktivitas yang berisiko memicu api, serta segera melaporkan titik api kepada petugas.
Dampak Lingkungan dan Kesehatan
Karhutla dapat menghilangkan tutupan vegetasi, merusak habitat satwa, dan melepaskan karbon ke atmosfer. Asap yang muncul juga dapat memperburuk kualitas udara dan mengganggu kesehatan masyarakat.
Dampak tersebut dapat meluas ke aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari. Karena itu, keberhasilan pengendalian karhutla tidak cukup diukur dari padamnya api, tetapi juga dari kemampuan mencegah kejadian berulang dan memulihkan lahan yang rusak.
Pemulihan perlu disesuaikan dengan kondisi ekosistem. Pada kawasan gambut, perbaikan tata air menjadi bagian penting, disertai rehabilitasi vegetasi yang sesuai dan pemantauan jangka panjang.
Solidaritas Membutuhkan Tindak Lanjut
Pesan dari klub-klub sepak bola Eropa memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat melampaui batas negara. Namun, perhatian publik perlu diikuti langkah nyata agar tidak berhenti pada unggahan media sosial.
Pencegahan pembakaran, perlindungan gambut, pemantauan wilayah rawan, penegakan hukum, dan pemulihan ekosistem membutuhkan kerja berkelanjutan dari berbagai pihak.
Hutan yang terjaga bukan hanya aset lingkungan, melainkan juga penopang kehidupan masyarakat. Menjaga hutan berarti melindungi keanekaragaman hayati, kualitas udara, dan masa depan lingkungan yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya. (Firda)



